Asupan Kalsium, Vitamin D, dan Olahraga: Kunci Cegah Osteoporosis

Penyakit “Diam-Diam” yang Bisa Menyerang Siapa Saja

Osteoporosis sering disebut sebagai penyakit yang tidak menunjukkan gejala awal. Kondisi ini bisa terjadi tanpa disadari hingga patah tulang terjadi. Beberapa gejala awal seperti nyeri punggung atau postur tubuh yang mulai membungkuk bisa menjadi tanda-tanda awal dari penyakit ini.

Faktor risiko osteoporosis sangat beragam, termasuk usia, hormon, gaya hidup, serta kekurangan kalsium dan vitamin D. Meski lebih umum terjadi pada lansia, kondisi ini juga bisa menyerang orang muda. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, kurangnya nutrisi, penyakit tertentu, atau penggunaan obat jangka panjang.

Menurut dr. Mellya Andriani, SpKFR, MARS, AIFO-K, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Santosa Hospital Bandung Kopo, osteoporosis terjadi ketika kepadatan dan massa tulang menurun. Akibatnya, tulang menjadi tipis, berongga, rapuh, dan mudah patah. Gejala awalnya sering tidak terasa, sehingga banyak orang baru menyadari kondisinya setelah mengalami patah tulang.

Pada fase awal, gejala seperti nyeri punggung atau postur tubuh yang mulai membungkuk dapat menjadi indikasi adanya osteoporosis. Selain faktor usia dan hormon, gaya hidup juga memengaruhi risiko terkena penyakit ini. Orang dengan tubuh kecil atau kurus, kurang aktivitas fisik, kekurangan kalsium dan vitamin D, perokok, pengonsumsi alkohol berlebihan, pengguna obat tertentu, atau mereka yang memiliki penyakit tertentu lebih rentan terkena osteoporosis.

Pada wanita, penurunan hormon estrogen setelah menopause dapat mempercepat pengeroposan tulang. Sedangkan pada pria, penurunan hormon testosteron dan faktor usia juga berperan. Tulang yang paling rawan patah adalah tulang pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang.

Meski lebih umum pada lansia, kondisi ini juga bisa terjadi pada usia muda. Pada usia muda, osteoporosis dini bisa muncul karena faktor genetik, kurang nutrisi, penyakit tertentu, faktor hormonal, atau obat-obatan jangka panjang.

Deteksi Dini dan Pencegahan Penting untuk Kesehatan Tulang

Untuk mendeteksi osteoporosis sejak dini, pemeriksaan kepadatan tulang melalui DXA (Dual-energy X-ray Absorptiometry) atau DEXA scan menjadi langkah yang paling akurat. Metode ini cepat, non-invasif, dan merupakan standar emas untuk mendiagnosis osteoporosis, memprediksi risiko patah tulang, dan memantau efek pengobatan.

Skrining dianjurkan terutama bagi wanita pasca menopause dan pria usia lanjut, meski belum ada keluhan, karena deteksi dini memungkinkan pencegahan sebelum tulang benar-benar rapuh.

Selain pemeriksaan, gaya hidup sehat menjadi kunci pencegahan. Asupan kalsium dan vitamin D sangat penting untuk mencegah osteoporosis karena kalsium membangun kepadatan tulang dan vitamin D membantu penyerapan kalsium. Namun, hal ini juga harus dibarengi dengan olahraga.

Olahraga yang dianjurkan mencakup jalan cepat, jogging, naik-turun tangga, lompat tali, latihan kekuatan, serta latihan keseimbangan dan fleksibilitas, khususnya bagi lansia agar risiko jatuh bisa diminimalkan.

Perawatan Komprehensif untuk Pasien Osteoporosis

Pada pasien yang sudah mengalami osteoporosis, penanganan dilakukan secara komprehensif. Di Santosa Hospital Bandung Kopo, penanganan pasien dilakukan bekerja sama dengan Dokter Spesialis lain, seperti Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Geriatri, Dokter Spesialis Neurologi, Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dan lain-lain, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Klinik Rehabilitasi Medik Santosa Hospital Bandung Kopo memberi pelayanan pasien untuk menjalani pemeriksaan lengkap, terapi untuk mengurangi nyeri, latihan untuk kekuatan otot, fleksibilitas, dan keseimbangan, serta hidroterapi di kolam air yang membantu latihan dan pemulihan fungsi.

Klinik ini melayani pasien dari pagi hingga malam hari. Bagi yang ingin berkonsultasi langsung dengan dr. Mellya, jadwal praktiknya adalah Selasa, Rabu, dan Jumat pukul 16.30 hingga 19.00, serta Sabtu pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *