MUI Mengajukan Rekomendasi Sanksi untuk Anwar Sanjaya
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan sanksi terhadap presenter Anwar Sanjaya. Alasan utamanya adalah adanya indikasi pelanggaran selama siaran Ramadhan 1447 H yang dilakukan oleh Anwar Sanjaya, khususnya dalam bentuk kekerasan fisik dan erotis.
Pemantauan yang dilakukan oleh MUI pada Siaran Ramadhan 1447 H tahap II berlangsung dari 1 hingga 10 Maret 2026, dengan melibatkan 32 pemantau terhadap 16 televisi. Hasil pemantauan ini menjadi dasar rekomendasi sanksi tegas terhadap Anwar Sanjaya.
Menurut Ketua Tim Pemantauan Siaran Ramadhan MUI 1447 H, Dr Rida Hesti Ratnasari, aksi Anwar Sanjaya selama siaran Ramadhan dianggap melanggar etika publik. Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut dapat menodai kesucian bulan Ramadhan, terlebih karena potensi tayangan tersebut dilihat oleh anak-anak saat sahur.
Indikasi Pelanggaran yang Ditemukan
Dalam pemantauan tahap kedua, ditemukan beberapa indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh Anwar Sanjaya. Contohnya:
- Pada 1 Maret 2026, pada menit ke 8:56, Anwar melakukan gerakan joget pantat goyang ngebor (turun naik).
- Pada 2 Maret 2026, di menit ke 3:14 dan 3:16, gerakan goyangan pantat Anwar dijadikan bahan candaan yang tidak relevan.
- Pada 2 Maret 2026, di menit ke 7:15, Anwar memiting Kiki hingga terjatuh.
Selain itu, dalam pemantauan tahap pertama yang dilakukan pada 18-28 Februari 2026, MUI juga menemukan indikasi pelanggaran lain seperti kekerasan verbal, body shaming, dan erotis.
Contoh body shaming yang dilakukan Anwar antara lain:
- Pada 19 Februari 2026, di menit ke 2:06, Anwar mengajak Kiki secara body shaming dengan mengatakan “Maaf ye, ini kayak ulekan puyer.”
- Pada 20 Februari 2026, di menit ke 1:43, Nasar menambahkan ejekan buat Kiki “Enggak mungkin anaknya cantik, emaknya aja kaya biji ketumbar.”
Tidak hanya itu, pada 20 Februari 2026, Anwar juga melakukan adegan tidak pantas dengan menggoyangkan pantat naik turun pada menit ke 07:00-07:03. Selain itu, pada tanggal 19 Februari 2026, menit ke 2:56-2:57, Anwar melakukan adegan tidak pantas membuka celana kolornya.
Apa Itu Body Shaming?
Body shaming adalah segala bentuk tindakan atau praktik menghina bentuk atau ukuran tubuh orang lain. Bentuk bullying ini bisa dilakukan oleh orang terdekat seperti orangtua, saudara, teman, atau bahkan komentar negatif di media sosial.
Wujud body shaming bisa beragam, mulai dari mengkritik penampilan tubuh seseorang, membandingkan bentuk dan ukuran tubuh dengan orang lain, hingga membuat komentar yang merendahkan. Konsep semu citra tubuh ideal sering kali menjadi penyebab body shaming terus berlanjut.
Dampak Buruk Body Shaming pada Kesehatan Mental
Melansir Healthshot, body shaming memiliki beberapa dampak buruk pada kesehatan mental, antara lain:
-
Depresi
Body shaming dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi, terutama pada kalangan anak muda. Tindakan ini awalnya melukai harga diri seseorang, lalu bisa membuat korban merasa putus asa dan bahkan membenci tubuhnya sendiri. -
Gangguan Makan
Efek body shaming lainnya adalah memicu gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia. Korban bisa justru makan berlebihan atau sama sekali tidak makan, sehingga mengalami malnutrisi. -
Gangguan Kecemasan Sampai Serangan Panik
Korban yang terus-menerus mengalami body shaming lambat laun bisa merasa tidak berharga dan tidak percaya diri. Hal ini bisa memicu gangguan kecemasan parah dan serangan panik.
Langkah yang Bisa Dilakukan
Untuk mencegah body shaming, setiap orang perlu sadar akan dampak negatifnya. Mulai sekarang, hindari perilaku tidak terpuji ini. Setiap orang berhak merasa nyaman dan percaya diri dengan bentuk serta ukuran tubuhnya.
Jika kamu mendapati orang sekitar melakukan body shaming, jangan hanya diam tapi ingatkan efek buruknya. Jika menemukan body shaming di media sosial, segera laporkan agar platform tersebut segera merespons dan mengontrol konten negatif tersebut.
Jika kamu merasa menjadi korban body shaming dan merasa tidak nyaman, pertimbangkan untuk bicara dengan orang terdekat atau profesional kesehatan mental.












