Penemuan Bayi Perempuan di Bawah Pohon Kelapa
Pada hari Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, pasangan suami istri Sriatun (42 tahun) dan suaminya menemukan bayi perempuan yang tergeletak di bawah pohon kelapa dekat rumah mereka. Kejadian ini berlangsung saat mereka sedang bersiap untuk bepergian keluar rumah. Saat itu, mereka mendengar suara tangisan bayi yang membuat mereka terkejut.
Awalnya, Sriatun meragukan apakah suara tersebut benar-benar berasal dari bayi. Ia mencoba menajamkan telinganya untuk memastikan. Setelah yakin bahwa suara itu benar-benar berasal dari bayi, ia dan suaminya masih mengira bahwa itu adalah tangisan bayi tetangga. Namun, ketika suaminya mendekati sumber suara, keduanya terkejut karena menemukan bayi yang tergeletak tanpa pakaian di bawah pohon kelapa.
Bayi tersebut ditemukan dalam keadaan basah dengan tali pusar masih melekat. Ia tergeletak di atas plastik merah yang tidak diikat. Sriatun mengaku bingung harus bagaimana dengan temuannya itu. Ia tidak mengetahui siapa orang tua dari bayi tersebut. Setelah memastikan jenis kelamin bayi tersebut sebagai perempuan, Sriatun langsung membawanya ke bidan.
Menurut informasi dari bidan, bayi tersebut akan dibawa ke rumah sakit. Sriatun menyampaikan bahwa sebelum menemukan bayi tersebut, tidak ada aktivitas mencurigakan atau orang yang mondar-mandir di sekitar rumah mereka. Pihak kepolisian juga telah mengecek CCTV tetangga dan tidak melihat adanya gerak-gerik orang yang mencurigakan.
“Kemarin udah di cek di CCTV tetangga juga. Kebetulan rumah depan kan ada CCTV-nya. Rumah polisi juga. Kemarin udah di cek juga nggak ada tanda-tanda orang yang lewat sini sih,” ujar Sriatun.
Ia mengaku telah membawa bayi tersebut ke bidan bersama Bhabinkamtibmas. “Waktu itu sih kata Bhabinkamtibmas dia yang bawa. Soalnya dia bilang ada yang mau ngurusin. Setelah kami antar ke bidan tersebut sudah diurus semuanya, ya kami tinggal. Bapak polisi itu yang ngurusin. Saya nggak tau namanya siapa,” tambahnya.
Hingga saat ini, Kapolsek Sukarame Kompol M Rohmawan belum memberikan keterangan terkait penemuan bayi perempuan tersebut. Demikian pula dengan Plt Camat Sukarame Vera. Dua Puskesmas di Kecamatan Sukarame juga tidak mengetahui informasi dan keberadaan bayi perempuan yang ditemukan di Jalan Nusa Indah 3, Kelurahan Way Dadi Baru.
Menurut keterangan salah satu petugas Puskesmas Sukarame, pihaknya belum menerima laporan adanya penemuan bayi perempuan. “Sampai saat ini kami belum menerima laporan. Kejadiannya kan Jumat, hari Jumat itu kami sudah cuti bersama. Tapi kami kan punya grup puskesmas. Nah di grup tersebut belum ada laporan adanya penemuan bayi tersebut sih,” ujar petugas tersebut.
Sama halnya dengan Puskesmas Rawat Inap Permata Sukarame. Berliana menyebut pihaknya tidak menerima bayi perempuan yang ditemukan pasutri di Kelurahan Way Dadi Baru. “Kalau di hari itu kami tidak mendapat informasi adanya penemuan bayi, dan kami tidak menerima bayi tersebut. Kalau misalnya lokusnya di Way Dadi biasanya masuk ke Puskesmas Sukarame, coba kesana. Kalau kami tidak ada mengetahui,” tutupnya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












