Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, tercatat memiliki kekayaan senilai Rp 20,3 miliar saat ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat malam (11/4).
Berdasarkan data dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Gatut melaporkan asetnya dengan total nilai mencapai Rp 20,3 miliar. Dalam laporan tersebut, terdapat 18 unit kendaraan bermotor dan mobil yang menjadi bagian dari harta kekayaannya.
Pada saat pertama kali menjabat sebagai Bupati Tulungagung, Gatut menyertakan data mengenai tanah dan bangunan dalam LHKPN-nya. Total nilai tanah dan bangunan yang dilaporkan mencapai Rp 14.532.711.000. Dari jumlah tersebut, terdapat 20 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Tulungagung.
Selain itu, dia juga melaporkan kepemilikan 18 alat transportasi dan mesin sebelum menjabat sebagai bupati. Nilai dari aset tersebut mencapai Rp 3.470.500.000. Di antaranya adalah 1 unit mobil Toyota Alphard tahun 2021, Toyota Innova Zenix tahun 2024, Toyota Innova tahun 2021, serta beberapa mobil truk Mitsubishi dengan tahun produksi berbeda.
Gatut juga melaporkan kepemilikan Toyota Land Cruiser tahun 2023 dengan harga Rp 1.300.000.000. Selain itu, terdapat harta bergerak lainnya senilai Rp 1.740.000.000 serta kas dan setara kas sebesar Rp 592.000.000.
Dengan demikian, total kekayaan Gatut mencapai angka Rp 20.335.211.000.
Setelah ditangkap dalam OTT, Gatut dibawa ke Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel). Pagi ini (11/4), dia sudah tiba di kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan pasca-OTT.
Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetya, menyampaikan bahwa penyidik telah membawa Gatut ke Gedung Merah Putih. Ia tiba di kantor KPK pada pukul 06.50 WIB. Setelah tiba, Gatut langsung menjalani pemeriksaan intensif terkait dengan OTT yang dilakukan oleh KPK.
”Dalam lanjutan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur, pagi ini, tim membawa bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” ujar Budi.
Budi juga mengungkapkan bahwa pihaknya turut mengamankan sejumlah pihak lainnya. Pagi tadi, Sabtu (11/4), mereka dibawa ke Surabaya usai menjalani pemeriksaan di Kantor Polresta Tulungagung.
Budi memastikan bahwa pihaknya akan terus memperbarui informasi mengenai OTT tersebut.
Sebelumnya, penyidik KPK mengamankan sejumlah barang bukti dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo. Daftar barang bukti tersebut termasuk uang tunai dengan nilai ratusan juta rupiah.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi oleh awak media pada Sabtu (11/4). Dia menyatakan bahwa penyidik KPK turut mengamankan beberapa barang bukti dalam operasi senyap yang berlangsung pada Jumat malam (10/4).
”Ada uang ratusan juta rupiah (yang diamankan penyidik KPK dalam OTT bupati Tulungagung),” ungkap Fitroh.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












