Hamil 3 Bulan, Istri Dihancurkan Suami Pengantin Baru

Penemuan Jasad Aulia Zakrike yang Menggemparkan Warga Desa Air Kopras

Warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita bernama Aulia Zakrike (18). Korban ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan dengan luka sayat di bagian leher di dalam kamarnya, pada Kamis (5/2/2026).

Aulia diketahui baru menikah tiga bulan lalu dan sedang dalam kondisi mengandung. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya, Zamzami (50), sesaat setelah dirinya pulang dari Pasar Muara Aman. Belakangan, terungkap bahwa pelaku ternyata adalah suaminya sendiri, Oga Yunanda (23).

Saat memasuki kamar, Zamzami mendapati putrinya sudah tergeletak telentang di atas tempat tidur dalam kondisi tidak bernyawa. Tak jauh dari jasad korban, ditemukan sebilah pisau dapur yang diduga kuat berkaitan dengan luka yang dialami korban.

Zamzami kemudian menghubungi suami korban, Oga Yunanda (23), serta melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan pihak kepolisian. Diketahui pula, korban dan suaminya sudah beberapa hari tidak tinggal serumah. Suami korban disebut pulang ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya.

Tak lama berselang, Oga datang ke rumah korban bersama ibunya dan mendapati sang istri telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Kondisi kamar korban yang berantakan serta sejumlah luka di tubuh korban semakin menguatkan dugaan adanya perlawanan sebelum korban meninggal dunia.

Motif Dendam Lama

AKP Darmawel mengungkapkan bahwa motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa sakit hati yang telah lama dipendam pelaku terhadap korban. “Dari hasil pemeriksaan, faktor utamanya karena sakit hati. Pelaku merasa tertekan akibat berbagai permasalahan rumah tangga yang terjadi,” ujarnya.

Oga Yunanda tidak memiliki pekerjaan tetap. Kondisi tersebut memicu konflik berkepanjangan dalam rumah tangga mereka. Bahkan, pihak keluarga korban sempat meminta agar pelaku kembali ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, sembari mencari pekerjaan.

Selain persoalan ekonomi, hubungan rumah tangga pasangan muda ini juga kerap diwarnai cekcok dan keributan. Sejumlah perkataan dan perlakuan tak pantas yang diterima pelaku semakin menumpuk menjadi dendam. “Pelaku mengaku sakit hati, permasalahan keluarga, sehingga dendam,” lanjut Kasat.

Menurut keterangan warga sekitar, saat peristiwa tragis itu korban berada sendirian di rumah. Ibu korban yang berprofesi sebagai guru tengah mengajar di salah satu sekolah, sementara ayahnya berjualan di pasar. Adapun suami korban, Oga, juga tidak berada di lokasi kejadian. Oga disebut pulang ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya.

Warga sekitar mengaku tidak mendengar adanya suara mencurigakan maupun keributan sebelum korban ditemukan meninggal dunia. “Ibunya guru, bapaknya jualan. Dia anak tunggal. Kami tidak dengar ada ribut-ribut sebelumnya,” kata seorang warga setempat.

Berdasarkan keterangan suami korban kepada penyidik, sekitar pukul 11.00 WIB ia menghubungi ayah mertuanya. Saat itu, Oga mengaku memiliki firasat buruk terkait kondisi istrinya. Mendapat kabar tersebut, ayah korban langsung pulang ke rumah untuk memastikan keadaan putrinya.

Setibanya di rumah, ia mendapati Aulia telah tergeletak tidak bernyawa di dalam kamar dengan luka sayatan di bagian leher serta darah berceceran di sekitar tubuh korban. Ayah korban kemudian menghubungi kembali menantunya dan menyampaikan bahwa putrinya mengalami kecelakaan, tanpa menjelaskan secara rinci kondisi sebenarnya.

Tak lama berselang, Oga datang ke rumah korban bersama ibunya dan mendapati sang istri telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Kondisi kamar korban yang berantakan serta sejumlah luka di tubuh korban semakin menguatkan dugaan adanya perlawanan sebelum korban meninggal dunia.

Kondisi Korban Saat Ditemukan

AKP Darmawel Saleh mengungkapkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan sangat mengenaskan. Pada bagian leher korban terdapat luka sayatan yang cukup parah. Korban ditemukan dalam kondisi batang tenggorokan nyaris putus. “Selain luka sayatan, juga didapati adanya bekas cengkeraman kuku di sekitar luka pada leher korban,” ungkap Darmawel.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan. “Hal itu diperkuat dengan kondisi mayat yang sudah mulai kaku,” jelasnya.

Postingan Terakhir

Kasus meninggalnya ibu muda ini menjadi sorotan setelah sebuah unggahan media sosial yang diduga milik korban mendadak viral di kalangan warganet. Unggahan tersebut dinilai memiliki makna mendalam dan disebut-sebut sebagai postingan terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar.

Akun Facebook bernama Sesadd, yang diketahui merupakan akun pribadi milik korban, tercatat sempat memperbarui foto profil pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 10.04 WIB. Dalam unggahan tersebut, korban menuliskan caption bernada pilu, “Seribu yang datang tidak akan sama seperti satu yang hilang.” Kalimat itu kini ramai ditafsirkan warganet setelah kabar kematian korban menyebar luas.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *