Kekalahan tipis PSMS Medan di kandang lawan

Hasil Imbang PSMS Medan dalam Pertandingan Lawan Persikad Depok

PSMS Medan harus puasa meraih kemenangan setelah bermain imbang 2-2 melawan tuan rumuh Persikad Depok dalam laga lanjutan Pegadaian Championship di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (5/4). Meski sempat unggul jumlah pemain sejak akhir babak pertama, tim berjuluk Ayam Kinantan justru tertinggal dua gol lebih dulu sebelum akhirnya menyelamatkan hasil melalui gol dramatis di penghujung pertandingan.

Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengaku kecewa dengan hasil tersebut meskipun anak asuhnya mampu bangkit dan terhindar dari kekalahan. Menurutnya, tim seharusnya bisa meraih kemenangan dalam situasi yang menguntungkan. “Kami sangat kecewa. Bermain dengan 11 lawan 10 seharusnya bisa menang, tapi pemain sudah berusaha maksimal,” ujar Eko usai pertandingan.

Menurut Eko, keunggulan jumlah pemain tidak serta-merta memudahkan timnya dalam membongkar pertahanan lawan. Persikad justru memilih bermain lebih bertahan dengan menumpuk pemain di lini belakang, sehingga ruang gerak PSMS menjadi sangat terbatas. Kondisi tersebut membuat aliran serangan kerap buntu dan memaksa para pemain PSMS mencari celah melalui upaya-upaya yang kurang efektif.

“Setelah kartu merah, mereka bermain sangat dalam (deep). Kami kesulitan membongkar pertahanan mereka. Bahkan kami sempat lengah dan kebobolan lagi. Tapi setelah menambah pemain depan, Alhamdulillah kami bisa menyamakan skor,” jelasnya.

Eko juga menyoroti aspek permainan timnya yang dinilai belum seimbang, terutama saat melancarkan serangan. Ia menyebut para pemain kerap terburu-buru dalam mengambil keputusan, sehingga organisasi permainan tidak terjaga dengan baik dan meninggalkan celah di lini pertahanan yang mudah dimanfaatkan lawan.

“Saat menyerang kami terlalu terburu-buru, bahkan sampai lupa bertahan. Itu yang membuat kami kebobolan. Secara permainan menyerang sudah cukup baik, tapi hasilnya belum maksimal,” ungkapnya.

Usai laga ini, PSMS Medan memutuskan untuk tidak kembali ke Medan dan tetap berada di Bogor guna memaksimalkan persiapan menghadapi pertandingan berikutnya. Tim berjuluk Ayam Kinantan dijadwalkan akan menghadapi Garudayaksa FC di stadion yang sama pada Sabtu (11/4) mendatang.

“Kami tidak pulang ke Medan. Kami akan evaluasi di sini. Garudayaksa adalah tim papan atas, tapi kami tetap akan berjuang untuk mencuri poin di laga tandang berikutnya,” tegas Eko.

Senada dengan sang pelatih, pemain PSMS Medan, Rudiyana, juga mengakui timnya kurang tenang dalam memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di lapangan, sehingga sejumlah peluang yang tercipta tidak mampu dikonversi menjadi gol. “Kami tentu kecewa. Mungkin kami terlalu terburu-buru untuk mencetak gol saat unggul jumlah pemain, sehingga peluang yang ada tidak bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Perubahan Pemain dalam Laga Ini

Pada laga ini, Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemainnya. Pos penjaga gawang dipercayakan kepada Fahkrurazzi Quba. Sementara itu, lini belakang hingga depan diisi oleh Zikri, Kim, Nazar, Budhiar, Dani, Syarif Wijianto, Adlin Cahya, Ari Maring, dan Felipe Cadenazzi.

Di bangku cadangan, PSMS menyiapkan sejumlah pemain seperti Gunandi, Arif, Fazri, Rifai, Zaki Ali, Jodi, Zaki Alim, Wadil, Lastori, hingga Rudiyana. Pertandingan berlangsung cukup berimbang pada lima menit awal. Kedua tim sama-sama mengandalkan permainan umpan pendek untuk membangun serangan.

Situasi pertandingan berubah pada menit ke-36 setelah pemain Persikad, Belhadj, menerima kartu kuning kedua akibat mengangkat kaki terlalu tinggi saat berduel dengan Felipe Cadenazzi. Persikad pun harus bermain dengan 10 orang hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, langsung melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Clayton Da Silva dan Arif Setiawan menggantikan Budhiar serta Antoni Nugroho. Di kubu tuan rumah, Persikad juga melakukan pergantian dengan menarik keluar Doni dan memasukkan Yudi.

PSMS langsung tancap gas sejak awal babak kedua. Peluang emas hadir melalui Felipe Cadenazzi yang memanfaatkan umpan Arif Setiawan. Namun sundulannya masih terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Persikad, Rohan. Tekanan terus dilancarkan PSMS. Clayton Da Silva sempat mengirim umpan spekulatif ke dalam kotak penalti yang mengarah ke Adlin Cahya, tetapi bola lebih cepat diamankan oleh Rohan.

Unggul jumlah pemain membuat PSMS tampil lebih agresif. Namun, rapatnya pertahanan Persikad membuat sejumlah peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tetap bertahan. Hasil ini membuat PSMS gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain, sementara Persikad patut diapresiasi atas perjuangan mereka yang mampu bertahan dan mencuri poin meski bermain dengan 10 orang.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *