Isyana Sarasvati dan Kontroversi Terkait Video Musik “Abadhi”
Isyana Sarasvati, penyanyi ternama Indonesia, kembali menjadi perhatian publik setelah dituduh sebagai pengikut sekte satanik. Tuduhan ini muncul setelah dirinya merilis video musik terbarunya yang berjudul “Abadhi”. Dalam video tersebut, Isyana menampilkan simbol mata satu dalam beberapa adegan, yang kemudian dikaitkan dengan simbol yang sering diasosiasikan dengan satanisme.
Melalui akun Instagram pribadinya, Isyana mencoba memberikan respons terhadap spekulasi yang sedang ramai dibicarakan di media sosial. Dalam unggahannya, ia membagikan sepenggal lirik yang tampaknya menjadi jawaban halus terhadap tudingan yang berkembang. Lirik tersebut berbunyi, “Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through.” Kalimat ini diunggah pada Kamis, 5 Maret 2026, dan langsung menjadi perhatian netizen.
Rayhan Maditra Indrayanto, suami Isyana, juga turut merespons isu ini melalui akun Threads miliknya. Ia menyatakan bahwa polemik ini adalah ujian bagi seorang musisi ketika karya yang dibuat dengan kejujuran justru dimaknai berbeda oleh publik. Rayhan mengatakan, “Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda.” Ia juga berharap semua pihak dijauhkan dari berbagai bentuk fitnah, terlebih di bulan suci Ramadan.
Sebagian pengguna media sosial menuding Isyana Sarasvati terlibat dengan sekte satanik setelah muncul visual mata satu dalam video musik lagu terbarunya. Isu tersebut bermula dari potongan adegan dalam video musik lagu “Abadhi” yang menampilkan simbol mata satu dalam beberapa bagian. Visual tersebut dikaitkan sebagian pengguna media sosial dengan simbol yang kerap diasosiasikan satanisme.
Kontroversi ini muncul di tengah perilisan proyek musik terbaru Isyana Sarasvati yang menjadi bagian dari album kelimanya bertajuk Eklektiko.
Sejarah dan Perjalanan Karier Isyana Sarasvati
Isyana Sarasvati lahir di Bandung pada 2 Mei 1993. Ia tumbuh dalam keluarga yang sangat menjunjung tinggi pendidikan dan seni. Sang ayah, Sapta Dwikardana, merupakan seorang doktor sekaligus analis perilaku. Sementara ibunya, Luana Marpanda, adalah seorang guru musik. Tak heran, sejak kecil Isyana telah akrab dengan melodi dan instrumen musik.
Tak hanya itu, kakaknya, Rara Sekar, juga dikenal sebagai musisi. Kombinasi ini membuat rumah keluarga Isyana terasa seperti orkestra kecil, tempat di mana musik bukan hanya hiburan, melainkan bagian dari keseharian.
Sejak usia dini, Isyana telah mengalami banyak hal yang memperkaya cara pandangnya. Ia sempat tinggal di Belgia ketika ayahnya melanjutkan studi. Pengalaman tinggal di luar negeri sejak kecil memberikan Isyana pemahaman lintas budaya yang kelak menjadi bekal penting dalam kariernya.
Setelah kembali ke Bandung pada usia tujuh tahun, Isyana mulai menunjukkan minat dan bakat luar biasa di bidang musik klasik. Ia aktif mengikuti berbagai kompetisi dan bahkan rela menjalani masa karantina demi persiapan pertunjukan.
Di usia remaja, Isyana mendapat beasiswa penuh dari pemerintah Singapura saat masih duduk di bangku kelas dua SMA. Ia kemudian melanjutkan studi di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) dan berhasil meraih Diploma dalam bidang Music Performance pada 2013. Tak berhenti di situ, ia kemudian menempuh studi lanjut di Royal College of Music, Inggris. Di sana, ia bukan hanya menyelesaikan pendidikan, tapi juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik, sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitas dan konsistensinya sebagai musisi sejati.
Perjalanan musikal Isyana mengalami titik balik saat ia mulai mengeksplorasi dunia musik pop. Pada 2014, ia bergabung dengan Sony Music Indonesia dan merilis single perdananya, Keep Being You. Namun, namanya benar-benar melejit berkat lagu Tetap Dalam Jiwa yang dirilis setahun kemudian. Lagu ini sukses besar dan menjadikan Isyana sebagai salah satu ikon musik pop modern Indonesia.
Pada Oktober 2020, Isyana mengambil langkah besar dengan mendirikan label musiknya sendiri, REDROSE RECORDS. Melalui label ini, Isyana mendapatkan kebebasan artistik untuk mengekspresikan karya-karya musik sesuai jiwanya, tanpa batasan industri.
Kehidupan Pribadi dan Kepribadian Unik
Meski dikenal publik, Isyana tergolong sangat tertutup soal kehidupan pribadinya. Maka tak heran, ketika ia mengumumkan pertunangannya dengan Rayhan Maditra pada 29 Desember 2019, banyak yang terkejut. Rayhan, seorang dokter, ternyata telah menjadi pasangan Isyana selama lebih dari 10 tahun, hubungan yang jauh dari sorotan media. Pasangan ini resmi menikah pada 2 Februari 2020 di Bandung.
Meski berprofesi sebagai dokter, Rayhan juga tidak asing dengan dunia musik. Ia beberapa kali tampil bersama Isyana dalam video cover lagu di YouTube, memperlihatkan sinergi keduanya tak hanya dalam cinta, tapi juga dalam harmoni musikal.
Di luar semua pencapaian dan keseriusannya dalam bermusik, Isyana dikenal sebagai pribadi yang blak-blakan, jujur, dan humoris. Di berbagai kesempatan, baik saat wawancara maupun di panggung, ia kerap melontarkan komentar-komentar spontan yang mengundang tawa. Tak sedikit penggemarnya yang menyebut Isyana sebagai diam-diam komedian, karena sisi lucunya yang begitu alami.
Isyana Sarasvati adalah contoh nyata bagaimana bakat, kerja keras, dan keberanian untuk menempuh jalan berbeda bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dari panggung musik klasik hingga panggung pop, dari ruang kuliah di Inggris hingga studio rekaman miliknya sendiri, perjalanannya adalah narasi inspiratif tentang konsistensi, orisinalitas, dan cinta sejati terhadap seni.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












