Budaya  

Pameran Memoar Grafis Samarinda 2026 Tampilkan 200 Karya dari 20 Kreator Kota Tepian

Pameran Desain Grafis Samarinda Graphic Memoir Exhibition 2026

Pameran desain grafis yang diberi judul Samarinda Graphic Memoir Exhibition 2026 kembali menghadirkan karya-karya seni yang menarik perhatian masyarakat. Pameran ini berlangsung dari tanggal 11 hingga 19 April 2026 di Gedung Samarinda Design Hub, Griya Karpet Salma Shofa, Sempaja, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Lebih dari 200 karya yang dipamerkan berasal dari 20 kreator asli Samarinda.

Salah satu peserta yang hadir dalam pameran ini adalah Riska, warga Loa Janan Desa Purwajaya Kabupaten Kutai Kukar. Ia mengaku antusias dengan karya-karya yang ditampilkan sejak pameran pertama pada tahun 2023. “Saya sangat menyukai karya-karya desain grafis yang ada di sini. Saya juga suka karena teman saya salah satu animatornya,” ujarnya.

Selain itu, pendiri Kampung Dongeng Kalimantan Timur, Fitri Susilowati, menilai bahwa semua karya yang dipamerkan memiliki nilai cerita yang tinggi. Menurutnya, Samarinda tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari kenangan yang mendalam. “Ini menunjukkan betapa pentingnya pengalaman belajar melalui pengalaman langsung,” katanya.

Fitri juga mengapresiasi Ramadhan yang mampu menceritakan kembali pengalaman lewat visual. “Ia bisa menyampaikan pikirannya, protesnya, atau kebanggannya lewat pameran desain grafis Samarinda Design Hub. Banyak generasi Z yang bangga dengan Samarinda-nya,” tambahnya.

Pengalaman Hidup dalam Karya Seni

Tidak semua kota bisa dipahami dari peta, data, atau angka-angka pembangunan. Ada kota yang justru hidup dalam ingatan warganya melalui cerita kecil, pengalaman sehari-hari, dan hal-hal yang sering luput dari catatan resmi. Pameran ini mencoba untuk memperlihatkan bagaimana Samarinda terasa nyata melalui narasi-narasi personal dari warga setempat.

Penggagas pameran, Ramadhan S., sebagai akademisi, praktisi desain, ilustrator, sekaligus Founder Samarinda Design Hub, menjelaskan bahwa semua yang ia lakukan berangkat dari satu hal sederhana: menggambar. Dari gambar, lahir berbagai bentuk karya, tulisan, dan pameran.

Pendekatan Visual dalam Pameran

Dalam pameran ini, kota Samarinda tidak ditampilkan sebagai sesuatu yang utuh dan seragam, tetapi justru disusun dari fragmen-fragmen pengalaman personal. Mulai dari ingatan masa kecil, makanan khas, dinamika lingkungan tempat tinggal, hingga perubahan ruang kota semuanya hadir dalam bentuk visual yang intim dan reflektif.

“Medium yang dipilih dalam pameran ini adalah graphic memoir, sebuah bentuk yang menggabungkan teks dan visual dalam satu pengalaman yang utuh. Lewat pendekatan ini, cerita personal tidak hanya diceritakan, tetapi juga dirasakan,” ujar Ramadhan.

Setiap karya dalam pameran menjadi bagian dari lanskap narasi yang lebih luas tentang Samarinda sebagai kota yang hidup, berubah, dan terus dibentuk oleh pengalaman warganya. Pameran ini juga menunjukkan bahwa kota tidak selalu harus dibaca dari atas melalui rencana, peta, atau statistik. Kota bisa dibaca dari dalam, melalui pengalaman mereka yang hidup di dalamnya.

Hadir untuk Semua Kalangan

Terbuka untuk pelajar, mahasiswa, pelaku kreatif, hingga masyarakat umum, pameran ini mengajak pengunjung untuk tidak sekadar melihat karya, tetapi juga membaca dan merasakan. Mungkin, di antara cerita-cerita tersebut, pengunjung akan menemukan potongan pengalaman yang terasa dekat atau justru sudut pandang baru yang belum pernah terpikirkan.

Pameran ini bukan hanya sekadar pameran karya seni, tetapi juga ajang untuk memahami bagaimana kota Samarinda terasa nyata melalui pengalaman dan narasi yang dihidupkan oleh warganya sendiri.


Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *