Pernyataan Dea Annisa tentang Menunda Pernikahan dan Tanggapan dari Ibu
Beberapa waktu lalu, nama Dea Annisa kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul berita bahwa ia memilih menunda pernikahan demi membantu ekonomi keluarga. Pernyataan ini disampaikan oleh ibunya, Masayu Chairani, dalam sebuah podcast yang dihadiri oleh Melaney Ricardo. Namun, Dea Annisa akhirnya memberikan klarifikasi terkait pernyataan tersebut.
Dea mengungkapkan bahwa ibunya sedang dalam kondisi emosional saat menyampaikan pernyataan itu. “Mama aku dalam keadaan secara emosional, karena dia bangga sama anaknya, jadi apa yang dia keluarkan karena emosional jadi banyak kata-kata yang mungkin seharusnya penggunaan katanya salah aja sih,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak semua yang diucapkan ibunya benar-benar sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Tidak Ada Kekhawatiran Meski Belum Menikah
Dea Annisa juga membantah tudingan bahwa dirinya menjadi tulang punggung keluarga. Ia menjelaskan bahwa dunia hiburan memiliki naik turunnya, sehingga tidak sepenuhnya ia yang membiayai seluruh kebutuhan keluarganya. “Kalau dunia entertainment kan ada naik turunnya. Jadi bukan benar-benar aku ngebiayain 100 persen keluarga aku, tidak,” ucapnya.
Selain itu, Dea juga menepis anggapan bahwa ia menunda menikah demi membantu ekonomi keluarga. Ia menekankan bahwa jodoh dan rezeki semuanya diatur oleh Tuhan. “Banyak banget yang bilang Dea nunda nikah demi untuk keluarga, sebenarnya nggak kayak gitu ya. Selama ini aku selalu bilang jodoh, rezeki, sama kematian itu kan diatur sama Tuhan, jadi aku ngerasa sebagai manusia cuma bisa melakukan yang terbaik.”
Target Usia Menikah yang Sudah Dilewati
Di usia 28 tahun, Dea Annisa mengakui bahwa ia telah melebihi target usia menikahnya. Sebelumnya, ia menargetkan untuk menikah pada usia 25 tahun. Namun, ia memilih untuk tidak terburu-buru dalam urusan pernikahan. “Target aku menikah itu 25 tahun, sekarang udah 28 tahun, memang menunggu takdir dari Allah, karena kita ngga tau, aku juga ngga mau terburu-buru, ngga mau terlalu lama juga, minta doa nya aja,” ujarnya.
Meskipun belum menemukan jodoh, Dea tidak merasa khawatir. Ia percaya bahwa semua sudah diatur oleh Sang Pencipta. “Nggak lah kenapa harus worry? Takdir kan ada di tangan Allah kayak yang dibilang sesuai sama film aku takdir pilihan tidak akan selalu mudah tapi akan selalu indah,” ungkapnya.
Perspektif Ibu dan Kebebasan dalam Memilih Jodoh
Dea juga mengungkapkan bahwa sang ibu memang pernah memintanya untuk segera menikah. Namun, ia masih berusaha mencari pria yang tepat untuk dinikahi. “Sebenarnya mama gak mendesak sih kayak kalau mamah lebih ta namanya orangtua kan pengennya pasti kayak anak nya cepet menikah ngga ada yang salah sama itu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ibunya tidak memaksakan agar ia menikah pada tahun tertentu. “Tapi mama ngga yang memaksakan harus tahun jnj ya nikah gak karena balik lagi kayak yang aku bilang kita gak ada yang tahu takdir allah kapan bisa aja besok tiba-tiba aku nikah ngga ada yang tahu kan? Gitu,” lanjutnya.
Dea juga menegaskan bahwa ibunya tidak pernah menjodoh-jodohkannya. Hal ini membuatnya merasa leluasa dalam menentukan jodohnya sendiri. “Ngga sih gak ada omongan kayak gitu sih dijodoh-jodohin ngga ada,” tandasnya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












