Musim Ketiga Record of Ragnarok yang Dinanti-nantikan
Musim ketiga dari adaptasi manga Record of Ragnarok akhirnya resmi ditayangkan eksklusif di Netflix pada Rabu, 10 Desember 2025. Anime ini mengisahkan tentang turnamen bela diri antara umat manusia melawan dewa demi menentukan nasib umat manusia. Yang membuat serial ini sangat menarik adalah pertemuan dewa dari berbagai mitologi dengan para tokoh terkenal, seperti Jack the Ripper, Nikola Tesla, hingga Lu Bu.
Sebelumnya, adaptasi ini sempat membuat penggemar kecewa karena animasi yang buruk. Namun, anime ini mulai berbenah pada musim kedua. Apakah musim ketiga juga akan lebih baik dari musim sebelumnya? Daripada penasaran, yuk, simak ulasan penulis berikut ini!
Sinopsis Record of Ragnarok Season 3
Meneruskan dari musim kedua, seri mengadaptasi tiga pertandingan berikutnya dari Record of Ragnarok. Ada pertandingan Qin Shi Huang vs. Hades yang merupakan duel raja, duel antarilmuwan antara Nikola Tesla vs. Beelzebub, dan pertarungan Apollo vs. Leonidas yang personal banget. Tiap pertandingan memiliki tema dan cerita latar yang unik. Adapun, gaya bertarung baru membuat musim ini tidak bikin bosan meski alur cerita utama belum berkembang sama sekali.
Detail Informasi Film
- Judul Film: Record of Ragnarok Season 3
- Rating: 4
- Negara: Jepang
- Sutradara: Koichi Hatsumi
- Produser: Warner Bros. Japan
- Penulis: Yasuyuki Mutō
- Usia Rating: 16+
- Genre: aksi, fantasi, mitologi, supranatural
- Durasi (menit): 23–24 menit per episode
- Tanggal Rilis Film: 10-12-2025
- Tahun Rilis Film: 2025
- Tema: pertarungan manusia vs. dewa, mitologi, survival
- Produser Rumah: MARU Animation, Yumeta Company
- Di mana Menonton: Netflix
- Pemain: Miyuki Sawashiro, Tomoyo Kurosawa, Kaito Ishikawa, Ryutaro Okiayu, Makoto Furukawa, Daisuke Namikawa, Hiroshi Shirokuma, Kenichi Suzumura
- Tanggal Rilis Trailer: 2025
- Trailer Record of Ragnarok Season 3: link
Galeri Record of Ragnarok Season 3



1. Meneruskan babak berikutnya, Record of Ragnarok Season 3 kembali menghadirkan pertandingan dramatis dewa vs. umat manusia

Musim ketiga patut diapresiasi karena tidak hanya mengadaptasi dengan akurat, tetapi juga mencoba memperbaiki beberapa hal yang terasa kurang dalam versi manga. Dalam anime, misalnya, ada tambahan adegan yang memperlihatkan Apollo terluka lebih parah. Ini membuat pertarungan tidak terlalu terasa berat sebelah seperti dalam versi manga.
2. Keenam karakter yang bertanding pada musim ketiga termasuk favorit fans

Dengan format turnamen seperti ini, Record of Ragnarok selalu berganti fokus karakter. Tiap pertandingan memiliki protagonisnya masing-masing. Nah, musim ketiga ini kebetulan mengadaptasi bagian menarik dalam manga. Alhasil, yang ditampilkan adalah karakter favorit penggemar.
Keenam karakter yang bertarung memiliki kisah menariknya masing-masing. Ini membuat mereka sangat likeable sehingga sulit memilih pihak mana yang mau didukung. Inilah kekuatan utama Record of Ragnarok. Mereka berhasil membuat tiap pertandingan tidak hanya seru dari segi aksi, tetapi juga sangat emosional berkat karakterisasi yang solid. Qin Shi Huang, misalnya, punya kualitas protagonis syonen dengan kilas balik seru. Lalu, Hades ternyata tipe penyayang keluarga. Kemudian, ada Tesla sang ilmuwan gila. Bahkan, Beelzebub, yang punya tampang antagonis, ternyata memiliki cerita yang emosional dan tragis.
3. Dengan peningkatan visual dan animasi yang drastis, musim ketiga terbukti apik menganimasikan tiap panel manganya

Dari trailernya saja, kita sudah tahu kalau musim ketiga bakal berbeda. Digarap oleh MARU Animation, anime menampilkan visual dan animasi yang jauh lebih baik. Ia gak lagi minim animasi seperti salindia PowerPoint yang tampak pada musim pertama dan sebagian musim kedua. Desain karakternya juga lebih akurat dengan manga yang digambar oleh Ajichika.
Akhirnya, kamu bisa menikmati anime ini dengan animasi pertarungan yang layak. Pertarungan terbaik dari segi animasi adalah ronde kedelapan, tepatnya Qin Shi Huang vs. Hades. Satu-satunya poin minusnya ada pada penggunaan CGI yang kurang dipoles rapi, terutama pada ronde kesembilan. Penggunaan CGI yang buruk, apalagi saat adegan aksi, sangat terlihat kelas. Ia terasa jomplang dibanding dua pertandingan lainnya. Padahal, CGI juga bisa oke banget kalau digarap dengan baik.
4. Tata suara dan soundtrack yang sesuai mood membuat penonton bisa lebih menikmati

Kalau soal tata suara dan musik, adaptasi Record of Ragnarok cukup baik. Sang komposer, Yasuharu Takanashi, kembali untuk musim ketiga ini. Ia menghadirkan musik latar yang lebih meledak-ledak karena pertempuran yang makin seru. Ini menambah hype saat menonton anime ini.
Untuk soundtrack, lagu pembuka dari GLAY bertajuk “Dead or Alive” lumayan catchy. Sementara, lagu penutup “Last breath, Last record” yang dinyanyikan Saori Hayami terasa hit-and-miss, sih. Lagu pembuka “Rude Loose Dance” oleh Minami dan penutup “Inori” oleh Masatoshi dari musim kemarin masih lebih mengena di hati.
5. Di tangan MARU Animation, musim ketiga menjadi adaptasi yang selama ini diharapkan

Seperti yang kita tahu, musim ketiga ini digarap oleh studio baru MARU Animation. Koichi Hatsumi juga menggantikan Masao Okubo sebagai pemegang kemudi untuk produksi musim ketiga. Hasilnya? Jauh lebih baik! Ia menghadirkan adaptasi yang gak hanya akurat, tetapi juga mencoba disempurnakan.
Ia memperbaiki apa yang kurang dari musim kedua, seperti tempo, animasi, penggunaan efek suara monoton (seperti sorak-sorai penonton), dan gaya visual yang lebih mengikuti manga. MARU Animation membuktikan bahwa mereka adalah penyelamat adaptasi anime ini.
Ada banyak kelebihan untuk Record of Ragnarok Season 3 dibanding musim sebelumnya. Berdasarkan penilaian pribadi dari segala aspek, penulis memberikan skor 4/5 untuk musim terbaru ini. Anime ini akhirnya berhasil memberikan adaptasi yang layak untuk manga. Ekspektasi penggemar pun terpenuhi.
Satu-satunya masalah yang benar-benar mengurangi nilai ialah penggunaan CGI yang cukup buruk, sih. Selebihnya sudah sangat baik. Kalau berlangganan Netflix, musim ketiga ini wajib kamu tonton, ya!
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












