Rencana Pembangunan Alun-Alun Ibu Kota Kabupaten Malang Akhirnya Menemui Titik Terang
Rencana pembangunan Alun-Alun Ibu Kota Kabupaten Malang di Kecamatan Kepanjen yang selama 19 tahun terakhir tertunda akhirnya menemui titik terang. Proyek ini sebelumnya tidak dapat diwujudkan karena kendala anggaran, namun kini Bupati HM Sanusi MM berkomitmen untuk mewujudkannya dalam waktu dekat.
Bupati Sanusi mengambil langkah strategis dengan mempertimbangkan skema pembiayaan melalui pinjaman dari Bank Jatim. Hal ini dilakukan setelah melakukan studi banding ke Pemkab Banyuwangi, yang berhasil menata Taman Blambangan dengan pendanaan serupa.
Studi Banding ke Banyuwangi dan Hasilnya
Pada Kamis (9/4/2026), rombongan Pemkab Malang yang dipimpin oleh Bupati HM Sanusi MM diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sanusi mendapatkan banyak masukan dan motivasi untuk mewujudkan proyek Alun-Alun Ibu Kota Kabupaten Malang.
Selain itu, rombongan juga diajak meninjau langsung Taman Blambangan yang kini menjadi pusat keramaian dan ikon wisata Banyuwangi. Hasil dialog ini memberikan keyakinan bagi Bupati Sanusi bahwa proyek alun-alun baru bisa diwujudkan dengan skema pinjaman yang lebih besar.
Lokasi dan Perkiraan Dana
Bupati Sanusi menyampaikan bahwa rencananya alun-alun baru akan dibangun di lahan belakang Pendopo Pemkab Malang di Kepanjen atau di sisi utara Stadion Kanjuruhan. Dengan proyeksi kebutuhan dana mencapai Rp500 miliar, Bupati Sanusi berharap proyek ini bisa segera dimulai tahun ini.
Sekda Budiar menjelaskan bahwa studi banding ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dalam merencanakan penggunaan pembiayaan dari luar APBD. Alun-alun ini diharapkan menjadi legacy Bupati Sanusi sekaligus penggerak kemajuan kota.
Potensi Pinjaman dari Bank Jatim
Ketua Fraksi PDIP, Abdul Qodir atau Adeng, menilai Bank Jatim sebagai mitra pengelola APBD Pemkab Malang sebesar Rp 5 triliun per tahun semestinya menyambut baik rencana pinjaman ini. Dalam studi banding tersebut, Kepala Cabang Bank Jatim dari Kabupaten Malang maupun Banyuwangi turut hadir untuk melihat urgensi pembangunan tersebut.
Adeng menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar revitalisasi seperti di Kota Malang, melainkan pembangunan alun-alun baru dari awal. Oleh karena itu, jumlah pinjaman diprediksi akan jauh lebih besar dibandingkan Banyuwangi.
Perbedaan PAD Antara Banyuwangi dan Kabupaten Malang
“Sebab, PAD Banyuwangi itu sekitar Rp 600 miliar, sedang Pemkab Malang sekitar Rp 1,4 triliun,” tegas Adeng. Ia juga menyebutkan bahwa dari obrolan tim dan Pak Bupati, minimal Rp 500 miliar pinjaman diperlukan untuk membikin alun-alun baru tersebut.
Harapan Masa Depan
Darmadi, Ketua DPRD Kabupaten Malang, menyebutkan bahwa pembangunan alun-alun selalu tertunda karena kebutuhan anggaran yang cukup besar. Namun, jika Pak Bupati Sanusi berhasil mewujudkan proyek ini, ia akan meninggalkan legacy yang akan selalu menceritakan prestasinya.
Adeng juga digadang-gadang akan berlaga di Pilkada 2029 nanti, sehingga proyek ini menjadi bagian dari visi politiknya.












