Pengakuan Hendrikus, Atlet MMA yang Tewaskan Nus Kei di Bandara

Penangkapan Pelaku Pembunuhan Nus Kei di Bandara Maluku Tenggara

Polisi telah menangkap dua pelaku yang terlibat dalam pembunuhan Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara. Dua tersangka yang ditangkap adalah HR alias Hendrikus dan FU alias Finis. Setelah penangkapan tersebut, identitas salah satu pelaku, Hendrikus Rahayaan (HR), diketahui memiliki latar belakang sebagai atlet Mixed Martial Arts (MMA).

Selain berprofesi sebagai atlet MMA, Hendrikus juga diketahui sebagai keponakan dari tokoh preman Jakarta, John Kei. Penangkapan kedua tersangka dilakukan oleh personel Polres Maluku Tenggara setelah insiden pembunuhan terjadi.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, menjelaskan bahwa motif pelaku melakukan penikaman adalah dendam lama terkait peristiwa berdarah di Jakarta pada tahun 2020 silam. “Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu,” jelas AKBP Rian Suhendi.

Kronologi Kejadian

Insiden maut ini terjadi sesaat setelah korban mendarat dari penerbangan asal Ambon sekitar pukul 11.10 WIT. Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak dikenal (OTK). Pada momen tersebut, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora, langsung membanting pelaku. Namun, pelaku melawan dan melarikan diri.

“Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora.” Melihat kejadian tersebut, Saudara Antonius Rumatora sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri.

Setelah itu, Nus Kei sempat berlari ke dalam bandara, tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi. Nus Kei lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

“Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital,” tuturnya. Berdasarkan laporan yang diterima, Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.

Tujuan Nus Kei ke Kabupaten Maluku Tenggara

Di sisi lain, maksud dari Nus Kei berada di Kabupaten Maluku Tenggara adalah untuk menghadiri acara partai. “Kedatangan Agrapinus Rumatora, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026,” katanya.

Penangkapan Pelaku

Penangkapan kedua tersangka dipimpin langsung oleh personel Polres Maluku Tenggara sesaat setelah insiden tersebut terjadi. Proses penangkapan dilakukan dengan cepat dan efektif sehingga para pelaku dapat segera diamankan.




Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *