Budaya  

Mengapa Banyak Candi di Klaten? Kawasan Subur Era Mataram Kuno

Klaten: Kota Seribu Candi dengan Sejarah yang Mendalam

Klaten, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, dikenal sebagai kota seribu candi. Julukan ini bukan tanpa alasan, karena wilayah ini menyimpan banyak kompleks candi bercorak Hindu-Buddha yang dibangun sejak masa Kerajaan Mataram Kuno. Selain menjadi destinasi wisata sejarah, candi-candi ini juga menjadi saksi perkembangan peradaban Nusantara.

Banyak candi ditemukan di Klaten karena wilayah ini memiliki kondisi geografis yang sangat ideal untuk pembangunan bangunan suci. Klaten merupakan daerah subur dan dekat dengan Gunung Merapi, serta dialiri berbagai sungai. Struktur tanah vulkanik yang subur dan permukaan tanah yang stabil membuatnya cocok untuk membangun bangunan batu berukuran besar.

Peran Candi dalam Masa Kerajaan Mataram Kuno

Klaten merupakan bagian dari pusat Kerajaan Mataram Kuno, sehingga candi dibangun sebagai pusat ritual, pemujaan, dan legitimasi kekuasaan. Fungsi candi pada masa kerajaan sangat penting, antara lain:

  • Tempat peribadatan dan ritual keagamaan
  • Lokasi pemujaan dewa-dewa Hindu-Buddha
  • Tempat penghormatan untuk raja atau tokoh penting
  • Pusat kegiatan spiritual dan meditasi

Candi-candi di Klaten merupakan bukti tingginya nilai religius dan budaya pada masa kerajaan. Contohnya, kompleks candi Plaosan, Sewu, dan Prambanan menunjukkan bahwa Klaten adalah pusat religius penting pada masa Hindu-Buddha.

Deretan Candi Ternama di Klaten

  1. Candi Plaosan



    Terletak di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten. Candi bercorak Buddha ini diperkirakan dibangun pada masa Rakai Pikatan (abad ke-9). Pahatannya mirip Borobudur, Sewu, dan Sari. Candi ini juga terkenal sebagai simbol kisah cinta beda agama antara Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani.

  2. Candi Sewu

    Berada di Dukuh Bener, Bugisan, Klaten. Dibangun pada abad ke-8 oleh Rakai Panangkaran, candi ini menjadi pusat kegiatan agama Buddha. Prasasti Manjusrigrta menunjukkan fungsi Candi Sewu sebagai pusat penyempurnaan ajaran Buddha.

  3. Candi Lumbung



    Bercorak Buddha dan dibangun abad ke-9–10. Memiliki bentuk stupa pada atapnya, menandakan fungsi Buddhis yang mirip dengan candi-candi mandala lainnya.

  4. Candi Sojiwan

    Terletak di Kalongan, Kebon Dalem Kidul. Diperkirakan menjadi bagian sebaran dari kompleks Prambanan. Coraknya Buddha dan memiliki relief yang indah.

  5. Candi Bubrah

    Berada di kawasan Prambanan. Saat ditemukan, candi sudah rusak berat dan tinggal reruntuhan setinggi dua meter, karena itu dinamakan Bubrah. Candi ini satu kelompok dengan Candi Sewu dan Lumbung.

  6. Candi Merak

    Terletak di Karanggongko, Karangnongko, Klaten. Bercorak Hindu dan dibangun pada abad VIII–IX. Nama “Merak” diperkirakan berasal dari banyaknya burung merak di sekitar lokasi saat ditemukan. Candi ini telah beberapa kali dipugar.

  7. Candi Gana

    Berada di Dusun Bener, Bugisan. Merupakan candi bercorak Buddha dan termasuk dalam nominasi bangunan warisan dunia sebagai “Candi Asu”. Diduga dibangun pada abad IX berdasarkan komponen arsitekturnya.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *