Saipan: Tujuan Wisata Kelahiran yang Menarik Perhatian Warga Tiongkok
Saipan, sebuah wilayah yang masih berada di bawah yurisdiksi Amerika Serikat (AS), kini dikenal sebagai tujuan wisata kelahiran atau birth tourism. Di sana, ibu-ibu hamil akan melahirkan bayi mereka yang otomatis mendapat kewarganegaraan AS. Saipan terletak di Pasifik Barat dan memiliki keindahan alam yang menarik, seperti pantai berpasir putih. Selain itu, pulau ini juga menjadi saksi bisu dari pertempuran epik pada Perang Dunia II.
Masyarakat di Saipan tumbuh dengan budaya dan adat Chamorro yang masih lestari. Namun, saat ini, ada fenomena unik yang terjadi di pulau tersebut. Populasi di Saipan mengalami lonjakan angka kelahiran dari ibu berkewarganegaraan China. Hal ini membuat Saipan dikenal sebagai tujuan wisata kelahiran.
Fenomena Birth Tourism di Saipan
Fenomena ini muncul karena banyak ibu-ibu di Tiongkok memilih melahirkan anaknya di Saipan untuk mendapatkan hak atas kewarganegaraan AS. Seorang ayah asal Tiongkok merasa bahagia ketika anaknya lahir di Saipan dan menjadi warga negara AS. Ia menyebutnya sebagai “jendela yang dibuka oleh Tuhan”.
Jarak antara Saipan dengan Tiongkok hanya perjalanan 4 jam menggunakan pesawat. Selain itu, wisatawan yang datang ke pulau ini tidak memerlukan visa untuk kunjungan hingga 45 hari. Kebijakan ini memberikan kemudahan bagi warga Tiongkok untuk datang ke Saipan.
Awal Mula Saipan Jadi Tempat Wisata Kelahiran
Lonjakan birth tourism di Saipan terjadi sejak Kepulauan Mariana Utara menerapkan kebijakan bebas visa untuk mendongkrak perekonomian yang bergantung pada sektor pariwisata, terutama kasino dan tempat perjudian. Akibatnya, jumlah pengunjung asal Tiongkok meningkat pesat sejak 2009. Kini, populasi mereka mencapai 36 persen dari total wisatawan di pulau tersebut.
Pada tahun 2016, jumlah bayi yang dilahirkan dari turis-turis Tiongkok mencapai 472 bayi. Pemerintah Kepulauan Mariana Utara mengungkap bahwa untuk kali pertama jumlah turis Tiongkok yang melahirkan di sana melebihi jumlah warga Amerika.
Paket Wisata Kelahiran yang Menarik
Perusahaan perjalanan Tiongkok menawarkan berbagai paket untuk membantu ibu-ibu di negara tersebut bisa melahirkan di Saipan. Paket persalinan itu meliputi penginapan, layanan rumah sakit, dan bantuan domestik. Harga paket lengkap dimulai dari 27.000 dollar AS atau sekitar Rp 455 juta. Paket ini meliputi kartu jaminan sosial, akta kelahiran, dan paspor Amerika dengan kewarganegaraan instan untuk bayi tersebut.
Perspektif Otoritas AS
Juru bicara Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, Jaime Ruiz, mengatakan, wisata kelahiran sendiri tidak ilegal selama pengunjung memiliki dana untuk membayar prosedur medis yang diperlukan dan tidak berniat tinggal melebihi batas izin. Namun, pada 2015, Dinas Imigrasi dan Bea Cukai AS menggerebek hampir 40 lokasi yang terlibat operasi wisata kelahiran di California Selatan.
Kisah Ye, Ibu Tiongkok yang Melahirkan di Saipan
Salah satu warga Tiongkok yang memutuskan untuk melahirkan bayinya di Saipan adalah Ye. Dia tinggal melebihi batas waktu 14 hari yang diizinkan pemerintahan AS. Ye mengaku memilih melahirkan anaknya di Saipan karena ingin menghindari sistem pendidikan serta lingkungan di Tiongkok yang semakin banyak tekanan.
Ye tiba di Saipan pada bulan September. Dia masuk melalui program bebas visa 14 hari untuk warga negara Tiongkok. Sebelumnya, warga negara Tiongkok diizinkan tinggal tanpa visa selama 45 hari. Ye mengaku menemukan Saipan dari media sosial ketika dirinya meriset tempat untuk melahirkan bayinya.
Tindakan Tegas Donald Trump
Wisata kelahiran di Saipan menimbulkan masalah bagi AS. Kaum konservatif di AS berpendapat bahwa kewarganegaraan berdasarkan kelahiran mendorong imigrasi ilegal. Oleh sebab itu, Presiden AS Donald Trump segera menandatangani perintah eksekutif untuk mengakhiri apa yang terjadi di Saipan. Namun, perintah tersebut masih dalam gugatan di pengadilan.
Meski demikian, Ye berharap akan ada hasil yang baik untuk putrinya dan juga untuk dirinya sendiri. “Saya merasa begitu sampai di sini, tempat ini lebih manusiawi. Pasti akan ada cara untuk mengatasi tantangan yang saya hadapi,” ungkap Ye.
Sejak akhir tahun lalu, pelancong dari Tiongkok harus mengajukan permohonan keringanan secara online dan diperiksa melalui proses pra-penyaringan elektronik sebelum diizinkan masuk.












