Presiden Prabowo Kunker ke Rusia, Temui Putin

Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan kembali melakukan kunjungan kerja ke luar negeri pekan ini. Dalam kunjungan tersebut, ia akan melawat ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Pertemuan antara kedua pemimpin ini dijadwalkan sebagai momen penting dalam menjajaki isu-isu strategis global, termasuk masalah energi dan dinamika geopolitik dunia.

Menlu Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo akan berangkat pada minggu ini. Meski begitu, ia tidak menjawab secara tegas apakah perjalanan tersebut akan dilakukan besok. “Iya, kan itu penjelasannya kan,” ujar Sugiono saat ditanya lebih lanjut.

Pertemuan antara Prabowo dan Putin disebut sebagai momentum strategis bagi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang. Sugiono menegaskan bahwa pembahasan akan mencakup isu-isu seperti geopolitik dunia dan situasi energi. “Saya kira itu saja,” tambahnya.

Sebelumnya, media Rusia TASS melaporkan rencana pertemuan antara Putin dan Prabowo. Pemerintah Rusia diketahui sedang mempersiapkan agenda pembicaraan antara dua pemimpin tersebut. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, membenarkan adanya persiapan ini. Namun, ia belum merinci waktu pasti pelaksanaan pertemuan.

Alasan Bolak-Balik ke Luar Negeri

Presiden Prabowo sebelumnya pernah menjelaskan alasan sering melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Dalam satu tahun menjabat sebagai Presiden RI ke-8 (sejak dilantik pada Oktober 2024), Prabowo tercatat melakukan kunjungan kenegaraan sebanyak 34 kali. Salah satunya adalah lawatan ke Jepang dan Korea Selatan pada akhir Maret 2026.

Prabowo menyatakan bahwa kunjungan-kunjungan ini dimaksudkan untuk menjaga ekonomi masyarakat Indonesia. “Makanya setiap presiden Indonesia ya capek, disangka saya suka jalan-jalan ke situ, dan juga saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya. Untuk menjaga apa? Lapangan kerja,” katanya dalam dialog bersama para jurnalis dan pakar.

Contoh nyata dari upaya ini adalah kesepakatan Indonesia dan Uni Eropa soal Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Kesepakatan ini berhasil setelah negosiasi panjang selama 10 tahun. “Aku kalau enggak lobi, tentunya menteri-menteri yang kerja. Di ujungnya saya harus datang. Iya kan? ke raja Belgia, ke raja Belanda, ke Uni Eropa. Akhirnya kita punya perdagangan CEPA kita agak lancar. 10 tahun loh. Kita tembus ya,” ujarnya.

Prabowo juga menyebut bahwa hubungan dengan Kanada melalui CEPA telah membuka peluang perdagangan yang lebih baik. “Sekarang kita punya barang-barang 0 persen ke Kanada, ke Uni Eropa,” tambahnya.

Dunia Geoekonomi dan Kekayaan Alam Indonesia

Menurut Prabowo, dunia saat ini sudah menjadi geoekonomi. Oleh karena itu, hubungan baik dengan semua negara sangat diperlukan. “Jadi memang di dunia yang sekarang geopolitik sudah menjadi geoekonomi. Jadi kalau anda hubungannya tidak baik, anda dapat tekanan macam-macam,” ucapnya.

Selain itu, Prabowo menyoroti kekayaan alam Indonesia yang sangat besar. Sejak ratusan tahun lalu, Indonesia diincar oleh negara lain karena sumber daya alamnya. “Jadi kita ini dari dulu selalu menjadi apa ya, tujuan bahkan inceran karena kekayaan kita gitu loh. Suka tidak suka,” kata Prabowo.

Untuk menjaga posisi Indonesia di dunia internasional, Prabowo menekankan pentingnya menjalin hubungan dengan banyak negara. “Kita anggota ASEAN ya. Asia itu 10 negara loh, sekarang 11. Tapi kita juga apa? Kita anggota G20 20 negara. Habis itu kita apalagi? Kita anggota OKI. Habis itu kita G, kita ikut banyak. Nah, kalau kita diundang kita tidak datang kan enggak bagus,” lanjutnya.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *