Harrison Ford Marah Saat Bahas Hutan Tesso Nilo, Zulhas: Itu Disetting

Taman Nasional Tesso Nilo: Ancaman Perambahan dan Kekayaan Hayati yang Terancam

Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Provinsi Riau menjadi sorotan akibat perambahan lahan dan alih fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan sawit. Kawasan ini merupakan hutan hujan tropika dataran rendah yang terletak di Kabupaten Pelalawan, serta meliputi empat kabupaten lainnya yaitu Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Kampar.

TNTN dikenal sebagai salah satu hutan yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Namun, ancaman dari pembalakan liar dan penjarahan lahan semakin mengancam keberadaannya. Hal ini memicu perhatian publik, termasuk dari media sosial, di mana video percakapan antara aktor Hollywood Harrison Ford dan mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan kembali viral.

Dalam video tersebut, Ford mengecam kondisi kerusakan hutan di Indonesia, termasuk Tesso Nilo. Ia menyampaikan kekecewaannya terhadap situasi yang terjadi. Ketika ditanya tentang perambahan hutan, Zulhas justru tertawa, yang kemudian membuat Ford menegurnya. Ford menyatakan bahwa hanya tersisa 18 persen hutan yang masih utuh.

Zulhas akhirnya memberikan respons atas video lama tersebut. Menurutnya, ia bertemu dengan Ford sekitar tahun 2009 atau 2010, saat itu ia diminta untuk menemui Ford oleh almarhum Kuntoro. Ia mengaku sudah tahu isi pembicaraan tentang TN Tesso Nilo sejak awal. Zulhas ingin mengadakan debat terbuka di depan wartawan, tetapi Ford tidak mau.

Ketika sampai di kantor, Zulhas menemukan ruang kerjanya telah disetting menjadi lokasi syuting. Ia mengaku bahwa ia sadar bahwa hal tersebut bagian dari proses syuting film dokumenter. Meskipun begitu, ia merasa tertawa karena merasa sedang menjadi bagian dari narasi film tersebut.

Menurut Zulhas, senyumnya muncul karena ia sadar bahwa Ford sedang melakukan syuting film. Ia mengaku kurang pintar karena tidak menyadari bahwa Ford adalah tokoh utama dalam film tersebut. Zulhas pun dianggap sebagai tokoh jahat dalam film tersebut.

Ia membantah bahwa dirinya meremehkan isu penebangan pohon di Tesso Nilo. Ia menjelaskan bahwa situasi di Indonesia berbeda dengan Amerika. Ia mengatakan bahwa Indonesia baru saja mengalami reformasi, sehingga pejabat sering kali takut kepada rakyat.

Video tersebut kini viral di tengah bencana banjir di Sumatera. Banyak kayu yang hanyut akibat banjir, sehingga banyak potongan video yang dipotong dan diedit.

Flora di Taman Nasional Tesso Nilo

Berdasarkan penelitian LIPI dan WWF Indonesia pada 2003, dalam petak seluas 1 hektar di Tesso Nilo ditemukan 360 jenis flora yang tergolong dalam 165 marga dan 57 suku. Dari jumlah tersebut, terdapat 215 jenis pohon dan 305 jenis anak pohon.

Tesso Nilo juga dikenal sebagai hutan yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Di petak seluas 200 meter kuadrat, ditemukan 218 jenis tumbuhan vascular (berpembuluh). Secara umum, kondisi habitat di kawasan ini cukup baik dengan penutupan vegetasi lebih dari 90 persen.

Beberapa jenis tumbuhan di Tesso Nilo termasuk dalam daftar red list IUCN, yaitu spesies yang terancam punah. Selain itu, terdapat 83 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat dan 4 jenis tumbuhan untuk racun ikan.

Fauna di Taman Nasional Tesso Nilo

Kawasan Tesso Nilo memiliki habitat yang cocok untuk berbagai satwa liar, termasuk gajah Sumatera dan harimau. Indeks keanekaragaman mamalia di kawasan ini tinggi, yaitu 3,696. Ditemukan 23 jenis mamalia, di antaranya 18 jenis dilindungi dan 16 jenis tergolong rawan punah menurut IUCN.

Untuk burung, tercatat 114 jenis dari 28 famili. Jumlah ini mencakup 29 persen dari total jenis burung di Pulau Sumatera. Di kawasan ini juga ditemukan 50 jenis ikan yang mewakili 31 genera, 16 suku, dan 4 ordo.

Kelompok herpetofauna terdiri dari 33 jenis, termasuk 15 jenis reptilia seperti 8 jenis ular, 2 jenis londok/bunglon, 2 jenis cicak terbang, 2 jenis buaya air tawar, dan 1 jenis bulus/labi-labi. Selain itu, terdapat 18 jenis fauna lainnya dari amfibia hingga beberapa jenis serangga.




Hartono Hamid

Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *