Sosok Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin
Wakil Bupati (Wabup) Tulungagung, Ahmad Baharudin, adalah sosok yang memiliki peran penting dalam pemerintahan daerah. Ia dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam berbagai organisasi dan politik. Sebelum menjabat sebagai wakil bupati, ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dan juga ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pengusaha yang cukup sukses.
Ahmad Baharudin lahir pada tahun 1972 dan telah menjalani pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Riwayat pendidikannya meliputi:
– SD Sobontoro 2 (1978–1984)
– SMP Negeri 2 Tulungagung (1984–1987)
– MA Negeri 1 Tulungagung (1987–1991)
– S1 Manajemen di Universitas Tulungagung (2017–2021)
Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi seperti Banser Kabupaten Tulungagung, Pengurus PSSI Askab, Ketua PSSI Askab, Manager Perseta Tulungagung, dan lainnya. Aktivitasnya ini menunjukkan dedikasinya terhadap masyarakat dan kehidupan sosial di wilayahnya.
Kekayaan Ahmad Baharudin
Berdasarkan laporan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara), Ahmad Baharudin melaporkan harta kekayaannya pada 27 Maret 2024. Berikut rincian hartanya:
- Tanah dan Bangunan: Rp. 729.225.000
- Tanah seluas 1410 m² di Kabupaten Tulungagung, hasil sendiri: Rp. 133.350.000
- Tanah seluas 331 m² di Kabupaten Tulungagung, hasil sendiri: Rp. 196.875.000
- Tanah seluas 364 m² di Kabupaten Tulungagung, hasil sendiri: Rp. 215.250.000
- Tanah seluas 305 m² di Kabupaten Tulungagung, hasil sendiri: Rp. 183.750.000
- Alat Transportasi dan Mesin: Rp. 55.000.000
- Mobil Daihatsu S401PMREJJ HA Tahun 2012, hasil sendiri: Rp. 35.000.000
- Mobil Suzuki ST100SP Tahun 1995, hasil sendiri: Rp. 20.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Rp. —-
- Surat Berharga: Rp. —-
- Kas dan Setara Kas: Rp. 500.000.000
- Harta Lainnya: Rp. —-
- Sub Total: Rp. 1.284.225.000
- Hutang: Rp. 742.000.000
- Total Harta Kekayaan (II-III): Rp. 542.225.000
Berdasarkan data tersebut, Ahmad Baharudin dikenal sebagai Wakil Bupati termiskin di Jawa Timur.
Hubungan dengan Bupati Gatut Sunu Wibowo
Hubungan antara Ahmad Baharudin dan Bupati Gatut Sunu Wibowo dikabarkan tidak harmonis. Sebelum terjaring OTT KPK, Ahmad Baharudin pernah mengkritik Gatut Sunu terkait dugaan nepotisme di lingkungan Pemkab Tulungagung. Dalam sebuah wawancara, ia menyebut bahwa ia tidak pernah dilibatkan dalam pemerintahan dan menyinggung adanya dugaan nepotisme dalam penempatan personel.
Gatut Sunu sempat merespons kritikan ini dengan mengatakan bahwa ia menghormati semua pendapat. Namun, ia menganggap tudingan nepotisme hanya asumsi semata.
Peristiwa OTT KPK
Pada Jumat, 10 April 2026, Bupati Gatut Sunu Wibowo dan ajudannya, Dwi Yoga Ambal (YOG), ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya terjerat dalam kasus pemerasan dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemkab Tulungagung. Penetapan status tersangka dan penahanan ini merupakan buntut dari OTT yang digelar tim lembaga antirasuah.
Respons Ahmad Baharudin
Setelah kejadian OTT KPK, Ahmad Baharudin tampak memilih tidak berkomentar apapun terkait kasus ini. Saat diwawancarai oleh wartawan, ia hanya mengangkat tangan sambil tersenyum dan kemudian berjalan pergi menjauh.

Perjalanan Karier Ahmad Baharudin
Sebelum maju dalam Pilkada Tulungagung 2024, Ahmad Baharudin aktif dalam berbagai organisasi seperti Banser Kabupaten Tulungagung, Pengurus PSSI Askab, Ketua PSSI Askab, Manager Perseta Tulungagung, Anggota Pembina Ansor, Penasehat Pembina Media dan LSM, Ketua Asosiasi Konveksi Kabupaten Tulungagung, dan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung sejak 2019.












