Seminar Peran Perempuan dalam Penguatan Wawasan Kebangsaan
WKRI DPD NTT menggelar seminar sehari yang mengangkat tema Peran Perempuan dalam Penguatan Wawasan Kebangsaan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) sekaligus HUT ke-75 WKRI Dewan Pengurus Daerah (DPD) Nusa Tenggara Timur.
Seminar ini diadakan di Hotel T-More Kupang, Sabtu (7/3/2026). Acara ini menampilkan tiga nara sumber penting dari berbagai kalangan, yaitu kalangan militer, pemerintah, dan gereja. Ketua Panitia HUT Ke-75 WKRI DPD NTT, Dr. Kristina Harming Ragu, S.K.M, M.Kes, menjelaskan bahwa nara sumber pertama adalah Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, kemudian Bapak Gubernur NTT, dan yang ketiga Bapak Uskup sebagai gembala umat Katolik di Kota Kupang.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai kalangan seperti anggota DPR, organisasi perempuan, Pemuda Katolik, mahasiswa PMKRI, unsur TNI dan Polri beserta istri-istri mereka, organisasi lintas agama, serta pimpinan instansi. Dari jumlah tersebut, hampir 90 persen peserta hadir.
Kegiatan Sosial dan Lomba dalam Rangka HUT
Selain seminar, WKRI DPD NTT juga menyelenggarakan beberapa kegiatan sosial sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-75. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain kunjungan ke Lapas Perempuan Kupang dengan memberikan bingkisan serta tanda kasih kepada warga binaan. Selain itu, WKRI juga terlibat dalam peringatan Hari Orang Sakit Sedunia pada 11 Februari dengan mengunjungi pasien di Rumah Sakit Borromeus Kupang bersama para suster.
Pada kesempatan itu, WKRI memberikan bunga mawar sebagai tanda kasih untuk menguatkan hati para pasien. Di tingkat provinsi, kegiatan serupa juga dilakukan oleh pengurus cabang di berbagai daerah seperti Flores Timur, Labuan Bajo, dan Ruteng dengan melakukan kunjungan kepada orang sakit.
Di samping itu, WKRI juga menggelar berbagai lomba, seperti lomba mewarnai bagi anak-anak PAUD untuk menumbuhkan kreativitas sejak dini, lomba pidato bagi Orang Muda Katolik (OMK) sebagai upaya sosialisasi organisasi WKRI kepada generasi muda, serta lomba paduan suara yang membawakan lagu-lagu daerah dari Flores Timur, Manggarai, Sumba, dan Timor serta Mars WKRI. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Ziarah dan Peluncuran Buku
Selain kegiatan tersebut, WKRI juga melakukan ziarah ke makam para pendahulu organisasi yang telah wafat sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka. Lebih lanjut, Kristina mengungkapkan bahwa dalam momentum perayaan ini WKRI DPD NTT juga sedang menyiapkan dua buku yang akan diluncurkan pada puncak perayaan HUT pada 26 Juni 2026.
Buku pertama berjudul “Jejak Perjuangan Wanita Katolik di Nusa Tenggara Timur” yang memuat perjalanan dan kontribusi WKRI di wilayah NTT sejak 1951 hingga 2026. Buku ini disusun dengan kontribusi dari seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan pengurus DPD WKRI NTT serta dibantu oleh wartawan senior Frans Pati Herin.
Sementara buku kedua berjudul “Berbicara dengan Diam” yang mengangkat isu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Buku ini akan memuat kisah para korban, para pejuang yang terlibat dalam penanganan kasus kekerasan, serta merumuskan strategi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Pentingnya Peran Perempuan
Kristina menegaskan bahwa pemilihan tema seminar dilatarbelakangi oleh tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga maupun masyarakat untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan serta mengawasi tumbuh kembang anak.
“Peran perempuan itu sangat strategis. Seperti yang disampaikan narasumber, perempuan adalah akar dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Karena itu WKRI sebagai organisasi sosial kemasyarakatan ingin berada di garda terdepan untuk memperkuat keluarga dan mencegah berbagai bentuk kekerasan,” ujarnya.
Ia berharap melalui seminar ini akan lahir rekomendasi dan komitmen bersama dari para peserta untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT. Nantinya akan dirumuskan rangkuman hasil diskusi yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para peserta.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











