Okin Mengaku Hubungi Mantan Istri Soal Pengukuran Rumah, Rachel Vennya: Timeline-nya Terlalu Jauh

Konflik Rachel Vennya dan Okin: Persoalan Rumah yang Memicu Kekacauan

Polemik antara Rachel Vennya dan Niko Al Hakim, yang akrab disapa Okin, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Isu ini muncul setelah Rachel menyampaikan kekecewaannya terkait pengukuran rumah tanpa pemberitahuan awal. Hal ini memicu reaksi dari publik dan menunjukkan adanya ketidakpuasan dari pihak Rachel.

Pernyataan Rachel tentang Pengukuran Rumah

Rachel mengungkapkan bahwa dirinya merasa kecewa karena ada pihak yang datang untuk mengukur rumah tanpa memberi tahu sebelumnya. Menurutnya, aset tersebut seharusnya menjadi bagian dari kesepakatan bersama untuk anak mereka, Xabiru Oshe Al Hakim. Ia menyebut bahwa rumah itu awalnya dianggap sebagai bentuk pengganti nafkah, namun kini justru akan dijual.

“Saya merasa dikhianati karena tidak ada komunikasi yang baik sebelum pengukuran dilakukan,” ujarnya dalam sebuah unggahan di media sosial.

Penjelasan Okin tentang Klarifikasi

Okin membantah klaim Rachel dengan menyatakan bahwa dirinya sudah memberi kabar kepada mantan istrinya. Namun, ia mengakui adanya kesalahpahaman dalam narasi yang berkembang. Dalam klarifikasinya, Okin menjelaskan bahwa rumah tersebut dibeli sebelum anak pertamanya lahir, dengan harapan bisa menjadi tempat tinggal yang baik bagi keluarga kecilnya.

“Rumah itu dibeli dimomen sebelum anak pertama gue lahir dengan harapan rumah tersebut menjadi awal baik bagi keluarga kecil gue,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa setelah perceraian, terjadi proses panjang dalam pembagian harta dan komunikasi yang dinilai tidak berjalan mulus. Okin mengungkapkan bahwa saat itu, Rachel memberikan statement yang tidak sesuai dengan omongannya awalnya.

Masalah Etika dalam Komunikasi

Kuasa hukum Rachel, Ragahdo Yosodiningrat, memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa ada masalah etika dalam komunikasi antara kedua belah pihak. Menurutnya, waktu antara kedatangan pihak pengukur rumah dan pemberitahuan kepada Rachel terlalu jauh.

“Ada info yang saya dapat bahwa orang rumah ini orang datang ngecek rumah itu segala macam jam 11.00 siang, ternyata baru diinformasikan kepada Rachel jam 4 sore,” jelas Ragahdo.

Ia menegaskan bahwa solusi yang diharapkan tetap mengarah pada pemenuhan tanggung jawab terhadap anak. “Solusi yang baik dalam artian ya cobalah tanggung jawabnya seperti apa gitu. Ini kembali lagi kita mencari keadilan dan menuntut hak tanggung jawabnya seorang ayah.”

Perkembangan Terbaru dalam Kasus Ini

Okin juga mengungkapkan bahwa ia sempat merasa kecewa atas respons yang diterimanya saat membahas hal tersebut. Ia mengaku bahwa ada kelalaian dalam membayarkan kewajiban pada 2023 akibat kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan. Selain itu, ia menyebut adanya kesalahpahaman terkait pembayaran KPR di awal 2026.

“Di awal tahun 2026, ada kesalahpahaman dalam pembayaran rumah tersebut antara gue dan bank, yang mana gue merasa sudah melakukan pembayaran setiap bulannya. Namun pihak bank mengatakan ada miss yang membuat pihak bank ingin melabeli rumah tersebut,” terangnya.

Okin menjelaskan bahwa keputusan menjual rumah diambil sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan. “Karna semua masalah ini sudah terlalu panjang dan terlalu jauh, gue memutuskan untuk menjual rumah tsb karna gue merasa banyak timbulnya perselisihan.”

Awal Permasalahan

Rachel Vennya juga membeberkan terkait perjanjian saat bercerai dulu dengan mantan suaminya. Ia menyatakan bahwa di awal perjanjian, dia memberikan rumah yang disebut sebagai #rumahuntukbiru, dengan harapan Okin hanya memiliki kewajiban nafkah dan kasih uang mut’ah. Namun, hal tersebut tidak terwujud.

“Ternyata nggak dikasih, win win solution dia yang kasih itu rumah biar dia nggak nafkahin anak-anak lagi,” jelas Rachel.

Rachel pun setuju dan mengambil alih rumah tersebut dengan merenovasinya. Serta kini ditempati oleh adik-adiknya. “Pas dateng ke rumah udah bobrok pas dia pakai, akhirnya kita renov buat adek-adek.”

Namun, kesepakatan tersebut hanya berdasarkan kepercayaan satu sama lain saja dan tidak ada catatan hitam di atas putih. Kini Rachel mendapati kabar rumah tersebut mendadak dijual oleh pihak Okin. Bahkan pihak calon pembeli sudah melakukan pengukuran di rumah tersebut.


Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *