JAKARTA — Setelah mencatat kesuksesan besar dengan film Wicked yang dirilis pada 2024 dan menjadi adaptasi film Broadway paling sukses sepanjang masa, kini para penggemar Elphaba dan Glinda akan kembali dihibur oleh sekuelnya yang berjudul Wicked: For Good.
Film ini merupakan kelanjutan dari kisah dua penyihir ikonik, Elphaba (diperankan oleh Cynthia Erivo) dan Glinda (diperankan oleh Ariana Grande), yang kini menghadapi tantangan baru dalam dunia Oz. Dengan pendapatan kotor hingga US$750 juta dari film pertama, Universal Pictures kini membawa kisah yang lebih epik, emosional, dan penuh keajaiban dalam Wicked: For Good.
Dibintangi oleh duo luar biasa Cynthia Erivo dan Ariana Grande, film ini disutradarai kembali oleh Jon M. Chu. Keduanya memainkan peran sebagai penyihir yang kini terpisah oleh nasib dan pandangan mereka tentang dunia Oz.
Sinopsis Wicked: For Good
Wicked: For Good melanjutkan kisah Elphaba, yang kini hidup dalam pengasingan, dan Glinda, yang menjadi simbol kebaikan di Emerald City. Elphaba, yang dikenal sebagai The Wicked Witch of the West, berusaha keras untuk mengungkap kebenaran tentang The Wizard. Sementara itu, Glinda ditugaskan untuk meyakinkan masyarakat Oz bahwa segala sesuatunya baik-baik saja di bawah pemerintahan The Wizard.
Namun, di balik gemerlap dan kekuasaannya, Glinda dihantui oleh kenangan persahabatannya dengan Elphaba dan dilema moral tentang arti kebaikan yang sebenarnya. Dengan persahabatan mereka yang unik menjadi poros masa depan, Elphaba dan Glinda harus saling memahami secara jujur dan penuh empati agar bisa mengubah diri mereka sendiri dan seluruh Oz menjadi lebih baik.
Review Wicked: For Good
Film ini memberikan penjelasan dan latar belakang mengenai kepergian Elphaba di akhir film pertama. Karakter-karakter Elphaba dan Glinda kini berkembang menjadi lebih serius dan matang, dengan konflik yang lebih rumit dibandingkan film sebelumnya.
Poin utama film tetap ada di kisah tentang bagaimana persahabatan sejati antara Elphaba dan Glinda mampu mengubah dunia, meskipun dengan segala perbedaan. Film ini diproduksi dengan megah, dengan tata musik karya Stephen Schwartz yang membuat Wicked: For Good begitu memukau, termasuk lagu-lagu yang menarik.
Selain itu, kostum glamor karya Paul Tazewell menjadikan film ini semakin lengkap dan indah. Wicked: For Good masih memukau dengan pengalaman sinematik yang menghadirkan keindahan Broadway di layar lebar.
Film ini akan tayang perdana secara serentak di Indonesia mulai hari ini, Rabu, 19 November 2025. Untuk merayakan momen istimewa ini, Universal Pictures Indonesia juga menghadirkan berbagai wahana imersif, hasil kolaborasi serta instalasi spesial yang membawa kemegahan dunia Oz ke tengah kota Jakarta.
Acara Spesial dan Kolaborasi
Beberapa acara spesial telah disiapkan untuk memeriahkan peluncuran Wicked: For Good. Salah satunya adalah kolaborasi Universal Pictures Indonesia bersama komunitas Nyanyi Bareng Jakarta dalam sebuah kegiatan bertajuk NBJ x CloseUp Wicked: For Good Edition, yang diadakan pada 16 November 2025. Lebih dari 400 anggota komunitas akan bernyanyi secara kolektif lagu ikonik “Defying Gravity”.
Selain itu, Universal Pictures Indonesia juga berkolaborasi dengan Grand Hyatt Jakarta melalui tampilan facade light hijau dan pink yang mengubah langit malam kota Jakarta menjadi penuh keajaiban. Penggemar juga dapat menikmati penginapan eksklusif bertemakan Wicked hingga 3 Januari 2026.
Pengunjung Plaza Senayan juga dapat menikmati Wicked: For Good Installation yang akan hadir hingga 4 Januari 2026 di Fountain Area, Plaza Senayan. Nuansa hijau khas Elphaba dan pink khas Glinda berpadu dalam instalasi seni dan cahaya memukau yang melambangkan keberanian, keajaiban, dan harmoni dua dunia.
Di area retail Plaza Senayan, terdapat beberapa artikel busana edisi spesial hasil kolaborasi dengan fashion designer ternama Indonesia, Peggy Hartanto.












