Bintang Muda yang Menghidupkan Pop Rock

Bintang Putra Sugiatno: Remaja 16 Tahun dengan 30 Lagu yang Menggebrak Dunia Musik

Bintang Putra Sugiatno, seorang remaja berusia 16 tahun, telah menciptakan sekitar 30 lagu dan mulai memperkenalkan karyanya melalui Bintang Production Band. Dalam konsep bandnya, Bintang fokus sebagai pemain keyboard dan mempercayakan vokal kepada talent pilihan yang disesuaikan dengan karakter lagu.

Penampilan mereka di Deklarasi Juragan Mio dan Juragan Motofest menjadi bukti konsistensi Bintang dalam menapaki dunia musik sejak usia dini. Acara tersebut digelar di kawasan Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (17/1/2026). Momentum itu menjadi salah satu panggung penting bagi karya-karya Bintang untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Dalam acara yang sama, Bintang Production Band tidak hanya menyuguhkan lagu ciptaan sendiri. Selain Healing dan Hancur Hatiku, band ini juga membawakan lima lagu lain yang berasal dari karya musisi Tanah Air maupun mancanegara, sehingga repertoar yang disajikan terasa beragam dan akrab di telinga penonton.

Menariknya, dalam konsep band yang dibangun, Bintang tidak mengambil peran sebagai penyanyi. Ia justru mempercayakan bagian vokal kepada para talent yang dipilih khusus. Lagu Healing dibawakan oleh Adelita yang akrab disapa Adel, sedangkan lagu Hancur Hatiku dinyanyikan oleh Rizky yang dikenal dengan panggilan Kecap.

“Sebenarnya Bintang Band itu intinya ada di Bintang sebagai pemain keyboard, untuk vokalisnya bisa masuk siapa saja, nanti ada talentnya, yang nyanyinya bukan Bintang,” ujar remaja kelahiran 1 Juli 2009 ini.

Perjalanan musikal Bintang dimulai sejak usia yang sangat belia. Ia sudah bersentuhan dengan dunia musik sejak berumur 7 tahun. Pada masa awal tersebut, Bintang lebih dulu mempelajari piano klasik sebelum akhirnya memfokuskan diri pada keyboard secara serius.

Bakat seni yang dimilikinya juga tidak datang begitu saja. Bintang tumbuh di lingkungan keluarga yang dekat dengan musik. Sang ayah pernah aktif bermain di sebuah band rock, dan dari sanalah Bintang mulai mengenal berbagai karya musik legendaris, termasuk grup ikonik seperti Queen.

Dalam proses kreatifnya, Bintang juga banyak menyerap inspirasi dari musisi-musisi ternama. Nama Jon Lord dari Deep Purple, Jordan Rudess dari Dream Theater, hingga Ahmad Dhani menjadi referensi penting yang membentuk selera dan arah musikalnya.

“Genre musiknya pop-rock. Ini memang cocok sama band kita,” ungkapnya.

Untuk membawakan lagu-lagu ciptaannya, Bintang bersama tim secara khusus mencari talent vokalis. Pemilihan penyanyi tidak dilakukan secara acak, melainkan disesuaikan dengan karakter setiap lagu yang akan dibawakan.

“Saya lihat karakter suaranya. Kalau cocok sama lagunya, orang itulah yang dipilih,” ujarnya.

Saat ini, terdapat dua vokalis yang telah dipercaya untuk mengisi lagu-lagu Bintang. Adelita atau Adel membawakan lagu Healing, sementara Kecap didapuk sebagai penyanyi untuk lagu Hancur Hatiku, sesuai dengan nuansa dan pesan yang ingin disampaikan dalam masing-masing karya.

Adel pun memberikan penilaian positif terhadap sosok Bintang. Menurutnya, Bintang merupakan remaja yang luar biasa karena di usia yang masih sangat muda sudah mampu menghasilkan banyak lagu dengan kualitas yang baik.

“Bintang senangnya ke pop rock, tapi banyak juga lagunya yang bukan genre tersebut. Jadi enggak satu aliran saja, seperti lagu Healing yang saya nyanyikan genrenya jazz fusion,” ujar Adel.

Sementara itu, Kecap sebagai vokalis lain menjelaskan bahwa lagu Hancur Hatiku yang ia nyanyikan mengangkat kisah emosional tentang sepasang kekasih. Lagu tersebut bercerita mengenai seseorang yang harus menerima kenyataan ditinggal oleh pasangan hidupnya, dengan balutan genre pop rock yang terasa sendu.

“Dari penghayatannya sehingga bisa sampai ke pendengar. Ini kekasih yang ditinggalkan meninggal oleh pasangannya,” terangnya.

Di sisi lain, Wilman selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa Deklarasi Juragan Mio dan Juragan Motofest merupakan wadah silaturahmi bagi komunitas biker dari berbagai daerah di Nusantara. Ia memperkirakan jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar 2.000 hingga 4.000 orang.

“Acara ini mempersatukan para biker di Dodik Bela Negara di Cikole, Lembang,” ujarnya.

Untuk memeriahkan acara, panitia menghadirkan sejumlah talent, salah satunya Bintang Production Band. Kehadiran band ini dinilai mampu menghadirkan warna hiburan yang segar dan relevan dengan selera generasi muda.

“Kita hadirkan talent-talent muda seperti Bintang Band. Kita apresiasi Bintang Band, karyanya sangat menarik. Lagunya meski baru rilis, keren banget,” ujar salah seorang panitia, Jelita.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *