SPBU Bobibos Bahan Bakar Jerami: Benarkah Ada? Cek Fakta!

Penemuan Bobibos: Bahan Bakar Jerami yang Menarik Perhatian

Bobibos, atau bahan bakar original Indonesia Bos, telah menjadi sorotan beberapa waktu terakhir. Di media sosial, beredar informasi bahwa sudah ada SPBU Bobibos bahan bakar jerami yang merupakan temuan Muhammad Ikhlas Thamrin. Informasi tersebut didasarkan pada unggahan foto yang menunjukkan adanya SPBU Bobibos di Indonesia. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga dicatut namanya dalam unggahan itu.

Namun, fakta yang ditemukan adalah bahwa SPBU Bobibos bahan bakar jerami yang dikembangkan oleh Muhammad Ikhlas Thamrin tersebut adalah informasi yang salah. Sampai saat ini, tim Bobibos masih dalam diskusi dengan pemerintah dan lembaga terkait mengenai proses uji, sertifikasi, serta izin edar agar dapat berjalan sesuai ketentuan.

Mesin Pengolah Jerami di Atas Truk

Sementara itu, Muhammad Ikhlas Thamrin, penemu Bobibos alias bahan bakar jerami, dikabarkan tengah membuat mesin pengolah jerami di atas sebuah truk untuk meladeni permintaan Kang Dedi Mulyadi. Pembuatan mesin tersebut merespons permintaan Kang Dedi Mulyadi agar mereka kembali ke Lembur Pakuan untuk mengolah jerami yang telah disiapkan menjadi bahan bakar.

Mesin yang dirancang oleh Ikhlas Thamrin cs ini dibangun di atas truk. Selanjutnya di truk itulah jerami akan diolah menjadi bahan bakar. Klaim ini terungkap setelah video Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ketika kembali ke Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat pada Senin (24/11/2025) viral di media sosial. Dalam video yang diunggahnya lewat media sosial pribadinya, Dedi Mulyadi meminta pihak Bobibos untuk kembali datang dan mengolah jerami untuk menjadi bahan bakar.

“Ini hamparan padi yang sebagian sudah mulai dipanen dan besok seluruhnya segera dipanen,” ungkap Dedi Mulyadi menujukkan tumpukan jerami dan hamparan sawah yang siap dipanen. “Dan karena ini seluruhnya sudah segera dipanen, jeraminya akan segera bisa dimanfaatkan,” tambahnya. Oleh karena itu, Dedi Mulyadi mengajak pihak Bobibos untuk bisa datang kembali ke Lembur Pakuan. Sehingga jerami-jerami sisa panen padi pada akhir tahun ini bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi bahan bakar ramah lingkungan.

Respons dari Founder Bobibos

Postingan itu lantas langsung ditanggapi oleh Founder Bobibos, M Ikhlas Thamrin. Lewat akun instagram resmi Bobibos @bobibos_ pada Senin (24/11/2025), Thamrin menyampaikan siap datang mengolah jerami menjadi bahan bakar. Terkait hal tersebut, pihaknya kini tengah mempersiapkan mesin pengolahan bahan bakar tersebut.

“Assalamualaikum, Kang KDM. Terima kasih. Luar biasa, insya Allah. Kami setelah MOU di Lembur Pakuan kemarin, kami langsung lembur, Kang KDM, untuk langsung bikin mesin, mesin produksinya. Kita langsung lembur, bikin mesin produksinya,” ungkap Thamrin. “Dan insya Allah nanti seluruh mesin ini kita akan simpan di dalam truk Fuso. Kita simpan di dalam truk. Sehingga nanti insya Allah nanti kami dari sini akan kirim langsung ke Lembur Pakuan setelah jadi,” bebernya.

Desain Portabel dan Efisien

Mesin pengolah jerami menjadi Bobibos itu katanya dibuat portabel yang ditempatkan di dalam truk berukuran besar. Sehingga, jerami sisa panen padi tersebut nantinya akan diolah langsung di Lembur Pakuan. “Dan kami sudah setiap hari lembur untuk bikin produksi mesinnya, Kang KDM. Sekali lagi, mesin Bobibos ini kita angkut semua di dalam truk. Nanti di dalam truk itulah sebagai mesinnya,” beber Thamrin. “Sehingga, truk ini nanti datang, jerami masuk ke dalam truk dan semuanya diolah di dalam truk tersebut. Karena di dalam truk tersebut sudah kami install seluruh mesinnya,” bebernya.

