Daerah  

Wilayah Terdampak Banjir di Lebong, Bengkulu

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, melaporkan dampak banjir dan longsor yang terjadi sejak Minggu 5 April 2026. Dampak bencana tersebut menimpa berbagai wilayah di kabupaten tersebut, termasuk pemukiman warga, fasilitas umum, dan infrastruktur penting.

Wilayah Terdampak Banjir

Dalam laporan yang diterima, beberapa desa dan kelurahan di wilayah Polsek Lebong Tengah mengalami banjir dengan ketinggian air yang berbeda-beda. Berikut rinciannya:

  • Desa Semelako Atas: ketinggian air mencapai 50 sentimeter di wilayah perkebunan warga.
  • Desa Semelako 3: tiga rumah terendam dengan ketinggian air 20 sentimeter.
  • Desa Semelako 2: tiga rumah terendam dengan ketinggian air 20 sentimeter.
  • Desa Semelako 1: empat rumah terendam dengan ketinggian air 40 sentimeter.
  • Desa Karanganyar: 60 rumah dan area persawahan serta kolam ikan terendam dengan ketinggian hingga 45 sentimeter.
  • Desa Tanjung Bungai I: 50 persen rumah warga terkena air banjir dan area persawahan terendam dengan ketinggian air hingga 50 persen.
  • Desa Tanjung Bungai II: 12 rumah dan persawahan serta kolam ikan turut terdampak banjir, ketinggian air mencapai 30 sentimeter.
  • Desa Suka Damai: 35 KK terdampak dengan ketinggian air 35 sentimeter.
  • Kelurahan Embong Panjang: delapan rumah terendam dengan ketinggian air 30 sentimeter.
  • Desa Pagar Agung: 89 KK menjadi korban banjir dengan ketinggian air hingga 100 sentimeter.

Selain itu, beberapa bangunan pemerintah dan fasilitas umum juga terdampak banjir, antara lain:

  • Gedung SMP N 09 Lebong
  • Kantor Polsek Lebong Tengah
  • Balai Desa Semelako I
  • Balai Desa Tanjung Bungai II
  • TK Aisyiyah 9
  • Bangunan Heller (penggilingan padi) di Desa Tanjung Bungai II
  • Jembatan putus di Desa Tanjung Bungai II Kecamatan Lebong Tengah

Wilayah Lain yang Terdampak Banjir

Di wilayah Polsek Lebong Utara, beberapa titik juga dilaporkan terendam banjir. Berikut daftar lokasi dan tinggi airnya:

  • Depan rumah adat Desa Kampung Muara Aman: ketinggian air 25 sentimeter.
  • Badan jalan Nangai Amen Kecamatan Lebong Utara: ketinggian air 30 sentimeter.
  • Desa Lemeu Kecamatan Embong Uram: ketinggian air 25 sentimeter.
  • Desa Nangai Amen: ketinggian air 1,5 meter.
  • Desa Bentangur: ketinggian air 25 sentimeter.
  • Desa Nangai Tayau: ketinggian air 12 sentimeter.
  • Desa Kampung Dalam: ketinggian air 25 sentimeter.
  • Desa Tunggang: ketinggian air 15 sentimeter.

Dampak Banjir pada Masyarakat

Sejumlah pemukiman warga terdampak banjir, yaitu sekitar 200 rumah di beberapa titik. Selain itu, banjir menyebabkan pengendara tidak bisa melintas dan isi perabotan dalam rumah terkena banjir atau sebagian warga terjebak dalam banjir.

Kapolres Lebong bersama jajaran melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir dan melakukan evakuasi bersama BPBD dan masyarakat. Selain itu, Polres juga memberikan imbauan kepada warga agar selalu waspada dan berhati-hati. Mereka juga sedang mendata rumah-rumah warga yang terdampak banjir dan membantu warga yang terkena dampak bencana.

Longsoran yang Terjadi

Selain banjir, longsoran juga terjadi di beberapa daerah, yaitu:

  • Desa Air Kopras: satu titik longsoran yang menutupi jalan dengan ketinggian enam meter.
  • Desa Lemeu, Kecamatan Pinang Belapis, Kec. Uram Jaya: jalan arah Pal-8 terkena longsoran dengan ketinggian tujuh meter dan kabel listrik terputus akibat tertimpa pohon.

Menurut informasi terbaru, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Tim gabungan dari BPBD dan pemerintah setempat terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap dampak banjir dan longsoran.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *