6 Fakta Uji Coba Dua Arah di Jalan Mayor Sunaryo Klaten, Warga Lebih Tenang dan Jalur Lebih Tertib!

Pagi di Klaten Utara Terasa Berbeda

Pagi di Klaten Utara terasa sedikit berbeda sejak uji coba dua arah di Jalan Mayor Sunaryo dimulai. Warga yang melintas terlihat beberapa kali menengok kiri–kanan, memastikan jalur baru benar-benar bisa dilewati tanpa salah arah. Ada yang melambat, ada pula yang masih ragu, maklum perubahan mendadak memang selalu bikin kaget.

Di sisi jalan, pedagang dan pemilik usaha kecil ikut memperhatikan bagaimana kendaraan bergerak di jalur yang selama ini cukup dikenal rawan kecelakaan. Suara motor yang biasanya melaju kencang kini terdengar lebih tertata, seolah water barrier yang dipasang rapat mulai bekerja sejak detik pertama. Beberapa pengendara tampak memberi isyarat tangan, saling mengingatkan agar hati-hati saat melintas tikungan.

Meski baru tahap uji coba, suasana di sekitar jalan itu seperti sepakat mengambil napas lebih pelan. Bagi warga, perubahan ini bukan sekadar soal arah, tetapi soal rasa aman yang sudah lama mereka tunggu.

6 Fakta Uji Coba Dua Arah di Jalan Mayor Sunaryo

1. Water Barrier Dipasang Rapat di Titik-Titik yang Paling Rawan

Water barrier mulai tersusun sejak pagi dengan pola yang cukup rapat, terutama di area tikungan yang selama ini dikenal sering bikin pengendara kaget. Pemasangan ini bukan sekadar pembatas, tapi juga pengingat bahwa titik tersebut punya sejarah panjang kecelakaan kecil maupun besar.

Banyak warga yang awalnya penasaran kini sudah mulai paham kenapa jalur itu disekat cukup ketat. Dari SPBU Jonggrangan hingga dekat Masjid Al Aqsha, jajaran water barrier seperti garis merah yang memaksa pengendara melambat. Di area SMAN 3 Klaten pun terlihat penataan serupa, agar siswa yang melintas merasa lebih aman.

Dishub dan polisi tampak menata dengan teliti, memastikan tidak ada celah yang berpotensi disalip seenaknya. Pemasangan yang terkesan “lebay” menurut sebagian warga, justru dinilai penting demi kondisi yang lebih tertib. Pada akhirnya, banyak yang sepakat bahwa keamanan harga mati, meski harus disekat sana-sini.

2. Uji Coba Berlangsung Selama 3 Hari

Menurut Kabid Lalu Lintas Dishub Klaten, Kodartiko Prabowo Aji, uji coba ini hanya berlangsung tiga hari, tetapi sosialisasinya dibuat masif. “Betul, dari Dishub dan Satlantas memberlakukan uji coba dua arah di Jl Mayor Sunaryo. Uji coba dan sosialisasi selama tiga hari sampai dengan Kamis [27/11/2025],” kata Aji.

Dalam periode singkat ini, petugas ditempatkan di tiga titik berbeda untuk membimbing pengendara yang masih bingung arah. Warga pun beberapa kali diberhentikan untuk dijelaskan aturan baru agar tidak terjadi salah jalur. Sosialisasi ini jadi penting karena perubahan dua arah cukup signifikan dibanding kebiasaan sebelumnya.

Dishub menilai, tiga hari sudah cukup untuk melihat respons awal masyarakat. Jika ada keluhan, semua langsung dicatat di hari yang sama tanpa menunggu evaluasi formal. Tujuannya perubahan tidak bikin gaduh, tetapi pelan-pelan diterima.

3. Kenapa Kembali Dua Arah?

Keputusan mengembalikan fungsi dua arah bukan dibuat dalam satu rapat, tetapi melalui pembahasan panjang di forum lalu lintas. Dalam pertemuan itu, berbagai pemangku kepentingan memberikan pandangan terkait situasi di lapangan. Banyak yang menilai jalur satu arah justru memicu pelanggaran karena tidak sesuai pola berkendara masyarakat sekitar.

“Pemberlakuan dua arah mengembalikan pengaturan semua dari ruas jalan tersebut,” ungkap Aji. Artinya, pemerintah bukan membuat kebijakan baru, tetapi lebih pada mengembalikan fungsi awal yang dirasa paling cocok. Pertimbangan keselamatan menjadi poin paling besar yang diperhitungkan.

Selain itu, arus kendaraan dari GOR ke Jonggrangan kerap saling berebut ruang, sehingga dua arah dianggap lebih logis. Dengan rekayasa ulang ini, warga diharapkan punya pengalaman berkendara yang lebih teratur dan stabil.

4. Warga Merespons “Yang Penting Aman”

Raharjo atau Pak Jo, salah satu warga yang membuka jasa reparasi sepatu di tepi jalan, melihat pemasangan water barrier sejak siang hari. “Kalau saya apa adanya saja, yang penting pemakai jalan aman,” kata warga itu. Responsnya santai, sebagaimana karakter warga Klaten yang tak suka ribut soal perubahan kecil di jalan.

Bagi Pak Jo, keamanan lebih utama ketimbang kenyamanan sementara. Ia sudah terlalu sering melihat pengendara ngebut tanpa pikir panjang. Dengan adanya pembatas jalan, ia merasa risikonya sedikit berkurang. Selain itu, penataan ulang ini juga membuat area depan tokonya terasa lebih rapi.

Warga lain pun terlihat mengangguk setuju, meski beberapa masih perlu waktu menyesuaikan.

5. Catatan Kecelakaan di Tikungan Lama

Sebelumnya, jalur yang dibuat satu arah justru memunculkan masalah baru berupa pelanggaran yang hampir terjadi setiap hari. Banyak pengendara memilih memotong jalur karena merasa lebih cepat dan lebih dekat. Tikungan dekat simpang tiga menjadi titik yang paling sering menimbulkan kecelakaan.

Pak Jo bahkan punya kisah sendiri soal bahaya itu. “Kalau enggak dipasang ini, bisa nyelonong masuk ke tempat usaha saya,” kata Pak Jo. Ia sampai memasang bus beton cor sebagai pelindung tambahan, sebuah langkah mandiri yang menggambarkan betapa rawannya lokasi tersebut. Sejumlah warga membenarkan bahwa tikungan itu memang membutuhkan perhatian khusus sejak lama.

Dengan rekayasa baru, mereka berharap masa-masa rawan itu benar-benar berakhir.

6. Warga Dukung Water Barrier Permanen, Demi Nafas Lebih Tenang

Kini, dengan water barrier memisahkan arah kendaraan, pengendara dari arah Masjid Al Aqsha otomatis mengurangi kecepatan. “Pengendara dari sana sudah mengurangi kecepatan. Insyaallah dengan adanya ini akan lebih aman,” kata Pak Jo. Perlambatan itu yang selama ini diharapkan warga, karena laju kendaraan sebelumnya dinilai terlalu berbahaya.

Ada perasaan lebih tenang ketika melihat jalur yang jelas dan terarah. Meski baru uji coba, banyak warga sudah menyuarakan dukungan agar pembatas dipasang permanen. Bagi mereka, keselamatan bukan soal sehari dua hari, tetapi jangka panjang.

Petugas Dishub pun mencatat respons warga sebagai bahan evaluasi akhir. Jika situasi kondusif, bukan tidak mungkin water barrier akan menjadi pemandangan tetap di ruas tersebut.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *