Kondisi Jembatan Kali Peng yang Memprihatinkan
Jembatan Kali Peng yang berada di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, mengalami kerusakan parah sejak tahun 2020 lalu. Jembatan ini menjadi penghubung antara Desa Lontar dan Desa Alang-Alang, namun kondisinya kini sangat memprihatinkan. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Abdul Gofur, menyoroti pentingnya segera dilakukan perbaikan terhadap jembatan tersebut.
Abdul Gofur menyatakan bahwa kebutuhan infrastruktur seperti jembatan ini merupakan kepentingan bersama masyarakat. Ia menekankan perlunya tindakan cepat dan tanggap dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Serang.
“Seharusnya pihak DPUPR bisa segera bertindak,” ujarnya pada Sabtu, (11/4/2026). Ia juga menjelaskan bahwa jembatan tersebut pernah ditinjau bersama DPUPR pada tahun lalu. Bahkan, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Serang turut hadir dalam peninjauan tersebut.
Selain itu, Abdul Gofur menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan DPUPR untuk memastikan apakah jembatan tersebut sudah tidak layak digunakan atau bisa ditanggulangi oleh masyarakat.
Tanggapan dari Sekdis PUPR
Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Serang, Tony Kristiawan, memberikan informasi bahwa jembatan rusak tersebut akan dibangun pada tahun ini. Ia menyampaikan bahwa penanganan jembatan tersebut masuk dalam rencana kerja tahun ini.
“Informasi dari Bidang Bina Marga tahun ini masuk penanganan, mudah-mudahan lancar,” ujarnya.
Pengalaman Warga Terkait Jembatan Kali Peng
Salah satu warga Desa Lontar, Payumi, menjelaskan bahwa usia Jembatan Kali Peng sudah cukup tua, sekitar 20 tahun. Menurutnya, jembatan tersebut belum pernah sama sekali diperbaiki atau dibangun ulang sejak awal dibangun.
Kondisi pondasi jembatan saat ini sangat memprihatinkan. Meskipun masih bisa dilalui, jembatan hanya ditopang oleh pelat besi yang dinilai rentan mengakibatkan kecelakaan.
Payumi mengungkapkan bahwa banyak korban akibat kerusakan jembatan ini. Mobil muatan sembako pernah terperosok, mobil angkutan es ikan jatuh, dan banyak motor yang tercebur ke dalam air.
“Padahal, Jembatan Kali Peng sangat penting bagi kepentingan sosial dan perekonomian masyarakat,” katanya.
Upaya Warga untuk Meminta Perbaikan
Warga Desa Lontar bersama perangkat desa dan Kecamatan Tirtayasa telah berupaya meminta kepada dinas terkait agar jembatan diperbaiki. Payumi menyampaikan bahwa mereka sudah empat kali menghadap ke DPUPR Kabupaten Serang. Namun, janji pembangunan jembatan pada 2025 hanya menjadi harapan palsu.
Meskipun demikian, masyarakat tetap menantikan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Serang agar jembatan bisa segera diperbaiki.
“Jembatan itu sangat penting karena merupakan jalannya rantai perekonomian bagi masyarakat sekitar,” ujarnya. “Selama ini masyarakat kesulitan ketika mengangkut hasil panen ikan dari tambak maupun hasil nelayan melaut.”
Selain itu, jembatan ini juga dekat dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), sehingga mobilitas akses untuk mengangkut sembako, air minum, dan kebutuhan lain sangat penting bagi masyarakat sekitar.
Kesimpulan
Jembatan Kali Peng yang rusak parah menjadi sorotan utama masyarakat dan pihak DPRD Kabupaten Serang. Meskipun ada komitmen dari pihak DPUPR untuk segera memperbaikinya, masyarakat tetap memantau perkembangan dan berharap tindakan nyata secepatnya. Dengan perbaikan jembatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar serta mendukung perekonomian lokal.












