Desa Wisata Jungsemi Berkembang Pesat Berkat Pantai Indah Kemangi
Desa wisata di Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, khususnya Desa Jungsemi, telah menunjukkan perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Selain desa wisata di Arenan Kalikesek yang mampu menghasilkan hingga Rp 1 miliar per tahun, objek wisata Pantai Indah Kemangi (PIK) di Desa Jungsemi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Pantai Indah Kemangi (PIK) menjadi salah satu destinasi favorit pengunjung yang mencari suasana alam dan kegiatan rekreasi yang menyenangkan. Dengan pengelolaan yang semakin baik, PIK kini mampu menghasilkan pendapatan rata-rata sebesar Rp 1 miliar per tahun. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu sumber pendapatan utama bagi desa.
Perjalanan Awal Pengelolaan PIK
Bendahara BUMDes Jungsemi, Dian, menceritakan perjalanan PIK dari awal pembukaannya hingga menjadi destinasi wisata yang diminati. Pada tahun 2017-2018, PIK pertama kali dibuka dengan pengelolaan yang dilakukan oleh Pokdarwis setempat. Namun, upaya tersebut tidak berjalan dengan baik dan objek wisata tersebut tidak berkembang secara signifikan.
Setelah menyadari potensi besar dari PIK, Pemerintah Desa Jungsemi kemudian mengambil alih pengelolaan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan pengelolaan yang lebih profesional, PIK mulai berbenah dan menarik lebih banyak pengunjung. Saat ini, jumlah pengunjung bisa mencapai 5 ribu orang per hari, terutama pada akhir pekan.
Pendapatan dan Manfaat Ekonomi
Dian menjelaskan bahwa pendapatan kotor dari PIK bisa mencapai kisaran Rp 100 juta dalam sebulan. Jumlah ini bisa meningkat selama masa liburan. Keberadaan PIK juga turut membantu perekonomian warga setempat, karena banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan ramainya objek wisata untuk menjual produk mereka.
Saat ini, terdapat sekitar 68 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal yang mengandalkan pendapatan dari pengunjung PIK. Selain itu, PIK juga memberikan manfaat sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), seperti bantuan kepada pelajar dan guru madrasah diniyah, serta bantuan kepada warga yang sedang berkabung.
Fasilitas dan Tarif Masuk
Kepala Desa Jungsemi, Dasuki, menjelaskan bahwa tarif masuk ke PIK cukup murah, yaitu sebesar Rp 5 ribu per orang termasuk biaya parkir. Di dalam objek wisata tersebut, tersedia berbagai wahana permainan seperti motor ATV, naik delman, dan perahu. Setiap wahana memiliki tarif tambahan.
PIK juga berkontribusi dalam pembangunan fasilitas umum di desa, seperti balai desa yang kini terlihat lebih megah. Meskipun tidak sepenuhnya didanai dari pendapatan PIK, sebagian besar biaya pembangunan berasal dari hasil pengelolaan objek wisata tersebut.
Peningkatan Pengunjung Saat Libur Lebaran
Selama momen libur lebaran, jumlah pengunjung ke PIK mengalami peningkatan signifikan. Objek wisata ini tidak beroperasi selama bulan Ramadan, tetapi setelah memasuki libur lebaran, PIK kembali ramai dikunjungi wisatawan.
Dasuki mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung saat libur lebaran tahun ini meningkat sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Tercatat, sekitar 5 ribu pengunjung datang setiap harinya, dengan jumlah tertinggi mencapai 6 ribu orang pada H+3 lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihak pengelola telah menambah dua pendopo baru yang dapat digunakan untuk berbagai acara. Mulai dari H+1 hingga dua minggu ke depan, pendopo tersebut sudah penuh dipesan.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












