Bangun Image Hijrah, Kedok Pendiri Nussa Rara Terbongkar: Selingkuh dan Inspirasi Karakter Umma dari Pelakor

Skandal Rumah Tangga di Balik Kesuksesan Nussa Rara

Kisah mengejutkan kembali mengguncang publik setelah seorang tokoh yang dikenal sebagai sosok agamis terlibat dalam skandal rumah tangga. Kali ini, isu tersebut datang dari balik kesuksesan animasi Nussa Rara, sebuah kartun anak Islami yang populer. Annisa Hadiyanti, mantan istri dan co-founder studio animasi tersebut, akhirnya membongkar kebenaran yang selama ini disembunyikan oleh mantan suaminya, Aditya Triantoro.

Annisa mengungkapkan bahwa pasangan yang awalnya bekerja sama membangun studio animasi ini ternyata memiliki kisah kelam di balik layar. Melalui tayangan podcast, ia menceritakan berbagai konflik rumah tangganya, mulai dari masalah transparansi keuangan hingga kebiasaan buruk sang mantan suami yang sering berselingkuh.

Aditya Triantoro dikenal sebagai founder yang sukses menciptakan nilai-nilai moral dan ajaran Islam melalui animasi edukasi Nussa. Namun, realitas kehidupan nyata justru berbeda. Annisa mengungkapkan bahwa di saat mereka sedang gencar-gencarnya berhijrah dan membangun karakter Nussa, sang suami justru merangkai kebohongan. Ia sempat membangun citra sebagai suami idaman yang paham agama.

“Ketika kita sedang dalam masa hijrah, dia bilang, ‘Aku sudah tahu bagaimana seharusnya seorang suami itu.’ Katanya seperti itu,” ujar Annisa dalam tayangan podcast C8 Podcast.

Namun, topeng itu perlahan terbuka tepat saat animasi Nussa mulai dikenal publik. Secara tiba-tiba, Aditya meminta cerai tanpa alasan yang masuk akal. “November 2018 itu teaser pertama Nussa. Nah, kita tidak tahu antusiasmenya segitu besar. Tiba-tiba dia bilang ingin bercerai,” cerita Annisa.

Berbekal insting, Annisa perlahan menemukan jejak digital dan rekam jejak perselingkuhan suaminya. Mulai dari bukti chat, mutasi rekening, hingga penemuan kunci hotel. “Allah memberi saya insting untuk cek mobil. Pas ke belakang, ada kunci hotel,” jelasnya.

Selain itu, Annisa juga menyebut bahwa mantan suaminya tidak hanya berselingkuh dengan satu wanita. Ia bahkan menggunakan aplikasi kencan online saat mereka masih sah berstatus suami istri. “Lebih dari lima perempuan. Saya lihat aplikasinya, tapi tidak pernah dibuka,” tambahnya.

Annisa juga menyinggung bahwa sosok pelakor tersebut disebut-sebut menjadi inspirasi karakter Umma (Ibu) dalam animasi Nussa yang digambarkan lembut dan taat beragama. Penderitaan Annisa tidak berhenti di ranjang. Dari segi profesional dan finansial, ia juga merasa dikhianati. Sebagai salah satu pembangun perusahaan dari nol, Annisa yang menjabat sebagai komisaris justru didepak sepihak tanpa transparansi.

Pemecatan itu terjadi pada tahun 2022, bertepatan dengan proses sidang cerainya. Intellectual Property (IP) Nussa Rara dikabarkan telah dijual ke production house lain dengan nilai mencapai $4 Juta USD (sekitar Rp 60 Miliar). Namun, Annisa tidak mendapatkan hak royalti sepeser pun.

“Saya sakit hati banget pas dipecat. Tidak ada alasan apa-apa. Saat itu juga sedang proses perceraian, lalu saya dikeluarkan dari perusahaan,” katanya.

Tidak ada pembagian dari penjualan IP yang diterimanya. “Sama sekali tidak ada,” tutup Annisa.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *