Kinerja Keuangan BUMI Tahun Buku 2025
PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang merupakan bagian dari Grup Bakrie–Salim, mencatatkan laba bersih sebesar US$ 81,01 juta atau setara dengan Rp 1,37 triliun pada tahun buku 2025. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 21% secara tahunan (year-on-year/ yoy) dibandingkan periode tahun buku 2024 yang mencapai US$ 67,47 juta atau sekitar Rp 1,14 triliun.
Selain itu, pendapatan BUMI juga meningkat sebesar 4,79% yoy menjadi US$ 1,42 miliar atau sekitar Rp 24,20 triliun. Angka ini naik dibandingkan pendapatan pada tahun sebelumnya yang sebesar US$ 1,35 miliar atau Rp 23,09 triliun.
Sumber Pendapatan BUMI
Pendapatan BUMI didominasi oleh penjualan batu bara kepada pihak ketiga yang mencapai US$ 1,17 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar US$ 820,5 juta berasal dari ekspor dan US$ 354,8 juta dari penjualan domestik. Selain itu, penjualan emas memberikan kontribusi sebesar US$ 242,3 juta, dengan mayoritas berasal dari pasar domestik sebesar US$ 230 juta, sementara ekspor hanya mencapai US$ 12,2 juta. Penjualan perak juga turut berkontribusi sebesar US$ 7,04 juta, dengan kontribusi terbesar dari pasar domestik.
Dari sisi pelanggan, pendapatan terbesar berasal dari Rwood Resources DMCC sebesar US$ 506,8 juta. Diikuti oleh PT PLN (Persero) sebesar US$ 251,73 juta dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sebesar US$ 196,07 juta. Jika dijumlahkan, kontribusi dari pelanggan utama mencapai US$ 954,6 juta.
Neraca Perusahaan
Dalam laporan keuangan tahun buku 2025, jumlah aset BUMI tercatat sebesar US$ 4,21 miliar atau setara dengan Rp 71,67 triliun (dengan kurs Rp 16.987 per dolar AS). Sementara itu, liabilitas perusahaan mencapai US$ 1,33 miliar atau sekitar Rp 22,61 triliun. Dengan demikian, ekuitas neto perseroan tercatat sebesar US$ 2,88 miliar atau setara Rp 49,06 triliun.
Produksi Batu Bara di Tengah Penurunan Harga
Meskipun harga batu bara mengalami penurunan, produksi batu bara BUMI pada tahun 2025 tercatat sebesar 74,8 juta ton. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan produksi pada tahun 2024 yang mencapai 74,7 juta ton.
Volume penjualan batu bara mencapai 74,6 juta ton, turun sekitar 2% dari 75,8 juta ton pada tahun sebelumnya. Rata-rata harga jual FOB tercatat sebesar US$ 59,7 per ton, turun 17% dibandingkan US$ 71,8 per ton pada 2024. Pengupasan lapisan penutup (overburden) tercatat sebesar 596,2 juta bcm, turun 8% dari 649,7 juta bcm pada tahun sebelumnya. Rasio kupasan tanah (strip ratio) juga membaik menjadi 8,0 kali dari sebelumnya 8,7 kali.
Persediaan batu bara meningkat menjadi 2,0 juta ton, dibandingkan 1,6 juta ton pada tahun 2024. Untuk tahun 2026, BUMI menargetkan volume penjualan antara 76 juta hingga 78 juta ton, dengan proyeksi harga rata-rata sebesar US$ 60 hingga US$ 62 per ton. Biaya kas produksi diperkirakan berada pada kisaran US$ 43 hingga US$ 44 per ton.
Komitmen BUMI untuk Efisiensi Operasional
“Bumi Resources tetap berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung strategi diversifikasi guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang,” ujar manajemen BUMI dalam keterangan resmi, Senin (30/3).
Potensi Pembagian Dividen
Di tengah kinerja keuangan yang baik dan lonjakan laba, BUMI belum dapat mengumumkan pembagian dividen kepada pemegang saham. Group Head of Corporate Communications & CSR Bumi Resources, Renno Wicaksono, menyampaikan bahwa saat ini belum ada keputusan terkait hal tersebut.
Perusahaan sebelumnya telah menyelesaikan aksi korporasi kuasi-reorganisasi pada Juni 2025 setelah mendapat restu OJK dan pemegang saham. Langkah ini bertujuan untuk menghapus defisit saldo laba (akumulasi kerugian masa lalu) dengan menggunakan saldo agio saham. Tujuannya adalah menyehatkan struktur modal, menghilangkan beban defisit, dan meningkatkan potensi pembagian dividen ke depannya.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."