Thamrim meyakinkan, pihaknya kini tengah bekerja keras untuk menginstall seluruh mesin ke dalam truk tersebut. Nantinya, mesin portabel itu dapat mengolah limbah jerami menjadi bensin atau solar Bobibos. “Jadi insya Allah, Kang KDM di dalam mesin itulah yang akan memproduksi Bobibos, baik itu nanti bensin maupun solar. Sehingga nanti bisa dilihat jerami masuk ke dalam truk, diolah dalam mesinnya, nanti outputnya kita simpan di dalam tangki yaitu Bobibos bensin-bensin maupun solar,” jelasnya.

Proses Produksi dan Uji Coba

Melengkapi postingannya, dalam kolom keterangan admin @bobibos_ menjelaskan persiapan terus berjalan. Bobibos kini menyiapkan mesin produksi khusus yang dipasang di atas truk, sehingga seluruh proses pengolahan jerami bisa dilakukan langsung di lokasi. Tidak perlu menunggu bahan baku dikirim jauh, mesinnya yang datang ke desa. “Dengan desain portable ini, unit produksi Bobibos dapat bergerak dari desa ke desa, dari lahan ke lahan, mengikuti titik-titik jerami yang siap diproses. Lebih cepat, lebih efisien, dan tentu lebih dekat dengan para petani,” tulis admin @bobibos_.

Inovasi Awal: Kompor Pulsa

Jauh sebelum dikenal sebagai penemu Bobibos bahan bakar jerami, Muhammad Ikhlas Thamrin sudah lebih dulu menciptakan kompor pulsa pada 2015. Namun, nasib kompor pulsa yang Muhammad Ikhlas Thamrin cipitakan ini tak setenar Bobibos bahan bakar jerami. Dikutip dari berbagai sumber, peeemuan kompor pulsa itu bermula dari keresahannya yang mencari solusi untuk permasalahan energi.

Begitu lulus kuliah pada 2025, Muhammad Ikhlas Thamrin pun mulai mencari solusi. Lalu pada 2007 Muhammad Ikhlas Thamrin memulai riset tentang energi bersama timnya. Ia berpendapat energi di Indonesia berpotensi langka dan mahal karena belum memanfaatkan energi terbarukan terlebih yang saat ini digunakan belum ramah lingkungan. Pada 2007, Muhammad Ikhlas Thamrin memulai riset tentang energi bersama timnya. Delapan tahun kemudian atau pada 2015, ia mendirikan PT Baterai Freeneg Generasi. Hasil dari riset yang dilakukannya melahirkan sebuah solusi energi berbasis pulsa berupa kompor dan motor.

Bobibos dan Dukungan dari Gubernur

Kini Muhammad Ikhlas Thamirn jadi sorotan setelah bersama timnya menemukan Bobibos yang merupakan akronim Bahan bakar Original Buatan Indonesia Bos sebagai bahan bakar jerami. Dia dan timnya melakukan riset selama 10 tahun. Bobios dibuat dari dari berbagai tanaman yang mudah tumbuh di banyak wilayah Indonesia, termasuk di lahan persawahan. Dengan RON mendekati 98, Bobibos disebut bisa menempuh jarak lebih jauh dibandingkan bahan bakar solar konvensional saat ini.

Potensi dan Tantangan

Bobibos atau bahan bakar dari jerami yang dikembangkan Muhammad Ikhlas Thamrin dinilai bisa jadi cuma mimpi siang bolong belaka. Pasalnya pengembangan Bobibos perlu investasi besar, jalan panjang dan dukungan sejumlah pihak, utamanya Pertamina. Demikian disampaikan pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Dr. Fahmy Radhi, MBA soal Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos) alias bahan bakar jerami temuan Muhammad Ikhlas Thamrin ini.

Uji Teknis dan Legalitas

Founder Bahan Bakar Original Buatan Indonesia (Bobibos) M. Ikhlas Thamrin menilai langkah Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang meneruskan pembahasan uji coba dan proses perizinan kepada Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) sebagai tahap penting dalam memastikan standar teknis serta legalitas produk dapat terpenuhi. Ikhlas menyatakan pihaknya siap mengikuti seluruh arahan dan prosedur yang ditetapkan regulator.

Tanggapan dari Kementerian ESDM

Sebelumnya, Plt Kepala Lemigas Noor Arifin Muhammad menegaskan pada prinsipnya Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM mendukung setiap upaya dan inovasi berbagai pihak dalam menghadirkan alternatif bahan bakar yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan bernilai tambah bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi seperti Bobibos menunjukkan ekosistem energi Indonesia semakin dinamis dan terbuka terhadap perkembangan teknologi baru.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *