Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jembatan Kutablang dan Awe Geutah
Mulai Jumat, 13 Maret 2026, terjadi pengalihan arus lalu lintas untuk kendaraan yang bergerak dari Medan menuju Banda Aceh. Arus lalu lintas tersebut dialihkan ke jalur alternatif Jembatan Awe Geutah Paya – Teupin Reudeup, Peusangan Selatan. Sementara itu, kendaraan dari arah Banda Aceh masih dapat melewati Jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang Bireuen.
Pengalihan ini dilakukan agar arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H berjalan lancar serta menjaga ketertiban dan keawetan jembatan. Hal ini disampaikan oleh Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah 1, Fachruddin, kepada para pelintas jalan agar dapat memaklumi kondisi tersebut.
Tujuan Pengalihan Jalur
Langkah ini diambil untuk mencegah antrean panjang dan kemacetan yang biasanya terjadi saat volume kendaraan meningkat tajam menjelang hari raya. Pengalihan jalur utamanya mengatasi kemacetan waktu mudik lebaran, maka terpaksa membuka jalur Awe Geutah Paya – Teupin Reudeup.
“Kendaraan dari Medan melalui jalur Awe Geutah, sedangkan dari Banda Aceh masih tetap ke jembatan Kutablang,” ujar Fachruddin.
Menjawab pertanyaan tentang berapa lama pengalihan, Fachruddin mengatakan bahwa hasil koordinasi dengan berbagai tim teknis dan Satlantas, pengalihan arus lalu lintas tersebut tergantung pada kondisi dan bisa berlangsung lama. “Mungkin 10 hari, 15 atau lebih kami melihat situasinya di lapangan dan mungkin berlanjut terus karena jembatan tersebut truk yang melintas banyak melebihi tonase,” ujarnya.
Batasan Tonase Kendaraan
Diharapkan kepada pengendara untuk tertib muatan, tonase tidak lebih dari 30 ton, dengan tertib muatan teknisi juga tidak kalang kabut. Dimana selama ini, maintenance setiap hari perbaiki lantai dan buka tutup. “Bagi pengusaha yang bergerak di bidang angkutan agar muatan mohon dibatasi jangan lebih dari 30 ton, tolong perhatian dengan baik. Setelah jembatan baru rampung sudah bebas,” ujarnya.
Disebutkan, selama beberapa hari ke depan, kata Fachruddin, tim teknis yang setiap hari memperbaiki jembatan libur dan pulang kampung, mencegah jembatan rusak maka diharapkan kendaraan agar tonasenya tidak lebih dari 30 ton.
Pemetaan Jalur dan Aturan Lalu Lintas
Kasat Lantas Polres Bireuen, AKP Aditya mengatakan, bahwa mulai Jumat, 13 Maret 2026, arus kendaraan akan dibagi melalui dua jalur alternatif yakni, Jembatan Bailey Kutablang dan Jembatan Bailey Awe Geutah.
Alur rekayasa lalu lintas adalah sebagai berikut:
- Arah Banda Aceh → Medan: Kendaraan diarahkan melalui Jembatan Bailey Kutablang dengan sistem satu arah (one way). Batas tonase maksimal 30 ton dan tinggi kendaraan maksimal 4 meter.
- Arah Medan → Banda Aceh: Kendaraan dialihkan ke Jembatan Bailey Awe Geutah dengan sistem satu arah (one way). Batas tonase maksimal 10 ton.
Kendaraan khusus seperti truk sumbu tiga, ambulance, mobil pemadam kebakaran, pengangkut BBM, sembako, serta iring-iringan jenazah dari arah Medan tetap diperbolehkan melewati Jembatan Kutablang dengan sistem buka-tutup sesuai kondisi di lapangan.
Peraturan dan Keselamatan
AKP Aditya menegaskan, pengendara wajib mematuhi arahan petugas, tidak saling mendahului, dan tetap berada di jalurnya masing-masing demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas).
Rekayasa lalu lintas di Jembatan Kutablang dan Awe Geutah adalah upaya strategis untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menjelang Idul Fitri. Dengan pembagian jalur, sistem satu arah, serta pengaturan khusus bagi kendaraan vital tersebut, diharapkan arus mudik di Kabupaten Bireuen berjalan lancar, aman, dan nyaman.












