Bisnis  

Hindari Libur Panjang, ISKI Jatim Sarankan ASN Kerja dari Rumah Rabu

Rekomendasi Hari Rabu untuk WFH ASN

Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jawa Timur (ISKI Jatim) merekomendasikan hari Rabu sebagai waktu ideal untuk penerapan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/ WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Rekomendasi ini muncul berdasarkan hasil riset digital yang menunjukkan penolakan publik terhadap opsi hari Jumat sebagai hari WFH.

Berpotensi Picu Libur Panjang Terselubung

Ketua ISKI Jatim, Suko Widodo, mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat menilai penerapan WFH pada hari Jumat berpotensi memicu libur panjang terselubung. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada menurunnya produktivitas ASN serta kualitas pelayanan publik.

“Pilihan hari Rabu kita tanyakan kepada netizen dan dominan mereka menghendaki hari itu sebagai pilihan tepat bagi ASN untuk WFH,” ujar Suko.

Jaga Disiplin ASN

Menurutnya, penetapan WFH di tengah pekan menjadi strategi untuk menjaga disiplin kerja aparatur sekaligus meminimalkan persepsi negatif di masyarakat. Ia menegaskan, jika WFH diterapkan pada hari Jumat, potensi penyalahgunaan waktu untuk kepentingan di luar pekerjaan akan semakin besar.

“Kalau nanti di hari Jumat, pasti akan dimanfaatkan long weekend dan itu berbahaya, orang menjadi malas,” tegasnya.

Hasil Analisis Komentar di Media Sosial

Sementara itu, Kepala Laboratorium Integrated Digital Research FISIP UPN Veteran Jatim, Irwan Dwi Arianto, memaparkan hasil analisis terhadap 7.738 komentar netizen di media sosial. Data tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran publik terkait potensi meningkatnya aktivitas non-pekerjaan jika WFH dilakukan menjelang akhir pekan.

“Kalau WFH dilakukan pada hari Jumat, itu malah justru bermasalah karena akan menambah libur. Akhirnya bukan bekerja malah berjalan-jalan,” kata Irwan.

Penguatan Transportasi Umum

Lebih lanjut, ia menjelaskan masyarakat menginginkan kebijakan WFH yang tidak hanya efektif, tetapi juga berdampak pada efisiensi energi. Sejumlah usulan yang muncul antara lain penguatan transportasi umum dan penggunaan sepeda sebagai alternatif penghematan bahan bakar.

Irwan menambahkan, tren data hingga awal April 2026 secara konsisten menempatkan hari Rabu sebagai pilihan utama, disusul hari Kamis dan Jumat. Hal tersebut terlihat dari frekuensi penyebutan dalam percakapan di media sosial, khususnya Facebook.

“Persentasenya untuk Rabu itu tertinggi pertama kemudian hari Kamis baru hari Jumat. Jadi pilihannya itu,” tambahnya.

Pertimbangkan Hasil Pemantauan Media Sosial

ISKI Jatim pun mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan hasil pemantauan media sosial sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan publik. Langkah ini dinilai penting agar kebijakan yang diambil memiliki tingkat penerimaan tinggi dan tetap menjaga efektivitas kinerja ASN.




Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *