Destinasi Wisata Edukasi yang Cocok untuk Anak di Yogyakarta
Saat libur akhir tahun 2025, siswa SD hingga SMA akan memiliki waktu yang cukup panjang untuk berwisata. Sebelum liburan dimulai, tidak ada salahnya mencari destinasi wisata edukasi yang bisa menjadi pilihan. Berwisata sambil belajar hal-hal baru yang menyenangkan adalah pilihan yang sangat menarik. Salah satu kota yang menawarkan banyak pilihan wisata edukasi adalah Yogyakarta.
Menurut data dari Badan Musyawarah Musea (Barahmus), Yogyakarta memiliki sekitar 40 lebih museum. Pada tahun 2024, tercatat sejumlah 41 museum bergabung dalam Barahmus DI Yogyakarta. Berikut ini beberapa wisata edukasi yang cocok untuk anak-anak dan keluarga.
1. Museum Sandi
Museum yang berlokasi di Jalan F.M. Noto No. 21 Kotabaru ini dibangun sejak tahun 1920 dan dulunya merupakan kawasan hunian masyarakat Eropa pada masa Kolonial. Sebelum menjadi museum, bangunan ini pernah menjadi kantor Kemenlu. Isinya tentang sejarah persandian di dunia secara umum dan Indonesia secara khusus.
Ada koleksi peralatan sandi yang digunakan pada masa Agresi Militer Belanda I dan II. Serta koleksi kamera, jam tangan, alat sandi yang digunakan para kepala BIN dari masa ke masa. Untuk anak-anak, ada kelas steganografi yang mengajarkan persandian dan bisa bermain peran seperti intel yang memecahkan kode rahasia. Kelas ini dibuka untuk toddler (4-6 tahun) dan children (7-12 tahun). Orangtua juga bisa mengikuti kegiatan heritage walk yang menjelajah jejak intelijen di Kotabaru, Yogyakarta.
2. Museum Sonobudoyo
Jika kamu ingin melihat kerangka manusia yang dikubur atau ingin tahu perhiasan, uang, alat makan manusia zaman dulu, kamu bisa mengunjungi Museum Sonobudoyo. Lokasi ini ramah anak dan memberikan kemudahan akses bagi orangtua yang membawa stroller. Termasuk jika nenek dan kakek menggunakan kursi roda, rutenya mudah ditempuh.
Museum ini berlokasi di Pangurakan No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta. Ada dua bangunan yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Tersedia lift serta akses AI untuk melihat koleksi. Koleksinya mencakup bidang geologika, biologika, ethnografika, arkeologi, numismatika, historika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknologika.
3. Museum Benteng Vredeburg
Benteng ini baru direvitalisasi, sehingga lokasinya jauh lebih nyaman untuk para orangtua. Ada playground yang luas dan cafe. Di dalamnya, anak-anak bisa mempelajari sejarah para pejuang meraih kemerdekaan dan belajar arsitektur zaman dulu. Ada jam khusus untuk pertunjukan air mancur yang sangat cocok buat anak-anak.
Lokasinya sangat strategis dan cocok untuk wisata full satu hari. Sebab lokasinya di kawasan titik nol. Benteng ini berdiri di samping Pasar Beringharjo dan dempet dengan wisata Taman Pintar. Depan museum adalah Istana Kepresidenan yang bisa dikunjungi masyarakat dengan cara reservasi terlebih dahulu.
4. Taman Pintar Yogyakarta
Ingin melihat bintang di siang hari? Coba saja ke Taman Pintar. Ada planetarium yang mengajak anak-anak melihat planet, bintang, sampai konsep rotasi bumi. Taman Pintar didesain sebagai pusat belajar sains interaktif terbesar di Jogja. Selain dapat melihat bintang dan planet, ada ruangan eksperimen fisika sederhana.
5. Gembira Loka Zoo (GL Zoo)
GL Zoo adalah kebun binatang terbesar di Yogyakarta. Jenis satwa yang ada di GL Zoo dari lokal hingga eksotis, belajar tentang konservasi, dan mencoba pengalaman berinteraksi. Misalnya memberi makan hewan atau naik perahu di danau.
6. Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala
Ingin tahu seperti apa pesawat tempur dari dekat? Cobalah ke museum ini. Isinya koleksi pesawat terbang dan sejarah penerbangan Indonesia. Cocok untuk anak yang tertarik pada dunia penerbangan. Mereka bisa melihat langsung berbagai jenis pesawat tempur, helikopter, diorama, dan belajar sejarah TNI Angkatan Udara.
7. Desa Wisata Kasongan
Yogyakarta juga punya kampung gerabah di Kasongan, Kabupaten Bantul. Orangtua bisa belanja gerabah tetapi anak-anak juga bisa belajar membuat gerabah. Dengan sentuhan kearifan lokal, lokasi ini memberikan pengalaman langsung buat anak-anak yang ingin belajar membuat gerabah dari para pengrajin.
8. Museum Arsip
Masih di area Bantul, ada museum arsip yang sering viral di media sosial. Diorama Arsip Jogja menampilkan arsip-arsip yang terkait dengan sejarah panjang Yogyakarta dari era Panembahan Senopati hingga yang terkini.
9. Monumen Yogya Kembali (Monjali)
Monjali termasuk museum tua di Yogyakarta. Bangunan ini didirikan untuk mengulas sejarah saat Ibu Kota Republik Indonesia yang direbut dari penjajah Belanda dan saat itu berdiri di Yogya. Ide atau gagasan untuk mendirikan museum ini adalah Kolonel Soegiarto. Tanggal 29 Juni 1985 Monumen mulai dibangun. Kemudian, tanggal 6 Juli 1989 Monjali diresmikan oleh Presiden Soeharto.
Bangunan monjali terdiri dari 3 lantai, lantai 1 berisi 4 ruang museum, lantai 2 berisi 10 diorama dan 40 relief, dan lantai 3 bernama Ruang Garba Graha. Koleksi Museum berjumlah 1.108, terdiri dari heraldika, miniatur, replika, kendaraan, senjata api, senjata tradisional, foto dokumentasi, alat perhubungan angkatan darat, alat kesehatan, inventaris, patung peraga, arsip, daftar nama pahlawan, relief, diorama, dan evokatif.
Demikian informasi mengenai 9 tempat wisata di Yogyakarta yang cocok untuk anak dan bisa dikunjungi saat libur sekolah mendatang.












