Pemerintah Bantah Harga Daging Kerbau Melebihi HAP
Jakarta – Pemerintah menyangkal bahwa harga daging kerbau jauh di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) konsumen sebesar Rp80.000/kg. Mereka meminta masyarakat melaporkan toko atau pedagang yang menjual daging kerbau di atas HAP ke satuan tugas sapu bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), agar bisa ditindak.
Pada saat yang sama, harga daging sapi segar di pasar juga mengalami kenaikan dan bahkan sudah ditawarkan sebesar Rp140.000-Rp150.000/kg, melebihi ambang batas Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.
“Jika ada toko yang menjual daging kerbau beku tidak sesuai HAP, laporkan saja ke tim Satgas Saber. Biar mereka ditangkap,” ujar Dijen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda kepada wartawan di sela acara buka puasa bersama Menteri Pertanian di Kementan.
Pernyataan ini disampaikan Agung menanggapi kritik dari Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) yang menyebut pemerintah tidak adil dalam pengawasan harga penjualan daging sapi dan membiarkan harga daging kerbau impor melambung jauh di atas HAP.
“Pemerintah berlaku tidak adil dalam melakukan pengawasan harga pangan, terutama daging sapi. Daging kerbau impor yang harganya sudah melambung dan melanggar peraturan Badan Pangan Nasional malah dibiarkan saja,” kata Ketua Umum JAPPDI, Asnawi di Jakarta, Senin (9/3).
Klaim Asnawi terlihat dari pantauan harga di Panel Harga Bapanas. Bahkan, pada Kamis (12/3), harga rata-rata daging kerbau beku mencapai Rp114.385/kg atau hampir 43 persen dari HAP Rp80.000/kg. Sementara itu, rata-rata harga daging sapi murni juga sudah mencapai batas atas HAP sebesar Rp140.000/kg.
Menurut Agung, harga daging kerbau yang terjangkau sebesar Rp80.000/kg hanya tersedia di kios atau toko dengan spanduk khusus pemberitahuan penjualan daging kerbau terjangkau.
“Daging kerbau beku ini biasanya dijual di kios-kios yang punya spanduk atau tulisan harga daging kerbau terjangkau,” ujarnya.
Salah satu spanduk tersebut memang ditemui di jaringan Toko Daging Nusantara yang memberitahukan penjualan daging kerbau beku program pemerintah seharga Rp79.900/kg. Namun, harga tersebut tidak ditemukan di dalam toko yang berlokasi di Pasar Rebo, Cipayung, Jakarta Timur. Yang ada justru harga Daging Kerbau Kita dengan bandrol harga Rp101.000/kg. Yang paling murah adalah daging kerbau trimming dalam kemasan, meski masih di atas HAP, dengan bandrol Rp96.000/kg.
Bantahan tingginya harga daging kerbu juga dikemukakan Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi. “Tidak ada itu kami jual daging kerbau beku di atas Rp80.000/kg,” ujarnya.
Menurut dia, yang ditemui di sela acara buka puasa bersama Mentan, pihaknya sempat menghubungi Asnawi untuk mempertanyakan klaim pembelian JAPPDI. “Jadi, sempet ditelepon oleh staf saya dan Pak Asnawi sampai minta maaf. Jadi, tidak ada itu harga seperti yang dikatakan,” tandasnya.
Dirjen PKH Agung Suganda berupaya meredam kisruh harga daging sapi dan kerbau beku ini dengan mengungkapkan bahwa Bapanas akan memanggil Berdikari pada Kamis (12/3/2026). “Besok BUMN yang ditugaskan untuk impor daging sapi dan kerbau akan dipanggil Bapanas. Pertama Berdikari dulu, nanti berikutnya PT PPI. Tapi masih menunggu telepon deputi,” ungkapnya.
Hanya saja, ketika hal ini ditanyakan ke Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, dia mengaku tidak tahu. “Saya belum dapat informasi tentang itu, dan saya malah baru tahu dari Anda,” katanya melalui pesan WhatsApp.











