Banjir Besar di Kabupaten Demak
Banjir besar kembali melanda Kabupaten Demak. Kejadian ini terjadi setelah tanggul Sungai Tuntang jebol di tiga lokasi pada Jumat (3/4/2026). Ini bukan pertama kalinya banjir menghancurkan wilayah tersebut, karena sebelumnya banjir juga terjadi pada 16 Februari silam.
Banjir yang terjadi kali ini mencapai ketinggian 100 hingga 150 sentimeter, merendam sepuluh desa di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Wilayah paling terdampak adalah Kecamatan Guntur.
Menurut data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, hingga Sabtu malam, belasan ribu orang dan ribuan rumah terdampak oleh banjir ini. Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Sukiyono, menyampaikan bahwa dampaknya mencapai 13.106 jiwa atau 3.529 KK, dengan kurang lebih 3.529 rumah terkena dampak banjir.
Tanggul Sungai Tuntang yang melintasi Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, jebol di tiga titik. Dua titik tanggul jebol berada di Dukuh Solondoko sepanjang 30 meter dan Dukuh Solowire sepanjang 10 meter, keduanya masuk Desa Trimulyo. Satu titik lagi jebol sepanjang 15 meter, masuk Desa Sidoharjo, keduanya masuk Kecamatan Guntur.
Korban Jiwa Akibat Banjir
Selain merendam rumah, banjir di wilayah Demak juga menimbulkan korban tewas. Hingga Minggu (5/4/2026) kemarin, tercatat dua orang tewas dalam peristiwa banjir Demak, yaitu di Kecamatan Bonang dan Guntur.
Nurul Huda Musahadi (33), warga Desa Gebangarum, Kecamatan Bonang, Demak, ditemukan meninggal di Sungai Tuntang, di Dukuh Pidodo, Desa Karangrejo, pada Sabtu (4/4/2026). Korban yang dikenal sebagai seorang konten kreator diduga terseret arus saat membuat konten terkait tingginya debit air Sungai Tuntang di Desa Karangrejo, pada Jumat (3/4/2026).
Agus Sukiyono menjelaskan bahwa korban ditemukan oleh tim gabungan pada pukul 09.48 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Tim melakukan pencarian dengan membawa perahu dan pelampung, dan korban berhasil ditemukan pada Sabtu pagi.
Kapolsek Bonang, AKP Miftahun Nur, menyampaikan bahwa korban dikenal tetangganya sebagai seorang vlogger. Menurut keterangan dari tetangganya, korban sering membuat konten di media sosial. Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. “Tidak ada, intinya dia tenggelam, paru-parunya kena air,” jelas Miftah.
Kronologi penemuan korban bermula saat salah seorang warga setempat melihat kendaraan sepeda motor yang terparkir di tanggul Sungai Tuntang, Desa Karangrejo, pada Jumat sore. Di lokasi juga ditemukan satu sandal jepit. Akhirnya, saksi melaporkan ke perangkat desa setempat hingga Polsek Guntur. Anggota Polsek Guntur lantas mendatangi lokasi dan mencari keberadaan pemilik kendaraan tapi tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya, polisi disaksikan warga membuka jok motor dan menemukan fotokopi KK.
Anak Hanyut Akibat Banjir
Sementara itu, seorang anak umur tujuh tahun, Anita Rahmawati, hanyut saat banjir bandang melanda Desa Trimulyo, pada Jumat siang. Banjir tersebut terjadi sebagai dampak jebolnya tiga titik tanggul Sungai Tuntang di kawasan tersebut. Jenazah Anita ditemukan keesokan harinya, pada Sabtu (4/4/2026).
Sejumlah warga terpantau mengiringi pemakaman jenazah anak tersebut dalam kondisi banjir menuju pemakaman umum setempat. Warga setempat, Samsul Hidayat (38), mengonfirmasi adanya kejadian anak hanyut diterjang banjir. “Iya Solondoko Wetan, anaknya Pak Jalil,” ujar Samsul singkat, Sabtu siang.
Komandan Koramil Guntur, Kapten Inf Suyitno, mengonfirmasi adanya anak hanyut terbawa banjir, tepatnya dari Dukuh Solowire, Desa Trimulyo. “Di Dukuh Solowire ada satu orang yang korban, meninggal anak-anak, kejadiannya kemarin,” kata Suyitno, ditemui di Dukuh Solondoko, Sabtu siang.
Menurutnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Alhamdulillah. jenazahnya sudah ditemukan dan insyaallah jam-jam sekarang dimakamkan,” ujarnya. Sebelum kejadian, anak tersebut masih bersama orang tuanya di rumah. Namun karena banjir terus meninggi, ayah korban mengecek kondisi luar rumah. Tanpa disadari oleh ayahnya, sang anak mengikuti dari belakang hingga akhirnya terbawa arus.












