Penjelasan Pemilik Dapur MBG terkait Keluhan Bau Limbah
Pemilik dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Lorong Darmo Mulyo, RT 33, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kota Baru, Kota Jambi, memberikan penjelasan mengenai dugaan pencemaran limbah dari dapur tersebut. Ade Ariyanti, pemilik SPPG Yayasan Husein Palaguna PT Kocai Satu Rasa, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar.
Dapur MBG tersebut telah dibangun sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Juknis tersebut mencakup pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang terdiri dari tiga saluran: saluran air bersih, saluran air kotor, dan septitank. Menurut Ade, juknis tersebut telah disampaikan kepada kontraktor pembangunan dapur tersebut.
“Dasar aku juknis, di juknis kan tertera SOP-nya apa saja, termasuk IPAL,” katanya saat dikonfirmasi. Ia juga menyatakan bahwa juknis tersebut sudah dikirimkan ke kontraktor agar dapat membangun dapur sesuai standar yang ditetapkan.
Proses Pemeriksaan dan Perbaikan
Ade menjelaskan bahwa dapurnya telah melewati proses pemeriksaan oleh pihak dinas kesehatan setelah selesai dibangun. Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan tujuh poin perbaikan yang harus dilakukan untuk mendapatkan sertifikat SLHS (Sertifikat Lingkungan Sehat).
Beberapa perbaikan yang dilakukan antara lain:
* Tempat sampah diletakkan di area pengolahan makanan.
* Letak tabung APAR yang terlalu tinggi.
* Wastafel yang terlalu kecil dan tidak tersedia sabun serta pengering tangan.
* SOP belum ditempel di ruang SPPG.
* Kusen teralis pintu yang terlalu rendah.
* Penyaring lemak hanya di satu lobang pembuangan, seharusnya disemua lobang pembuangan.
* Empat lobang pembuangan di pasang.
Setelah semua perbaikan dilakukan, dapur tersebut kembali beroperasi. Namun, pada 4 November kemarin, terjadi masalah saat dapur tersebut beroperasi. Saluran IPAL hanya berasal dari area pencucian ompreng, sedangkan saluran pengolahan ternyata keluar ke limbah masyarakat.
“Ada keluar minyak, sempat bau tapi tidak sangat bau, sebab baru beroperasi sehari dua hari,” ujar Ade. Ia mengakui bahwa pihak RT setempat menghampirinya dan menyampaikan permasalahan tersebut.
Tindakan Perbaikan dan Komunikasi dengan Warga
Ade menjelaskan bahwa pihak RT langsung melakukan perbaikan. Beberapa relawan yang mengerti soal teknis bangunan membantu memperbaiki saluran limbah hingga tidak lagi keluar. Meski ada beberapa kebocoran, secara keseluruhan masalah telah terselesaikan.
Menurut Ade, ia sempat kaget terkait viralnya dapur MBG tersebut. Setelah perbaikan, tetangga menyampaikan adanya parit warga yang mampet. Mereka meminta bantuan untuk menembak air menggunakan damkar agar saluran lancar.
“Setelah hal itu, tidak ada komplain dan keluhan, tiba-tiba berita itu muncul,” ujarnya. Pihak Puskesmas, Dinkes, Polsek kota baru, polresta, polda, lurah, DLH Kota juga melakukan pemeriksaan keesokan harinya.
Tanggapan Warga dan Solusi yang Diusulkan
Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan pembuangan limbah dari program MBG di parit umum. Keluhan tersebut disampaikan karena muncul bau tak sedap dari dapur SPPG yang mengolah makanan untuk MBG.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, parit yang berjarak sekitar 30 meter dari gedung MBG tampak tergenang air kotor. Air tersebut diduga merupakan limbah dari proses pengolahan makanan di dapur MBG.
Seorang warga, Indra, membenarkan keluhan yang sebelumnya ramai di media sosial. “Memang bau, namanya air bekas cucian masak,” katanya. Menurutnya, sebelum program MBG berjalan, genangan air di parit tersebut tidak pernah terjadi.
Indra menilai pembuangan limbah yang langsung dialirkan ke saluran umum menjadi penyebab masalah. “MBG baru 2 bulan berjalan. Menurut warga di kawasan ini, air itu mengalir ke bawah perumahan,” tuturnya.
Harapan Warga dan Solusi yang Ditawarkan
Meski begitu, Indra menegaskan bahwa warga tetap mendukung program MBG. “Tetap kita dukung MBG, kita bukan antipati. Tadi pihak DLH Kota Jambi atau Provinsi datang. Kita memberikan beberapa usulan.”
Salah satu usulan warga adalah agar dapur MBG memiliki sistem penampungan limbah tersendiri. “Jangan dialirkan ke umum, parit kita tidak siap, pertimbangkan analisis dampak lingkungan (amdal) juga. Intinya kita mencari solusi yang terbaik,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah mempertimbangkan pembuatan bak penampungan khusus agar limbah dapur tidak lagi mengalir ke parit umum di lingkungan mereka.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












