Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Akui Niat Membunuh
Raihan Mufazzar (21) pelaku pembacokan terhadap Farradhilla Ayu Pramesti (23) ternyata memang berniat membunuh sang mahasiswi UIN Suska tersebut. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik kepolisian, pelaku mengakui niatnya untuk membunuh korban.
Motif utama dari aksi tersebut adalah perasaan cinta yang ditolak oleh korban. Raihan merasa sakit hati karena cintanya ditolak oleh Farradhilla. Hal ini membuatnya memiliki niat jahat dan melakukan tindakan yang sangat sadis.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan pelaku, ia mengakui niat membunuh korban. “Dari hasil pemeriksaan pelaku iya (mau membunuh korban),” kata Anggi.
Selain itu, pelaku juga membawa senjata tajam seperti kapak dan parang saat melakukan aksinya. “Pelaku sengaja datang dari rumah mau menarget (membunuh, red) korban, makanya bawa kapak dan parang. Yang digunakan pelaku kapak,” tambah Anggi.
Rencananya, pelaku akan menjalani pemeriksaan kejiwaan dan tes urine untuk memastikan kondisi psikis serta apakah pelaku di bawah pengaruh narkoba atau minuman keras. “Saat ini kami sedang pemeriksaan. Namun rencana juga mau dibawa ke psikiater dan tes urine,” jelas Anggi.
Kronologi Kejadian
Korban pembacokan, Farradhilla Ayu Pramesti (23), merupakan seorang mahasiswi di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Saat peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, korban berada di sebuah ruangan lantai dua bangunan fakultas tersebut. Ia sedang menunggu jadwal ujian munaqosah atau ujian skripsi akhir.
Tiba-tiba pelaku, yang merupakan teman satu jurusan dan angkatan korban, masuk ke ruangan tersebut. Selanjutnya, pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan kapak. Korban sempat melarikan diri melalui jendela sesuai keterangan yang diperoleh dari TKP.
Motif awal dari kejadian ini diduga berkaitan dengan permasalahan asmara. “Sejauh ini masalah asmara, cuma nanti kami dalami lagi,” papar Anggi.
Pasca melakukan aksinya, pelaku ditangkap dan resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia telah ditahan di Polsek Binawidya. Sementara itu, korban sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru. Dokter menilai luka bacok yang dialami korban cukup parah dan dalam. Oleh karena itu, korban akan dirujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni.
Kondisi Korban dan Tindakan yang Dilakukan
Korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Anggi menyatakan bahwa pihak rumah sakit akan melakukan koordinasi untuk memastikan apakah ada luka lain pada tubuh korban selain yang sudah teridentifikasi.
Di lokasi kejadian, suasana masih menyisakan jejak mencekam. Ceceran darah terlihat jelas membasahi lantai depan ruangan ujian lantai dua bangunan tempat peristiwa terjadi. Area tersebut telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Petugas kepolisian melakukan dokumentasi, mengumpulkan barang bukti, serta memintai keterangan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian. Di depan ruangan IGD rumah sakit tempat korban ditangani, terlihat sejumlah aparat kepolisian berjaga. Selain itu, ada pula perwakilan pihak kampus serta rekan-rekan korban yang juga tampak berada di lokasi.
Penanganan oleh Pihak Kampus
Korban merupakan mahasiswi semester 8 asal Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Ia diserang saat bersiap melaksanakan ujian munaqosah sekitar pukul 08.00 WIB. Pelaku secara tiba-tiba memasuki ruangan dengan membawa sebilah senjata tajam sejenis kapak dan langsung membacok korban beberapa kali.
Korban berusaha menangkis serangan hingga mengalami patah pada pergelangan tangan serta luka di bagian kepala. Beruntung petugas keamanan kampus sigap dan langsung mengamankan pelaku. Saat diperiksa, di tas pelaku tersimpan satu senjata tajam lagi jenis parang.
Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis. Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Santo Morlando, mengatakan pelaku telah diamankan dan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait motif.
Pendampingan oleh Pihak Kampus
Juru Bicara UIN Suska Riau, Rhonny Riansyah, menyatakan pihak kampus memberikan pendampingan penuh terhadap korban, termasuk bantuan pemulihan psikologis. “Pak WR III dan Dekan tadi mengantar langsung ke rumah sakit. Tentunya UIN Suska memberikan pendampingan penuh, termasuk bantuan pengobatan psikis dan pemulihan psikologis kepada korban,” ujarnya.
Kasus ini sepenuhnya ditangani pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”












