Daerah  

Warga Sumberrejo Jepara Terpuruk, 3 Hari 2 Kali Banjir Bandang, 375 Jiwa Terdampak

Warga Desa Sumberrejo Terdampak Banjir Bandang

Warga di dua dukuh Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Jepara mengalami kesulitan akibat banjir bandang yang menerjang wilayahnya. Peristiwa ini terjadi sebanyak dua kali dalam tiga hari terakhir. Banjir tersebut dipicu oleh luapan air Sungai Tempuran yang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Banjir bandang mulai terjadi sejak Kamis (8/1/2026) hingga Sabtu (10/1/2026). Kejadian ini menyebabkan ratusan rumah warga terendam air dan mengganggu aktivitas masyarakat. Menurut informasi dari Kalakhar BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, banjir pertama terjadi pada pukul 20.00 dan banjir kedua kembali melanda pada pukul 09.30.

“Banjir bandang sebanyak dua kali disebabkan oleh meluapnya Sungai Tempuran. Ketinggian air paling tinggi mencapai 1,5 meter,” ujar Arwin.

Penyebab Banjir Bandang

Menurut Arwin, hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama banjir bandang. Debit air meningkat drastis dalam waktu singkat sehingga tidak mampu tertampung oleh badan sungai. Selain itu, kondisi geografis wilayah yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai memperbesar risiko banjir bandang ketika hujan lebat terjadi secara terus-menerus.

Pada banjir pertama, air merendam Dukuh Tempur dan Dukuh Pendem. Air baru surut pada Jumat (9/1/2026) sekira pukul 03.00. Namun hujan kembali turun sehingga banjir bandang kembali terjadi keesokan harinya. Pada kejadian kedua, ketinggian air tercatat mencapai sekira 1 meter di titik terdalam sebelum berangsur surut pada siang hari.

Wilayah Terdampak Banjir

Berdasarkan pendataan sementara BPBD Kabupaten Jepara, banjir bandang berdampak pada ratusan warga di dua dukuh, yakni Dukuh Tempur dan Dukuh Pendem. Berikut data jumlah keluarga dan jiwa yang terdampak:

  • Dukuh Tempur:
  • RW 01 RT 01: 11 keluarga, 31 jiwa
  • RW 01 RT 02: 51 keluarga, 128 jiwa
  • RW 01 RT 03: 33 keluarga, 91 jiwa
  • RW 02 RT 01: 9 keluarga, 16 jiwa
  • Dukuh Pendem:
  • RW 02 RT 02: 6 keluarga, 14 jiwa
  • RW 02 RT 03: 18 keluarga, 55 jiwa
  • Bantaran sungai bawah RT 01 RW 03: 4 keluarga, 40 jiwa

Sebagian besar rumah warga terendam air, menyebabkan perabot rumah tangga rusak dan aktivitas memasak tidak dapat dilakukan.

Langkah Darurat Pemkab Jepara

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Jepara bersama pemerintah desa dan unsur masyarakat setempat membuka dapur umum di aula Balai Desa Sumberrejo sejak Sabtu (10/1/2026) pukul 13.30. Dapur umum tersebut dikelola oleh anggota PKK dan kader desa.

“Kami menyiapkan sekira 200 nasi bungkus untuk warga terdampak,” kata Arwin. Dia menambahkan, distribusi bantuan makanan akan difokuskan sesuai prioritas wilayah terdampak terparah, mengingat keterbatasan logistik dan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Meski kondisi air telah surut, BPBD mengingatkan warga agar tetap waspada. Cuaca di Desa Sumberrejo masih dilaporkan gerimis dan berpotensi hujan, sehingga risiko banjir susulan masih terbuka.

“Kebutuhan darurat saat ini adalah logistik makanan dan minuman bagi warga, karena sebagian besar tidak bisa memasak akibat perabot rumah tangga terendam,” ujar Arwin. BPBD juga mengimbau warga untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan diri beraktivitas di area rawan banjir.

Kondisi Longsor di Jepara

Selain banjir bandang, Kabupaten Jepara juga dilanda bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling. Puluhan titik longsor dilaporkan menutup akses jalan utama menuju Kota Jepara, terutama jalur yang menjadi satu-satunya akses keluar masuk desa.

“Dampak longsor sangat dirasakan warga karena menutupi satu-satunya akses jalan.” “Untuk sementara, jalur hanya bisa dilalui sepeda motor,” kata Arwin.

BPBD mencatat sedikitnya 18 titik longsor besar dengan panjang material longsoran antara enam meter hingga lebih dari 100 meter dan ketebalan 0,5 hingga 2 meter. Di kawasan Kedung Ombo, badan jalan sepanjang 60–70 meter bahkan dilaporkan hanyut terbawa arus sungai.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *