Suasana Bazar Emas Ramadan Fair di Hutan Kota Sungailiat
Cahaya matahari sore yang berwarna jingga perlahan menyelimuti kawasan depan Masjid Agung Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Rabu (11/3). Di sepanjang jalan yang membentang di depan Hutan Kota Sungailiat, deretan stan bazar Emas Ramadan Fair berdiri rapi. Warga terlihat berjalan santai menyusuri barisan pedagang, mencari takjil untuk berbuka puasa.
Partisipasi UMKM yang Menarik Perhatian
Sebanyak 30 hingga 35 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut meramaikan bazar Emas Ramadan Fair. Beragam menu tersaji di setiap stan, mulai dari lauk pauk, gorengan, sosis bakar, pempek panggang, hingga dimsum mentai dan jajanan kekinian yang menggoda selera. Aroma makanan yang baru dimasak menyebar di sepanjang area bazar.
Wangi sosis bakar, pempek bakar, dan dimsum yang masih mengepul dari tempat masak pedagang menciptakan suasana khas Ramadan yang hangat dan meriah. Pilihan minuman untuk berbuka juga tak kalah beragam. Mulai dari jus buah, sirup, es teh, jeruk peras, hingga kopi dan minuman matcha yang belakangan semakin digemari pengunjung.
Interaksi Pengunjung dengan Pedagang
Sebagian pedagang tampak santai menunggu pembeli sambil berbincang dengan sesama penjual atau memainkan ponsel. Namun sesekali mereka juga menawarkan dagangan kepada orang yang melintas di depan stan. Para pengunjung berjalan perlahan menyusuri barisan lapak, memperhatikan satu per satu menu yang dijajakan sebelum menentukan pilihan untuk berbuka puasa. Beberapa di antaranya bahkan sempat berfoto bersama teman atau keluarga di sekitar area bazar.
Menariknya, bazar Ramadan ini tidak hanya didatungi umat Islam. Dari pantauan di lokasi, sejumlah warga nonmuslim juga terlihat ikut berkeliling menikmati suasana sekaligus melihat-lihat aneka jajanan yang dijual para pelaku UMKM.
Lingkungan yang Nyaman dan Sejuk
Lokasi bazar yang berada tepat di depan kawasan Hutan Kota Sungailiat membuat suasana terasa lebih sejuk dan asri. Pada waktu yang sama, beberapa warga yang mengenakan pakaian olahraga juga terlihat melintas untuk jogging atau berjalan santai di sekitar area tersebut.
Pengalaman Pedagang dan Harapan Mereka
Muhammad Bilal Efendi (21), seorang pedagang, mengatakan dirinya mulai berjualan sejak awal Ramadan di stan nomor 31 dengan membawa merek Matcha Forest dan Roti Kucing. Menurut Bilal, pada awal Ramadan hingga pertengahan bulan, bazar tersebut dipadati pengunjung.
“Di hari pertama sampai sekitar hari ke-15 partisipasi masyarakat sangat banyak. Tapi mulai hari ke-16 pembelinya agak berkurang,” kata Bilal. Ia menambahkan, waktu paling ramai biasanya terjadi menjelang berbuka puasa, sekitar pukul 16.30 WIB hingga azan magrib.
Meski beberapa stan mulai terlihat tutup, Bilal mengaku tetap akan membuka lapaknya hingga akhir Ramadan. “Harapannya semoga semakin ramai dan masyarakat bisa terus mendukung UMKM di Sungailiat,” ujarnya. Di lapaknya, Bilal menjual roti dengan berbagai varian rasa seharga Rp18 ribu. Sementara minuman matcha dibanderol mulai dari Rp18 ribu hingga Rp25 ribu.
Rencana dan Kegiatan Lain dalam Ramadan Fair
Sementara itu, PIC Festival Emas Ramadan Fair, Yusuf Mujarobi (38), menjelaskan bazar tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan Fair yang baru pertama kali diselenggarakan tahun ini. Menurut Yusuf, jumlah pengunjung setiap hari dapat berubah-ubah tergantung kondisi cuaca dan hari libur.
“Kalau hari libur biasanya lebih ramai. Kalau hujan memang agak sepi, tapi tetap ada pengunjung,” katanya. Ia menambahkan, kegiatan Emas Ramadan Fair melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Bangka, Masjid Agung Sungailiat, serta Bank Sumsel Babel Syariah.
Selain bazar UMKM, sejumlah kegiatan lain juga digelar untuk memeriahkan Ramadan. Mulai dari pesantren kilat bagi siswa sekolah dasar, lomba tartil Al-Qur’an, lomba vokal solo, hingga rencana kegiatan i’tikaf bersama di Masjid Agung Sungailiat.
“Melihat antusias masyarakat, kemungkinan kegiatan ini akan dilanjutkan lagi tahun depan dan diharapkan bisa lebih meriah,” ujar Yusuf.
Perspektif Pengunjung dan Harapan Mereka
Salah seorang pengunjung, Rindu (21), mengaku sudah dua kali datang ke bazar tersebut untuk mencari takjil berbuka puasa. Menurutnya, suasana bazar pada awal Ramadan terasa jauh lebih ramai dibandingkan sekarang.
“Waktu awal Ramadan kemarin sangat ramai, mungkin karena masyarakat penasaran dengan suasana bazar ini,” katanya. Meski jumlah pengunjung mulai berkurang, Rindu berharap kegiatan serupa tetap diadakan pada tahun-tahun mendatang dengan pilihan menu yang lebih beragam.
“Harapannya tahun depan tetap diadakan lagi dengan menu yang lebih bervariasi supaya masyarakat tidak bosan dan UMKM juga bisa terus berkembang,” ujarnya.
Persiapan dan Keberlanjutan Bazar
Para pedagang biasanya mulai menyiapkan stan sejak pukul 14.00 WIB. Menjelang pukul 15.00 WIB, akses jalan di depan Masjid Agung Sungailiat dan kawasan Hutan Kota ditertibkan agar aktivitas bazar berjalan lancar hingga waktu berbuka puasa.
Meski tidak seramai awal Ramadan, bazar Emas Ramadan Fair di kawasan Hutan Kota Sungailiat tetap menjadi tempat favorit warga untuk berburu takjil sekaligus ruang bagi pelaku UMKM mencari berkah di bulan suci.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."












