Daerah  

Proyeksi Besar Pemkab Jepara Angkat Sektor Wisata, Infrastruktur Jadi PR Utama

Perayaan Hari Jadi ke-477 Tahun Kabupaten Jepara

Usia Kabupaten Jepara yang menginjak 477 tahun menyimpan berbagai cerita di balik perjuangan pembangunan daerah. Selain pencapaian pada setiap satu tahun pembangunan berlangsung, masih menyimpan PR yang menjadi catatan Pemkab Jepara yang harus diselesaikan.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, arah kebijakan Jepara pada 2026-2027 dipusatkan untuk pengembangan sektor wisata. Dengan konsentrasi tersebut, sektor infrastruktur bakal mengikuti, sebagai bagian tidak terpisahkan dari upaya pengembangan destinasi wisata. Di antaranya infrastruktur jalan, lampu penerangan jalan umum (LPJU), juga infrastruktur penunjang tempat wisata.

Mas Wiwit menegaskan, semua sektor wisata bakal digarap serius, tanpa membeda-bedakan. Hanya saja, sektor wisata yang memiliki daya ungkit Jepara dan daya jual tinggi bakal jadi prioritas utama, tanpa meninggalkan sektor lainnya.

“Arah kebijakan Jepara 2026 dan 2027 kembangkan pariwisata. Infrastruktur daerah kami arahkan ke pariwisata.” “Seluruh wisata yang memiliki daya ungkit tinggi untuk Jepara akan kami kerjakan terlebih dahulu,” terangnya seusai memimpin Apel Hari Jadi ke-477 di Alun-alun Jepara Jumat (10/4/2026).

Witiarso menyebut, Jepara memiliki kekayaan dan potensi alam yang bernilai jual tinggi. Selain wisata pantai dengan kekayaan yang ada di pesisir laut, Jepara juga memiliki potensi alam yang indah di sektor pegunungan lereng Muria. Tak hanya itu, Jepara memiliki berbagai kekayaan di bidang kerajinan dan budaya yang bisa juga didorong lebih maju sebagai bagian dari wajah Kabupaten Jepara.

Di antaranya sentra kerajinan ukir, baju muslim, tenun troso, monel, kerajinan dari tanah liat menjadi genteng hingga batu bata, serta berbagai potensi dan kekayaan lainnya yang bisa dikembangkan. Dia ingin Jepara bangkit lebih maju lagi dengan menggarap serius potensi kekayaan daerah yang ada. Tanpa meninggalkan warisan leluhur yang telah diberikan untuk Jepara.

“Kami kerjakan ini bersama-sama, melibatkan akademisi, pelaku usaha dan pihak-pihak lain.” “Karena tidak mampu pemerintah daerah bekerja sendirian, dan kami pastikan 2026 infrastruktur jalan mulus,” tegas dia.

Capaian Positif Bagian dari Modal Semangat Kerja

Di tahun kedua kepemimpinannya, Witiarso menilai bahwa perayaan Hari Jadi ke-477 tahun tidak hanya sekadar menjadi perayaan sebuah usia semata, tetapi refleksi perjalanan panjang daerah yang dibangun dari kerja keras, kreativitas, dan keteguhan semua pihak. Kata dia, Hari Jadi merupakan semangat baru yang akan dibawa setiap derah untuk satu tahun pembangunan ke depan.

Dengan mengangkat tema “Kerja Tulus Wujudkan Jepara Mulus”, Pemkab hadir sebagai cerminan semangat seluruh elemen masyarakat untuk bekerja gunakan hati, penuh keikhlasan, dan kebersamaan. Dimana pemerintah berupaya memfasilitasi, namun keberhasilan bergantung pada sinergi dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.

“Hadirnya kualitas infrastruktur yang baik diharapkan dapat menggerakkan pembangunan di semua sektor. Mulai dari sektor ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan dan budaya,” tuturnya.

Mas Wiwit menjelaskan, di tahun pertama pelaksanaan visi Jepara Mulus, pertumbuhan ekonomi Jepara meningkat menjadi 5,91 persen dari sebelumnya 4,22 persen. Tingkat kemiskinan turun dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 74,32 menjadi 74,90.

Selain itu, nilai investasi Jepara dalam satu tahun terakhir (2025) mencapai hampir Rp2 triliun. Sebuah capaian yang menggembirakan dalam mendukung pembangunan suatu daerah di berbagai sektor urusan. Nilai investasi yang masuk mendorong lahirnya peluang usaha terbuka, dimana 36.000 tenaga kerja terserap selama satu tahun berjalan.

Besarnya angka keterserapan tenaga kerja baru turut menyumbang kontribusi dalam hal penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi 3,30 persen dari sebelumnya 3,34 persen.

Di sektor infrastruktur, lanjut Mas Wiwit, pada tahun pertama kepemimpinannya berhasil memelihara dan meningkatkan kualitas jalan sepanjang 421,84 kilometer. Semua ruas jalan yang ada di Jepara ditargetkan dalam kondisi baik pada 2026.

“Momentum yang penuh makna ini, harus dijadikan untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Jepara yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. Juga semangat baru dalam bekerja dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” tegasnya.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *