AS melemparkan lebih dari 850 rudal Tomahawk ke Iran dalam empat minggu

Pemakaian Rudal Tomahawk yang Meningkat Menimbulkan Kekhawatiran

Selama empat pekan konflik berlangsung, militer Amerika Serikat (AS) tercatat telah melepaskan lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk ke wilayah Iran. Jumlah ini setara sekitar sembilan kali lipat dibandingkan rata-rata pembelian tahunan Pentagon. Penggunaan dalam skala besar ini langsung menyorot kondisi cadangan strategis militer.

Analis dari Stimson Center, Kelly Grieco, mengatakan bahwa Pentagon diperkirakan masih menyimpan sekitar 3.100 unit dalam inventaris. Ia menilai bahwa stok tersebut terus menyusut seiring tingginya intensitas serangan jarak jauh. Hal ini memicu kekhawatiran di lingkungan Pentagon terkait keberlanjutan stok. Washington Post melaporkan adanya pembahasan internal untuk segera meningkatkan produksi karena persediaan di kawasan Timur Tengah disebut telah berada di level yang mengkhawatirkan.

Selain itu, laporan TRT World menyoroti insiden pada 28 Februari 2026 ketika sebuah rudal Tomahawk dilaporkan menghantam sekolah perempuan. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 175 warga sipil, mayoritas anak-anak dan staf, sementara hasil penyelidikan resmi dari pihak AS belum diumumkan.

Keunggulan Rudal Tomahawk dalam Jangkauan dan Akurasi



Tomahawk dikenal sebagai rudal jelajah jarak jauh yang diluncurkan dari kapal perang maupun kapal selam Angkatan Laut AS. Senjata ini mampu menjangkau lebih dari 1.600 kilometer dan memiliki tingkat presisi tinggi, termasuk terhadap sasaran yang dilindungi sistem pertahanan udara modern.

Pengembangannya telah berlangsung sejak era Perang Dingin dengan berbagai peningkatan kemampuan. Data Pentagon mencatat uji coba telah dilakukan lebih dari 550 kali, sementara Raytheon menyebut rudal ini digunakan dalam lebih dari 2.300 operasi tempur di berbagai konflik seperti Irak dan Suriah, termasuk dalam operasi terbaru terhadap Iran.

Biaya Tinggi dan Produksi Terbatas Membebani Industri Pertahanan



Dari sisi biaya, satu rudal Tomahawk diperkirakan bernilai sekitar 2,2 juta dolar AS (setara Rp37,3 miliar), dengan beberapa varian melampaui 4 juta dolar AS (setara Rp67,9 miliar). Dokumen militer yang ditinjau Washington Post juga menyebut harga per unit dapat mencapai 3,6 juta dolar AS (setara Rp61,1 miliar) dengan waktu produksi hingga dua tahun.

Tingginya penggunaan munisi ini turut memberi tekanan pada sektor industri pertahanan. Kapasitas produksi maksimum diperkirakan mencapai 2.330 unit per tahun, namun realisasi pengadaan selama ini jauh lebih rendah karena kebutuhan Angkatan Laut hanya puluhan unit per tahun. Untuk merespons kondisi tersebut, Raytheon atau RTX dilaporkan telah menyepakati peningkatan produksi hingga 1.000 rudal per tahun dalam beberapa tahun ke depan. Meski demikian, peningkatan tersebut disebut belum akan langsung memenuhi kebutuhan dalam konflik yang sedang berlangsung.

Biaya Perang yang Membengkak dan Opsi Eskalasi Militer



Serangan dalam skala besar ini berlangsung di tengah tingginya biaya perang yang harus ditanggung AS. Perkiraan menyebut pengeluaran pada bulan pertama konflik mencapai 30-40 miliar dolar AS (setara Rp509 triliun hingga Rp679 triliun), dengan lebih dari 11,3 miliar dolar AS (setara Rp191,8 triliun) dihabiskan hanya dalam enam hari awal menurut laporan Pentagon kepada Kongres.

Di sisi lain, Gedung Putih melalui Reuters menyampaikan bahwa stok persenjataan AS masih dinilai mencukupi untuk memenuhi target operasi. Pemerintah juga menegaskan tengah mempercepat produksi munisi guna menjaga kesiapan militer. Situasi ini berkembang saat AS mempertimbangkan berbagai opsi eskalasi, termasuk kemungkinan pengiriman tambahan pasukan darat. Pada saat yang sama, Iran disebut masih mempertahankan kapasitas militernya, termasuk ancaman rudal dan drone di kawasan Teluk dan Israel, serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *