Alessandro Bastoni, bek Inter Milan, kini tengah menghadapi tekanan berat setelah menjadi sorotan publik akibat performa yang dianggap tidak memenuhi ekspektasi dalam laga final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa melawan Bosnia-Herzegovina. Dalam pertandingan yang berlangsung di Zenica pada Selasa (31/3/2026), Bastoni melakukan kesalahan yang berdampak besar bagi Timnas Italia.
Pada babak pertama, Bastoni melakukan tekel sebagai orang terakhir terhadap Amar Memic, yang akhirnya membuatnya menerima kartu merah langsung. Hal ini menyebabkan Italia harus bermain dengan 10 pemain dan segera kehilangan kendali permainan. Bosnia-Herzegovina terus menekan hingga akhirnya mencetak gol di menit ke-79. Setelah skor imbang selama 120 menit, adu penalti dilakukan untuk menentukan pemenang. Sayangnya, hanya satu eksekutor Italia yang berhasil menjalankan tugasnya, sementara empat algojo Bosnia sukses menjebol gawang Gianluigi Donnarumma. Akhirnya, Italia kalah 1-4 dan gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Bastoni langsung menjadi target kritik dari warganet di seluruh dunia. Namun, pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan dukungan kuat kepada bek berusia 26 tahun tersebut. Dalam jumpa pers menjelang laga melawan AS Roma dalam lanjutan Liga Italia, Chivu menjelaskan kondisi Bastoni saat ini dan mengungkapkan rasa percaya terhadap karakter pemainnya.
Chivu membuka pernyataannya dengan menyampaikan bahwa ia telah bekerja bersama para juara yang hebat, baik dari segi kemampuan maupun sikap manusiawi. Ia menekankan bahwa pemain-pemain itu selalu bangkit setelah mengalami kekecewaan dan belajar dari pengalaman masa lalu. Menurutnya, sepak bola bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menangani kegagalan serta menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap rekan setim dan klub.
“Kami tahu bahwa kekecewaan adalah bagian dari permainan,” ujar Chivu. “Saya tidak khawatir karena selama 8 bulan ini, para pemain telah menunjukkan kepada saya bahwa kami berurusan dengan orang-orang yang memiliki norma dan kepastian.”
Ia juga menegaskan bahwa Bastoni tidak sendirian dalam menghadapi kritik. Chivu menyebut bahwa pemain lainnya juga berada di garis depan dan siap belajar dari kesalahan yang terjadi. Ia bahkan menyebut bahwa Bastoni tetap hadir ketika negara membutuhkannya, meskipun sedang dalam kondisi fisik yang tidak optimal.
“Di sepak bola, hal terpenting adalah respek dari rekan-rekan setim Anda, hasil kerja, dan siapa Anda sebagai manusia,” tambah Chivu. “Alessandro menyesal atas apa yang terjadi, tetapi dia bahagia menyambut dukungan dari rekan-rekan setimnya, baik dari Timnas Italia maupun Inter.”
Selain itu, Chivu menilai bahwa apa yang dilakukan Bastoni luar biasa. Meski sedang dalam kondisi cedera dan membutuhkan bantuan kruk selama 10 hari, ia tetap berada di lapangan untuk Timnas Italia. “Dia menempatkan dirinya di garis depan dan mengambil tanggung jawab,” kata Chivu.
Sekarang, Bastoni akan berusaha mengubah kekecewaan dari pengalaman di Timnas Italia menjadi motivasi untuk membantu Inter Milan meraih scudetto musim ini. Laga melawan Roma pada Minggu (5/4/2026) di Giuseppe Meazza sangat penting bagi Inter, karena mereka harus memenangkan pertandingan ini untuk menebus kegagalan dalam tiga laga terakhir.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”












