Duka yang Diiringi Tanda Tanya
Duka atas meninggalnya Wilhelmus Asa (19) di Kali Wederok Kabupaten Malaka kini diiringi tanda tanya besar dari pihak keluarga. Remaja asal Desa Babotin Maemina, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka itu dinilai meninggal dalam kondisi penuh kejanggalan, sehingga keluarga menduga adanya motif lain di balik peristiwa tersebut.
Kecurigaan tersebut disampaikan langsung oleh salah satu anggota keluarga korban, Engelbertus Dominggus Bouk, saat ditemui di Bene-bene. Ia menegaskan bahwa kematian Saul begitu korban kerap disapa tidak masuk akal jika dikaitkan dengan dugaan terseret banjir. Menurutnya, semasa hidup, Saul dikenal sangat takut terhadap banjir, bahkan untuk melintasi banjir setinggi lutut saja ia tidak berani. Hal itu membuat keluarga semakin yakin bahwa ada hal lain yang perlu diusut lebih dalam oleh pihak kepolisian.
“Saul ini sangat takut banjir, jadi tidak mungkin dia nekat melintasi arus deras. Apalagi kalau lewat jalur Kaputu, di sana ada jembatan, tidak perlu menyeberangi kali. Jadi peristiwa ini harus ditelusuri lebih dalam oleh pihak kepolisian,” ungkap Engelbertus, Minggu (29/3/2026).
Kronologi Hilangnya Korban
Ia juga menjelaskan kronologi awal hilangnya korban. Pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 12.30 WITA, Saul diketahui membonceng rekannya, Stanislaus Lalak Bere, menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z1 warna hitam menuju Betun, ibu kota Kabupaten Malaka. Saat itu, jalur yang dilalui adalah Kaputu karena akses melalui Desa Barada terputus akibat banjir bandang.
Namun sejak perjalanan tersebut, korban tidak pernah kembali ke rumah dan keberadaannya tidak diketahui. Upaya pencarian pun dilakukan keluarga dengan menghubungi telepon genggam korban, tetapi tidak aktif. Mereka juga mencoba menelusuri informasi melalui teman-teman korban, namun tidak membuahkan hasil.
Hingga akhirnya, pada Rabu (25/3/2026), warga Desa Wederok, Kecamatan Weliman, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di Kali Wederok oleh warga yang hendak memancing. Belakangan, jenazah tersebut dipastikan adalah Saul yang telah hilang selama tiga hari.
Kejanggalan di Tubuh Korban
Keluaarga semakin curiga setelah melihat langsung kondisi jasad korban. Engelbertus mengungkapkan bahwa tubuh korban sudah dalam kondisi kaku, bahkan terdapat bagian tubuh yang tampak seperti hangus terbakar. “Waktu kami lihat, tubuhnya sudah kaku dan seperti ada bekas terbakar. Ini yang membuat kami semakin yakin ada sesuatu yang tidak wajar,” ujarnya.
Selain itu, beredar pula berbagai informasi di media sosial yang semakin memperkuat dugaan adanya kejanggalan. Salah satunya adalah sebuah pesan suara (voice note) yang diduga berasal dari wilayah Wekfau, Desa Fatuaruin, Kecamatan Sasitamean. Dalam rekaman tersebut, disebutkan bahwa Saul sempat terlihat berada di sebuah rumah milik seseorang bernama Domi Laka, bahkan sempat membantu memikul jagung bersama warga setempat.
“Wa Warik oan ne horsek ami ba tula batara hare iha be Domi Laka sia e. Noi tur no oan sia iha Nia e. A oan ne nia ben iha ne ka? Nia mai buka nia ben iha Wekfau namai? (Wa anak ini kemarin kami Pi muat jagung, kami lihat di bapak tua Domi Laka dong e. Dia ada duduk dengan anak-anak dong disitu. Anak ini dia pung nenek moyang di Wekfau ka? itu yang datang cari dia pung nenek moyang?)”, ujar Sosok misterius melalui voice note yang beredar luas di media sosial.
Isu Kedekatan dengan Seorang Wanita
Informasi lain yang berkembang menyebutkan bahwa Saul diketahui memiliki kedekatan dengan seorang wanita di Kampung Wekfau. Meski identitas wanita tersebut belum diketahui secara pasti, komunikasi antara keduanya disebut-sebut cukup intens sebelum peristiwa hilangnya korban.
Berbagai fakta dan informasi yang beredar itu membuat keluarga semakin yakin bahwa kematian Saul tidak terjadi secara alami. Mereka meminta aparat kepolisian untuk bisa mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap motif di balik kematian korban.
“Kami berharap Polres Malaka benar-benar serius mendalami kasus ini. Kami ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi dan apa motif di balik kematian Saul,” tegas Engelbertus.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Sementara itu, pihak kepolisian sebelumnya, melalui Kasat Reskrim Polres Malaka, IPTU Dominggus N.S.L. Duran menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berjalan dan masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi sebelum hasil resmi diumumkan.
Kasus itu kini menjadi perhatian luas masyarakat, khususnya di Kabupaten Malaka, yang berharap agar kebenaran segera terungkap dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.












