Kesiapan Sumsel United dalam Mencari Pemain Baru untuk Kompetisi 2025/26
Sumsel United, klub yang berlaga di Liga 2 Championship 2025/26, sedang mempersiapkan diri untuk bursa transfer putaran kedua yang akan dibuka pada 10 Januari hingga 6 Februari 2026. Pelatih kepala, Nil Maizar, mengungkapkan bahwa pihaknya masih belum bisa memastikan calon pemain anyar yang akan direkrut. Namun, ia menegaskan bahwa ambisi untuk menembus kasta tertinggi Liga 1 musim depan bukan sekadar wacana.
“Belum bisa dipastikan. Yang pasti kalau nanti kita lihat ada, kalau manajemen oke. Ya kita ambil,” ujar Nil Maizar usai memimpin latihan internal Sumsel United di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Kamis (11/12/2025) sore. Ia menjelaskan bahwa proses merekrut pemain hebat dari Liga 2 tidak mudah karena banyak tim lain yang juga menargetkan pemain-pemain berkualitas.
Menurut Nil Maizar, pemain-pemain hebat biasanya sudah diambil oleh klub-klub lain. Meski begitu, ia menyatakan bahwa masih ada kemungkinan untuk merekrut pemain Liga 1 dengan kontrak dan gaji yang tinggi. “Kecuali pemain Liga 1 ya. Kalau pemain Liga 1 ‘bisa’ main ke sini. Gak mau juga ke sini mungkin. Kecuali kalau dia mau dengan kontraknya gede, gajinya besar, ya bisa-bisa aja. Mudah-mudahan kalau memang nanti kita sedang mencari ada yang cocok, dan sesuai dengan kita, yakenapa tidak?” tambahnya.
Pertimbangan Matang dalam Rekrutmen Pemain
Nil Maizar mengaku telah berbicara dengan manajemen Sumsel United terkait rencana pengambilan pemain baru. Prinsipnya jelas, hanya pemain yang lebih hebat dari skuat saat ini yang layak direkrut. “Kalau ada yang lebih hebat dari pemain kita, ya kenapa tidak? Tapi kalau kualitasnya sama saja, lebih baik kita mempertahankan yang ada. Misalnya ada yang lebih hebat dari Hapit Ibrahim, oke kita ambil. Kalau tidak, ya Hapit tetap pilihan,” tegas mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut.
Meski jendela transfer belum resmi dibuka, sejumlah klub Liga 2 sudah mulai bergerak cepat. PSIS bahkan telah mengumumkan rekrutan barunya. Sementara Sumsel United masih menimbang langkah agar tidak mencoret pemain sebelum 3–4 laga tersisa jelang bursa.
Risiko Mendatangkan Pemain Asing
Mendatangkan pemain asing baru juga memiliki risiko. Proses administrasi seperti KITAS bisa memakan waktu dan mengganggu persiapan tim. Oleh karena itu, opsi paling realistis adalah meminjam pemain dari klub Liga 1 atau mendatangkan pemain yang sudah berpengalaman di Indonesia.
Persiapan Tim yang Matang
Dengan target lolos promosi ke Liga 1, Sumsel United jelas tidak hanya sekedar menjadi peserta. Manuver transfer kali ini akan menjadi penentu apakah ambisi besar itu dapat diwujudkan. Nil Maizar mencontohkan jika ada pemain anyar yang lebih baik dari Hapit Ibrahim, dirinya setuju manajemen Sumsel United untuk merekrutnya.
“Ada yang hebat dari Hapit misalnya, oke kita ambil. Tapi kalau gak masih sama-sama seperti Hapit, lebih baik Hapit. Itu contohnya,” pungkasnya.
Meskipun bursa transfer belum dibuka secara resmi, namun klub yang berlaga di kompetisi Liga 2 Championship 2025/26 mulai menunjukkan persiapan pembenahan. Beberapa klub seperti PSIS sudah mengumumkan rekrutan resminya. Sumsel United meski secara resmi belum mengeluarkan pernyataan perombakan tim.
Namun untuk mencari pengganti memang memerlukan pertimbangan yang matang, mengingat waktu yang mepet serta bursa transfer yang baru akan dibuka resmi di 15 Januari mendatang. Sehingga masih ada 3-4 pertandingan yang dimainkan, mencoret pemain terlalu dini bisa berakibat ke keseimbangan tim. Mendatangkan pemain yang belum pernah di Indonesia pun memiliki risiko pengaturan administrasi seperti Kitas yang membutuhkan waktu. Jadi hal ini yang membuat klub kemungkinan mencari pemain dengan status pinjaman dari klub Liga 1 ataupun liga 2, atau pemain yang pernah bermain di Indonesia sebelumnya.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












