Pasar mobil listrik komersial semakin berkembang, Farizon hadirkan SV dan V8E



Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia kini tidak lagi hanya terfokus pada segmen mobil penumpang, tetapi juga mencakup kendaraan komersial. Salah satu merek yang mulai menunjukkan kehadiran serius di pasar ini adalah Farizon, sebuah merek kendaraan niaga listrik yang berada di bawah naungan Geely Group dan dibawa masuk oleh Arista Group. Kehadirannya menandai bahwa pasar kendaraan komersial listrik di Tanah Air sedang memasuki fase yang lebih matang dengan produk-produk yang siap digunakan.

Produk pertama yang telah resmi dipasarkan adalah Farizon SV, yang diluncurkan di Indonesia pada Januari 2026. Van listrik ini menyasar segmen kendaraan niaga berkapasitas besar dengan harga jual OTR Jakarta sebesar Rp 698 juta, yang berada di kisaran harga yang hampir sama dengan Toyota Hiace Premio.



Farizon SV hadir sebagai van listrik dengan konfigurasi hingga 16 penumpang, menjadikannya fleksibel untuk berbagai kebutuhan seperti shuttle, operasional perusahaan, maupun transportasi komersial.



Desainnya mengusung konsep tanpa pilar B yang memudahkan akses keluar masuk, serta struktur bodi yang menggunakan bahan aluminium dan baja berkekuatan tinggi. Dari sisi performa, Farizon SV dilengkapi motor listrik dengan tenaga 170 kW dan torsi 336 Nm. Sumber energinya berasal dari baterai berkapasitas 83 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh hingga 400 km dalam sekali pengisian penuh.

Untuk pengisian cepat, baterainya dapat diisi dari 20 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 36 menit, menjadikannya ideal untuk operasional harian. Selain itu, Farizon juga mulai memperkenalkan lini produk lain yang lebih fokus pada kebutuhan logistik perkotaan. Salah satunya adalah Farizon Super Cargo V8E, yang diperkenalkan perdana di ajang GIICOMVEC 2026 yang berlangsung pada 8–11 April di JIExpo Kemayoran, Jakarta.



Berbeda dengan SV yang bermain di segmen penumpang, V8E merupakan blind van listrik yang dirancang untuk distribusi barang. Meski baru diperkenalkan, unit ini sudah bisa dipesan konsumen dengan estimasi harga di kisaran Rp 300 jutaan, sementara pengiriman ke konsumen dijadwalkan mulai Juli 2026.

Secara dimensi, Farizon V8E memiliki panjang 4.995 mm, lebar 1.820 mm, dan tinggi 1.985 mm, dengan jarak sumbu roda 3.200 mm. Ukuran ini dipadukan dengan radius putar 6 meter yang membuatnya tetap lincah digunakan di area perkotaan yang padat. Sektor kargo menjadi nilai jual utama, dengan kapasitas mencapai 7,9 meter kubik. Area penyimpanan tersebut didukung pintu geser di kedua sisi serta pintu belakang model barn door untuk memudahkan proses bongkar muat di ruang terbatas.

Untuk dapur pacu, V8E mengandalkan motor listrik dengan tenaga 149 dk dan torsi 230 Nm, dipadukan baterai LFP berkapasitas 66,67 kWh. Berdasarkan pengujian WLTP, jarak tempuhnya mencapai 329 km dalam sekali pengisian penuh. Sementara pengisian cepat dari 20 ke 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit.

Masuk ke kabin, nuansa modern terasa melalui penggunaan layar infotainment besar dan panel instrumen digital, serta berbagai kompartemen penyimpanan yang menunjang kebutuhan operasional. Dengan kehadiran Farizon SV sebagai model yang sudah dipasarkan dan Super Cargo V8E yang mulai diperkenalkan serta dibuka pemesanannya, terlihat bahwa kendaraan komersial listrik di Indonesia mulai berkembang ke arah yang lebih konkret.

Pelaku usaha kini punya opsi yang semakin beragam untuk beralih ke armada berbasis listrik, baik untuk angkut penumpang maupun distribusi barang.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *