Iran Menyesali Kematian Prajurit TNI di Lebanon: Kami Mengutuk Tindakan Keji Ini

Kedutaan Besar Iran Menyampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Pemeruitah dan rakyat Indonesia atas wafatnya seorang penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden tersebut terjadi dalam konteks eskalasi situasi keamanan di kawasan Lebanon, yang menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan korban.

Iran mengecam tindakan tersebut sebagai tindakan keji yang menargetkan penjaga perdamaian. Mereka menilai insiden ini merupakan dampak langsung dari agresi Israel yang berkelanjutan, dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat (AS). Dalam pernyataannya, Iran menekankan bahwa menargetkan penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.

Penjelasan dari Markas Besar TNI

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya satu prajurit TNI serta korban luka yang terjadi akibat insiden di daerah penugasan UNIFIL. Prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur Minggu (29/3/2026) di Lebanon Selatan. Dua prajurit lainnya, yaitu Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, mengalami luka berat dan ringan. Saat ini, ketiganya telah mendapatkan penanganan medis di rumah di Lebanon.

Prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL, sementara Praka Rico dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk penanganan lanjutan. Praka Farizal saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters HQ, dan proses pemulangan ke Indonesia sedang dalam penyelesaian administrasi dengan bantuan KBRI Beirut.

UNIFIL Menginvestigasi Insiden

Dalam pernyataan resmi, UNIFIL membenarkan adanya satu personel yang tewas akibat serangan terhadap pos mereka, sementara satu personel lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis. Meskipun identitas korban belum diungkapkan, UNIFIL menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang kehilangan nyawa dalam tugasnya.

Menurut laporan kantor berita resmi Lebanon NNA, serangan diduga berasal dari militer Israel yang menyasar pos UNIFIL di Adshit al-Qusayr. Pos tersebut merupakan markas kontingen TNI yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian PBB di kawasan itu. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membenarkan bahwa salah satu korban tewas adalah prajurit TNI.

Peristiwa yang Mengguncang Dunia

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan aksi saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan. Situasi keamanan di kawasan perbatasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan semakin memburuk, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras insiden tersebut dan mendesak dilakukannya penyelidikan secara menyeluruh dan transparan. Indonesia juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian yang bertugas di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sosok Praka Farizal Rhomadhon

Praka Farizal Rhomadhon lahir di Kulon Progo pada 3 Januari 1998. Ia meninggal dunia di usia 28 tahun. Sebagai personel Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM, ia meninggalkan seorang istri bernama Fafa Nur Azila (25) dan seorang anak Shanaya Almahyra Elshanu (2). Keluarganya tinggal di Asrama Militer (Asmil) Kima Yonif 113/JS, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Praka Farizal sangat bangga dengan pekerjaannya sebagai pasukan perdamaian PBB. Di akun Instagramnya, ia sering membagikan kegiatan saat menjaga perbatasan Lebanon. Saat terpilih menjadi pasukan perdamaian PBB, ia mengucapkan syukur kepada Tuhan pada Mei 2025 lalu. Foto-foto kebersamaan dengan keluarganya menjadi kenangan terakhirnya sebelum gugur dalam serangan Israel.

Sebelum meninggal, Praka Farizal juga sempat melakukan ibadah umrah di Mekkah pada Oktober 2025 lalu. Umrah itu menjadi umrah terakhirnya.

Tanggapan Internasional

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian dalam sebuah insiden yang terjadi pada Minggu (29/3/2026). Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat serius atas risiko tinggi yang dihadapi para penjaga perdamaian dalam menjalankan mandat internasional di wilayah konflik.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga mengutuk keras insiden tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia. Dalam pernyataannya, Guterres menegaskan pentingnya perlindungan terhadap seluruh personel penjaga perdamaian yang bertugas di bawah mandat PBB.

Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan yang dihadapi misi perdamaian internasional di tengah dinamika konflik yang belum mereda di berbagai kawasan. Indonesia, sebagai salah satu kontributor utama pasukan penjaga perdamaian dunia, menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas global, sembari tetap menuntut jaminan keamanan maksimal bagi setiap personel yang diemban dalam misi tersebut.




Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *