Daerah  

Bupati Trenggalek Mas Ipin Pimpin Apel Operasi Ketupat Semeru 2026, Antisipasi Macet dan Longsor

Kesiapan Pengamanan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 di Trenggalek

Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah melakukan persiapan matang untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Dalam rangkaian Operasi Ketupat Semeru 2026, sebanyak 750 personel gabungan disiapkan untuk memastikan kelancaran lalu lintas serta menjaga keamanan masyarakat selama liburan lebaran.

Fokus Pada Titik-Titik Rawan

Operasi ini difokuskan pada beberapa wilayah yang dianggap rawan, terutama jalur perkotaan, kawasan wisata Watulimo, serta jalur longsor di Tugu–Ponorogo. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau lebih dikenal dengan panggilan Mas Ipin, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rapat-rapat untuk memetakan potensi kerawanan dan titik-titik yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan.

“Sebelumnya, kita sudah mendahului dengan rapat-rapat dan memetakan beberapa potensi kerawanan maupun titik yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan,” ujarnya.

Untuk memperlancar perjalanan masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum bersama Satlantas telah melakukan pemetaan terhadap ruas jalan yang belum dalam kondisi prima. Hal ini dilakukan agar bisa dilakukan penanganan terbatas guna memastikan kelancaran lalu lintas selama masa mudik.

Penempatan Pos Pengamanan dan Pantau

Polres Trenggalek telah menyiapkan tiga pos pengamanan utama dan satu pos pantau di sejumlah titik strategis. Tiga pos pengamanan tersebut ditempatkan di pintu masuk arah Tulungagung-Trenggalek-Ponorogo, pusat kota, serta kawasan wisata Watulimo. Sementara itu, pos pantau berada di wilayah Tugu menuju Ponorogo yang sebelumnya sempat terdampak longsor.

“Wilayah Tugu tetap dilakukan pemantauan agar bisa membantu kelancaran arus mudik maupun arus balik,” jelas Bupati.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana meminta izin kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar rest area di jalur tertentu tidak difungsikan sebagai lokasi wisata sementara waktu. Tujuan dari kebijakan ini adalah agar tersedia ruang manuver apabila terjadi kondisi darurat di jalur utama.

Keterlibatan Berbagai Unsur

Kesiapsiagaan pengamanan Lebaran melibatkan berbagai unsur mulai dari tenaga medis, BPBD, Basarnas, komunitas relawan hingga radio komunitas. Bupati juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat apabila mengalami situasi kedaruratan selama berada di wilayah Trenggalek.

“Jika terjadi kedaruratan terkait keamanan maupun keselamatan, masyarakat bisa menghubungi call center 110 atau 119,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Persiapan Personel dan Strategi Pengamanan

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 melibatkan sekitar 750 personel gabungan dari berbagai instansi, dengan sekitar 200 personel berasal dari Polres Trenggalek. Seluruh personel akan disebar di wilayah hukum Trenggalek dengan fokus pengamanan pada tiga pos utama dan satu pos pantau.

Pos pengamanan berada di Pos 12 Widowati, Durenan, serta kawasan wisata Watulimo. Sedangkan pos pantau ditempatkan di Bendungan Tugu yang menjadi salah satu titik rawan.

Menurutnya, pengamanan difokuskan pada empat aspek utama, yakni arus mudik, arus balik, aktivitas wisata, serta potensi kepadatan lalu lintas.

“Secara statistik arus mudik di Trenggalek relatif aman, namun kita perlu mengantisipasi lonjakan wisata pasca Lebaran dan tradisi kupatan di Durenan,” ujar Ridwan.

Polres juga menyiapkan tim urai kemacetan dari Satlantas yang pada tahap awal akan difokuskan di wilayah Tugu sebagai langkah antisipasi pascalongsor. Selanjutnya, tim akan bergeser ke kawasan wisata Watulimo saat masa libur Lebaran.

Dengan kesiapan personel dan strategi pengamanan tersebut, diharapkan arus mudik dan libur Lebaran 2026 di Kabupaten Trenggalek dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.


Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *