Timnas Indonesia Dibawah Kepemimpinan John Herdman, 4 Pemain Persib Masih Dipilih Tim Garuda?

Pelatih Baru Timnas Indonesia, John Herdman

Timnas Indonesia kini memiliki pelatih baru bernama John Herdman. Pemilihan ini diumumkan melalui saluran resmi PSSI dan akun Instagram Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026). John Herdman lahir di Consett, County Durham, Inggris, pada 19 Juli 1975. Ia dikenal sebagai pelatih yang memiliki pengalaman luas dalam membangun tim nasional dari dasar.

Pertanyaan muncul apakah pemain Persib Bandung akan tetap menjadi bagian dari skuad Garuda di bawah arahan Herdman. Di era pelatih Patrick Kluivert, empat pemain Persib Bandung mendapatkan kesempatan untuk tampil di laga-laga internasional, termasuk dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka adalah Marc Klok, Beckham Putra, Thom Haye, dan Eliano Reijders.

Marc Klok, kapten Persib Bandung, sering menjadi langganan Timnas Indonesia. Bahkan, saat Timnas dipimpin Shin Tae-yong, ia juga menjadi bagian dari skuad Garuda. Beckham Putra Nugraha, pemain muda berbakat, juga sering dipanggil untuk memperkuat timnas. Thom Haye, pemain naturalisasi yang kini bergabung dengan Persib Bandung, menjadi pilihan utama di skuad Timnas Indonesia saat Patrick Kluivert menukangi tim. Eliano Reijnders juga pernah dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Selain itu, Robi Darwis dan Kakang Rudianto, dua pemain Persib lainnya, juga sering dipanggil untuk memperkuat timnas kelompok umur. Dengan performa Persib Bandung yang cemerlang di Liga Indonesia—sebagai juara klasemen sementara Liga 1 dan melaju ke babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2025/2026—pemain Persib memiliki peluang besar untuk menyumbangkan pemainnya di skuad Timnas Indonesia.

Profil John Herdman

Berdasarkan data Transfermarkt, John Herdman lahir di Consett, County Durham, Inggris, pada 19 Juli 1975. Ia tidak memiliki karier panjang sebagai pemain profesional dan sejak usia muda memilih jalur kepelatihan sebagai fokus utama. Keputusan tersebut terbukti tepat. Herdman menapaki karier secara bertahap hingga akhirnya dikenal sebagai pelatih yang memiliki spesialisasi membangun tim nasional dari fondasi yang kuat.

Perjalanan profesional Herdman dimulai di Selandia Baru saat usianya masih sekitar 30 tahun. Ia dipercaya menangani tim kelompok umur sebelum kemudian diangkat sebagai pelatih tim nasional putri Selandia Baru pada periode 2006–2011. Selama lebih dari lima tahun, Herdman sukses membawa Selandia Baru tampil di Piala Dunia Wanita FIFA 2007 dan 2011, sebuah pencapaian penting bagi negara tersebut.

Kesuksesan di Selandia Baru membuka jalan John Herdman ke Kanada. Pada 2011, ia ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional putri Kanada. Di bawah arahannya, Kanada menjelma menjadi kekuatan dunia. Herdman mengantar timnas putri Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016.

Langkah besar diambil Herdman pada 2018 ketika ia beralih menangani tim nasional putra Kanada. Keputusan tersebut berbuah hasil manis. Kanada sukses lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar, mengakhiri penantian selama 36 tahun. Prestasi itu sekaligus mendongkrak peringkat FIFA Kanada dari posisi 77 ke 33 dunia, menjadikan Herdman sebagai arsitek kebangkitan sepak bola Kanada di kawasan CONCACAF.

Kontroversi John Herdman

Di balik reputasi menterengnya, rekam jejak John Herdman juga diwarnai kontroversi. Media Kanada mengungkap keterlibatan Herdman dalam praktik pemantauan latihan lawan secara diam-diam menggunakan drone saat masih menangani Kanada. Kasus tersebut mencuat ke publik pada Olimpiade 2024 di Paris dan kembali disorot seiring kabar penunjukannya sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Media Sportsnet menyebut kasus ini berujung pada sidang disiplin oleh Federasi Sepak Bola Kanada. “Potensi pelanggaran Kode Etik dan Perilaku Sepak Bola Kanada oleh mantan pelatih kepala tim nasional putra telah teridentifikasi,” demikian pernyataan Federasi Sepak Bola Kanada pada November dikutip dari Sportsnet.

Agenda Padat Timnas Indonesia di Bawah Herdman

Memasuki tahun 2026, Timnas Indonesia menanti kalender kompetisi yang padat. Timnas senior dijadwalkan tampil pada FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026. Selain itu, Indonesia juga akan menjalani FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta tampil di Piala AFF 2026 yang dijadwalkan bergulir mulai 25 Juli 2026.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *