Penanganan Banjir di Tiga Wilayah Kecamatan Tanahlaut
Banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Kurau, Bumimakmur, dan Batibati menjadi perhatian khusus Bupati Tanahlaut (Tala) H Rahmat Trianto. Masalah ini tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga mengganggu kehidupan sehari-hari di daerah tersebut. Banjir sering kali terjadi setiap musim penghujan dengan curah hujan tinggi, sehingga diperlukan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini.
Beberapa waktu lalu, banjir telah menggenangi permukiman di sekitar bantaran sungai, termasuk wilayah yang terdampak rob. Dalam beberapa minggu terakhir, kondisi ini terus berlangsung, membuat warga kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan, Bupati H Rahmat Trianto melakukan blusukan ke beberapa lokasi yang dianggap sebagai titik-titik sumbatan air.
Pada hari Sabtu sore, Bupati mengunjungi Desa Sungairasau dan Handilmaluka di Kecamatan Bumimakmur. Ia meninjau lokasi-lokasi yang diduga menjadi penyebab air tidak bisa turun ke laut dengan cepat. Setelah memarkir mobil di halaman RSUD H Darlan Ismail, Bupati melanjutkan perjalanan menggunakan trail untuk menjelajahi area yang terkena dampak banjir.
Sementara itu, Sekda Tala Ismail Fahmi mendapat tugas untuk menyerahkan bantuan kepada warga Desa Handilbabirik yang rumahnya rusak akibat angin kencang. Ia didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Tala Aspi Setia Rahman, Camat Bumimakmur Imam EW, Camat Kurau Fajar Suryadi, serta Kades Handil Babirik Amir Mahmud.
Setelah melakukan peninjauan di beberapa lokasi banjir, Bupati H Rahmat singgah di sebuah warung kecil di tepi jalan poros Kurau, dekat simpang tiga pasar subuh Desa Kurau Utara. Kedatangan orang nomor satu di Tala ini tidak disadari oleh warga karena ia mengenakan pakaian kasual tanpa atribut jabatan apa pun. Ia duduk di kursi kayu dan memesan minuman, sambil menyantap aneka gorengan yang tersedia.
Bahrani B, Kades Kurau Utara, mengungkapkan bahwa ia awalnya tidak menyadari kehadiran Bupati. “Saya pas hendak ngisi kuota internet, lihat kayak ada rombongan, saya kira Pak Camat Bumimakmur. Pas mendekat, masyarakat Allah ternyata bapak kami, Pak Bupati,” ujar Bahrani.
Selama berbincang santai, Bupati dan Bahrani membahas permasalahan banjir yang berkepanjangan di wilayah Kecamatan Bumimakmur dan Kurau. Bahrani menyampaikan beberapa fakta tentang lambannya genangan air surut, serta saran-saran terkait penanganannya. Bupati merespons positif, terlebih karena beberapa hari sebelumnya ia juga sudah melakukan blusukan ke beberapa titik yang dianggap sebagai sumbatan air.
Langkah-Langkah Penanganan Banjir
Sebagai langkah jangka pendek, pemerintah setempat sedang melakukan penyedotan air menggunakan mesin sedot dari Balai Sumber Daya Air. Proses ini mulai dilaksanakan pada Kamis kemarin, dengan lokasi di Desa Handilmaluka, Kecamatan Bumimakmur. Mesin sedot akan ditambah lagi untuk mempercepat proses penyedotan.
Selain itu, pemerintah juga berencana membuat pintu-pintu air untuk mempercepat genangan di wilayah Kurau dan Bumimakmur. Dengan adanya pintu-pintu air, air dapat lebih cepat mengalir ke laut, sehingga mengurangi risiko genangan yang berkepanjangan.
Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah berkoordinasi dengan kementerian pusat, khususnya Kementerian PUPR, untuk membuat saluran irigasi yang panjang. Saluran ini bertujuan agar air tidak tergenang dan tidak mengalami penyumbatan. “Kami minta bantuan Kementerian PUPR untuk membuat aliran irigasi yang besar agar air tidak tergenang dan tidak dalam penyumbatan. Mohon doanya agar bisa terselesaikan tahun ini,” ujar Bupati.
Bantuan Sosial dan Koordinasi dengan Pihak Terkait
Menyikapi bencana banjir, Bupati menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) saja tidak cukup. Ia meminta dukungan semua pihak, terutama bantuan dan support dari kementerian pusat untuk membantu menyelesaikan masalah banjir di Tala. Dengan adanya saluran irigasi yang langsung menuju laut, air dari wilayah atas seperti Batibati dan Kabupaten Banjar tidak akan menjadi masalah lagi.
“Kalau cuma menggunakan dana APBD tidak cukup karena untuk membuat irigasi yang panjang perlu biaya besar,” tambah Bupati.
Selain itu, bantuan langsung berupa makanan jadi maupun sembako terus disuplai melalui Dinas Sosial (Dinsos). Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk donatur, anggota DPR RI, dan DPRD yang senantiasa memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
Bupati meminta warga terdampak untuk bersabar, karena dirinya sedang berjuang keras untuk menyelesaikan permasalahan banjir tersebut. Ia berharap kiranya kementerian terkait (PUPR) mau membuat irigasi yang diperlukan.












