Peristiwa Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS dan Sorotan terhadap Menteri Pertahanan
Di tengah kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, sosok Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kembali menjadi perhatian publik. Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh elemen Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan di depan Markas Besar TNI menunjukkan ketidakpuasan terhadap penanganan kasus tersebut.
Massa dari BEM SI menggelar aksi di jalan Cilangkap Raya, mengarah ke pintu 2 Mabes TNI pada Kamis (13/3/2026). Mereka datang sekira pukul 17.27 WIB sore dan membawa atribut almamater berbagai warna serta foto-foto para pejabat tinggi TNI. Foto tersebut tampak dicoret dengan tinta merah, menunjukkan protes terhadap tindakan yang dianggap tidak transparan.
Selain itu, massa juga membawa poster bergambar Andrie Yunus dan poster seruan protes atas kasus yang menimpa aktivis KontraS tersebut. Saat aksi berlangsung, terjadi adu mulut antara aparat dan mahasiswa. Namun akhirnya, massa sepakat untuk tidak mendekat ke depan gerbang Mabes TNI dan menggelar aksi dengan jarak sekitar belasan meter dari gerbang.
Aksi ini berjalan cukup kondusif tanpa gesekan berarti antara aparat maupun mahasiswa. Tujuan utama mereka hanya menyampaikan aspirasi dan protes terhadap TNI terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Profil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
Sjafrie Sjamsoeddin lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada 30 Oktober 1952. Ia adalah seorang purnawirawan tentara dan menteri dari Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia era Presiden Prabowo Subianto. Sebelum menjabat sebagai Menhan, ia juga dipercaya oleh Prabowo untuk mengisi kursi Menko Polkam Ad Interim atau sementara.
Sebelum memasuki dunia politik, Sjafrie Sjamsoeddin memiliki latar belakang pendidikan militer yang panjang. Ia menempuh pendidikan militer di AKABRI pada tahun 1974. Setelah lulus, ia melanjutkan berbagai pendidikan kecabangan dan kualifikasi militer seperti Sesarcabif, Dik PARA, Dik PARA Utama, dan Free Fall. Ia juga mengikuti pendidikan Komando, Pandu Udara, serta pendidikan lanjutan seperti Diklapa I dan Diklapa II.
Dalam karier militer, Sjafrie Sjamsoeddin pernah menjabat beberapa posisi penting, seperti Danton Grup 1 Kopassandha, Dan Nanggala X Timor-Timur, Dan Nanggala XXI Aceh, Danyon 11, Dantim Maleo Irian Jaya, Satgas Kopassus Timor Timur, Dangrup A Paspampres, Danrem 061/Surya Kencana, Kasgartap-1 Ibu Kota, Kasdam Jaya, Pangdam Jaya, Aster Kasum TNI, Sahli Polhukam Panglima TNI, Koorsahli Panglima TNI, Kapuspen TNI, dan Sekjen Kemhan.
Rekam Jejak di Dunia Sipil atau Pemerintahan
Sjafrie Sjamsoeddin juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia dari tahun 2010 hingga 2014. Ia kemudian menjadi Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Manajemen Pertahanan dari tahun 2019 hingga 2024. Saat ini, ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
Harta Kekayaan Sjafrie Sjamsoeddin
Menurut situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), harta kekayaan Sjafrie Sjamsoeddin mencapai Rp99 miliar. Ia melaporkan LHKPN pada 18 Januari 2025 atau Periodik 2024. Berikut rincian harta kekayaannya:
- Tanah dan Bangunan: Rp96.384.095.000
- Tanah seluas 80.000 m² di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri: Rp12.800.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 867 m²/1000 m² di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp54.048.165.000
- Tanah dan bangunan seluas 826 m²/244 m² di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp29.535.930.000
- Alat Transportasi dan Mesin: Rp2.421.000.000
- Mobil, Lexus Minibus tahun 2024, hasil sendiri: Rp1.421.000.000
- Mobil, Landrover Discovery 4/Jeep tahun 2013, hasil sendiri: Rp1.000.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Rp0
- Surat Berharga: Rp0
- Kas dan Setara Kas: Rp316.387.232
- Harta Lainnya: Rp0
Sub Total: Rp99.121.482.232
Total Hutang: Rp0
Total Harta Kekayaan: Rp99.121.482.232
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











