Juknis Baru MBG Picu keresahan, Relawan Keluhkan PHK hingga Penurunan Pendapatan

MAKASSAR — Penerapan petunjuk teknis (juknis) terbaru Badan Gizi Nasional (BGN) menuai keberatan dari sejumlah relawan pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut dinilai membawa dampak terhadap keberlangsungan pekerjaan, jumlah tenaga operasional, hingga pendapatan relawan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Persoalan tersebut mengemuka dalam Konsolidasi Mitra MBG Wilayah Sulawesi Selatan yang digelar Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Sulawesi Selatan di Hotel Swiss-Belhotel, Jalan Boulevard, Makassar, Sabtu (7/11/2026).

GAPEMBI Sulsel menyerap aspirasi relawan dan meminta BGN mengevaluasi kebijakan yang dinilai berdampak langsung terhadap tenaga operasional SPPG.

Dalam forum tersebut, sejumlah relawan menyampaikan aspirasi terkait pengurangan jumlah tenaga kerja, pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah relawan, serta penurunan pendapatan akibat penerapan ketentuan baru.

Salah seorang perwakilan relawan berharap BGN dapat meninjau kembali kebijakan tersebut, bahkan membatalkannya apabila terbukti memberikan dampak merugikan bagi para pekerja di lapangan.

“Kami berharap kebijakan ini dapat ditinjau kembali dan kalau memungkinkan dibatalkan, karena dampaknya sangat berat bagi kami sebagai relawan. Ada teman-teman yang akhirnya kehilangan pekerjaan, ada pengurangan jumlah relawan, dan ada juga yang mengalami pengurangan pendapatan. Kami berharap suara kami didengar,” ungkapnya dalam forum konsolidasi.

Relawan menilai perubahan kebijakan seharusnya tidak hanya mempertimbangkan aspek administratif dan pengelolaan program, tetapi juga memperhatikan kondisi nyata tenaga operasional yang setiap hari terlibat langsung dalam pelaksanaan MBG.

Ketua DPW GAPEMBI Sulawesi Selatan, Nurdin Beta, mengatakan pihaknya memahami kewenangan pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan program. Namun, perubahan kebijakan yang berdampak terhadap mitra maupun tenaga kerja harus mempertimbangkan kondisi lapangan.

Menurutnya, keberlangsungan operasional SPPG tidak dapat dilepaskan dari peran mitra dan relawan yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.

GAPEMBI Sulsel juga akan melakukan kajian terhadap juknis terbaru, termasuk dampaknya terhadap mitra, relawan, dan perjanjian kerja sama yang telah berjalan.

“Kami semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, jangan sampai ada kebijakan yang justru menimbulkan persoalan baru di lapangan. Kami berharap BGN membuka ruang evaluasi dan mendengar aspirasi mitra serta relawan,” ujar Nurdin.

GAPEMBI Sulawesi Selatan berharap BGN membuka ruang dialog bersama mitra dan perwakilan relawan agar kebijakan yang diterapkan tetap memperhatikan keberlangsungan program sekaligus kesejahteraan tenaga operasional.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *