Persiapan Pemudik Lebaran 2026 di Jawa Barat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah mempersiapkan berbagai langkah untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Berbagai skenario pengaturan lalu lintas hingga penempatan ribuan personel disiapkan guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar, menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan sejak dua bulan sebelum Ramadan. Hal ini dilakukan karena Jawa Barat baru saja menghadapi periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Perencanaan sudah kita lakukan sekitar dua bulan yang lalu. Kita baru selesai Nataru, tidak lama kemudian langsung bersiap menghadapi Lebaran,” ujarnya.
Dishub Jawa Barat juga telah menggelar apel siaga internal serta apel siaga bersama kepolisian sebagai tanda kesiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Seluruh rangkaian operasi angkutan Lebaran tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu, 14 Maret hingga 29 Maret 2026 atau sekitar dua pekan.
Jawa Barat memiliki posisi yang sangat unik dalam pergerakan arus mudik nasional. Selain menjadi tujuan pemudik, wilayah ini juga menjadi jalur lintasan utama menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut survei Kementerian Perhubungan, tujuan pemudik nomor satu adalah Jawa Tengah, kemudian Jawa Timur, dan nomor tiga Jawa Barat. Namun di sisi lain, Jawa Barat juga menjadi daerah asal pemudik terbesar di Indonesia.
Sebagian besar pergerakan pemudik diperkirakan akan menggunakan moda transportasi darat melalui jaringan Tol Trans Jawa. Hampir 60 persen masyarakat diprediksi menggunakan tol Trans Jawa, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Melihat kondisi tersebut, Dishub bersama kepolisian telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan.
Beberapa skenario yang telah disiapkan antara lain pemberlakuan one way, contraflow, dan manajemen rekayasa lalu lintas lainnya. Semua itu akan diterapkan sesuai kondisi di lapangan. Secara umum, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Beberapa survei bahkan menunjukkan angka yang relatif seimbang.
Namun menariknya, terdapat perubahan pola pergerakan pemudik antara jalur utara (Pantura) dan jalur selatan Jawa Barat. Di jalur utara ada sedikit penurunan, sementara di jalur selatan justru ada peningkatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah keberadaan beberapa ruas jalan tol baru yang akan difungsikan secara terbatas selama arus mudik.
Selain itu, jalur selatan juga memiliki lebih banyak alternatif jalan dibandingkan jalur Pantura. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas adalah dengan memanfaatkan jalur Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (JAPEK II). Tol tersebut dapat membantu memecah arus kendaraan, terutama bagi pemudik yang datang dari wilayah selatan seperti Bogor, Depok, dan sekitarnya.
Meski berbagai upaya dilakukan, Dhani memperkirakan beberapa titik kemacetan di Jawa Barat masih akan terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Titik bottleneck yang kerap mengalami kepadatan antara lain berada di jalur selatan seperti Nagreg, serta jalur menuju wilayah Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran.
Dishub Jawa Barat memetakan pergerakan masyarakat selama periode Lebaran ke dalam tiga fase utama. Fase pertama adalah arus mudik, yang diperkirakan mulai meningkat sejak H-7 Lebaran dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret. Fase kedua adalah arus wisata, yang biasanya terjadi pada H+2 hingga H+4 Lebaran. Pada periode ini, masyarakat diperkirakan akan banyak mengunjungi berbagai destinasi wisata di Jawa Barat.
Fase ketiga adalah arus balik, yang diperkirakan terjadi sekitar 23 hingga 28 Maret, menjelang masyarakat kembali beraktivitas. Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Dishub Jawa Barat menyiapkan sekitar 4.000 petugas yang berasal dari Dishub provinsi, Dishub 27 kabupaten/kota, serta Kementerian Perhubungan. Selain itu, pengamanan juga didukung oleh sekitar 10.000 personel kepolisian.
Para petugas tersebut ditempatkan di berbagai titik strategis sesuai pola pergerakan masyarakat, baik di jalur mudik, kawasan wisata, maupun jalur arus balik. Selain pengaturan lalu lintas, Dishub Jawa Barat juga memastikan kondisi infrastruktur jalan siap dilalui pemudik. Dhani mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kementerian PUPR, Dinas Bina Marga, serta pengelola jalan tol untuk memastikan perbaikan jalan selesai sebelum arus mudik dimulai.
Beberapa perbaikan jalan yang sempat menyebabkan kemacetan dalam beberapa waktu terakhir juga dilakukan untuk memastikan jalur mudik dalam kondisi optimal. Dengan berbagai persiapan tersebut, Dhani berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih tertib dan aman bagi masyarakat.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












